SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan unjuk rasa yang berkembang menjadi kerusuhan saat ini menyebabkan aparat kepolisian dan masyarakat menjadi korban.
Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum UII Yogyakarta itu meminta pemimpin aparat harus memberi komando yang cermat dari waktu ke waktu sehingga anak buahnya dan rakyat tidak menjadi korban. Hal itu diungkapkannya dalam YouTube Mahfud MD Official.
“Yang saya lihat saat ini, terjadi bentrokan antara rakyat melawan aparat. Padahal, aparat itu hanya menerima tugas tidak ikut mengambil keputusan politik. Jadi korban. Polisi jadi korban, rakyat jadi korban. Oleh sebab itu, ini harus diselesaikan,” kata Mahfud.
Mahfud menyatakan persoalan utama dari kondisi saat ini adalah akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Akar persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar konflik tidak terus berulang.
“Masalah utamanya apa? Masalah utama yang kita lihat itu adalah akumulasi kekecewaan ini. Apa akumulasi kekecewaan itu, kebijakan-kebijakan pemerintah yang banyak sekali menimbulkan protes di berbagai bidang dan hampir setiap saat protes-protes itu muncul,” ujar Mahfud.
Namun, dalam mengatasi kekecewaan rakyat, pemerintah dinilai tidak memberi solusi yang baik. “Tetapi penyelesaiannya tidak jelas hanya seperti ngasih permen, lalu timbul lagi kebijakan-kebijakan yang menjadi persoalan baru bagi masyarakat,” ujar dia.
Mahfud juga menyoroti sikap sejumlah politisi yang arogan dan tidak memiliki empati. Dia juga menyoroti ketidakpastian dalam penegakan hukum.
“Ada yang hanya masalah sepele saja yang enggak bisa diselesaikan, ada yang besar diumumkan, tetapi kemudian tindak lanjutnya ndak jelas,” sambung dia.
Ia turut menyinggung keberadaan pejabat yang diduga memiliki catatan korupsi namun masih tetap berkuasa.
“Ada pejabat-pejabat yang oleh masyarakat diyakini atau punya indikasi dia punya catatan korupsi, tapi dia berkeliaran terus memerintah dan membuat kebijakan dan sebagainya, nah ini supaya diselesaikan agar tidak semakin rumit,” tegas dia.
Ia pun mengingatkan bahwa aparat dan rakyat bukanlah musuh satu sama lain. “Negara ini adalah milik kita bersama. Wahai seluruh rakyat, aparat itu bukan musuh anda. Wahai aparat, rakyat itu bukan musuh anda. Anda harus menanggung akibat karena kebijakan-kebijakan dan para pejabat dan pemimpin yang korup sebenarnya dan penyelesaiannya harus di sini,” tutup Mahfud. (rmg)