Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Jaringan Gusdurian Desak Kapolri Mundur

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 31 Agu 2025 18:11 WIB
Rubrik Nasional
Jaringan Gusdurian Desak Kapolri Mundur

Senior advisor Jaringan Gusdurian (ketiga dari kiri), Savic Ali dan Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid (kedua kanan) ketika memberikan keterangan pers mengenai situasi di Tanah Air pasca ricuh dan demonstrasi, dalam konferensi pers di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (31/8). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Jaringan Gusdurian mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan represi aparat dalam penanganan demonstrasi yang marak terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Mereka juga menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur karena dinilai gagal menjaga tanggung jawab moral dan politik atas tindakan represif kepolisian.

“Di banyak negara, pejabat yang gagal bertanggung jawab memilih mundur. Itu akan menjadi teladan yang baik bagi bangsa ini,” ujar Senior Advisor Gusdurian, Savic Ali dalam konferensi pers di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (31/8).

Menurut Savic, berulangnya kekerasan aparat, termasuk kasus penabrakan dan pelindasan demonstran oleh kendaraan polisi, memperlihatkan hilangnya kepedulian pejabat publik terhadap penderitaan rakyat. “Kalau seorang pimpinan tidak mampu menjaga keamanan nasional, maka mundur adalah pilihan terbaik. Kalau tidak ada perubahan di pucuk kepemimpinan, sulit berharap ada perbaikan dari dalam kepolisian,” katanya.

Gusdurian juga mendukung aspirasi warga yang menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR. Kebijakan itu disebut mereka memperlebar jurang kesenjangan sosial. “Sejak awal isu ini adalah keadilan dan kesenjangan. Kalau keberpihakan muncul, demonstran akan lebih mendengar tokoh agama yang membersamai mereka, bukan pejabat yang arogan dan abai,” ujar mantan aktivis 1998 itu.

Meski mendukung protes publik, Gusdurian mengimbau masyarakat tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis, termasuk pembakaran dan penjarahan. Namun, Savic menekankan seruan menahan diri seharusnya juga ditujukan kepada pejabat publik dan aparat bersenjata.

Savic bahkan mengkritik pernyataan Presiden Prabowo yang menyerukan penindakan tegas terhadap aksi anarkis. “Secara normatif tidak salah, tapi di lapangan sering kali gas air mata ditembakkan sebelum ada kerusakan. Itu membuat demonstrasi bergeser menjadi rusuh. Kalau seruan hanya diarahkan pada rakyat yang marah, itu tidak efektif dan menimbulkan rasa ketidakadilan,” ucap Savic.

BeritaTerbaru

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Prabowo memanggil Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di kediamannya di Bogor, Sabtu (30/8). Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta aparat bertindak tegas menghadapi aksi anarkis. “Arahan Presiden jelas, khusus untuk tindakan anarkis, TNI dan Polri diminta mengambil langkah tegas sesuai dengan undang-undang,” kata Listyo setelah pertemuan.

Tak lama kemudian, Kapolri memberi instruksi keras kepada jajarannya. Dalam sebuah video yang beredar, Listyo menyebut markas polisi tidak boleh diserang. “Haram hukumnya Mako diserang, haram hukumnya. Kalau kemudian mereka masuk ke asrama, tembak. Rekan-rekan punya peluru karet, tembak,” ujarnya. Ia menegaskan siap dicopot bila kebijakan itu dipersoalkan.

Menurut Gusdurian, pendekatan represif hanya akan memperburuk keadaan. Savic menegaskan akar persoalan justru terletak pada kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. “Yang salah duluan adalah DPR yang menaikkan tunjangan begitu besar, ditambah pernyataan arogan. Lalu kita juga menyaksikan aparat bertindak represif, bahkan terang-terangan melindas orang yang sudah terjatuh. Itu disaksikan oleh seluruh rakyat republik ini,” ujarnya.

Savic juga memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap kelompok terorganisir yang muncul di tengah malam dan berpotensi membelokkan tujuan protes. “Sejak awal isunya adalah keadilan, kesenjangan, dan protes terhadap kekerasan. Itu artinya ada korban dan ada pelaku. Kalau seruan hanya ditujukan pada korban yang sedang melampiaskan amarahnya, itu tidak efektif,” katanya.

Secara keseluruhan jaringan yang dipimpin Alissa Wahid itu menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah. Mereka meminta Presiden Prabowo menghentikan represi dalam penanganan unjuk rasa, melakukan reformasi Polri dan mencopot Kapolri, mencabut fasilitas dan tunjangan bagi pejabat yang memicu kemarahan publik, memastikan kebijakan berpihak pada rakyat, menegakkan rule of law dan memberantas korupsi, mendorong lembaga independen menjaga hak konstitusional warga, serta mengajak elemen masyarakat sipil melakukan konsolidasi gerakan demokrasi.

Desakan agar Kapolri mundur sebelumnya lain muncul dari antara lain Koalisi Masyarakat Sipil yang menilai polisi bertindak represif dan gagal mengendalikan situasi dengan cara yang manusiawi.  Tuntutan agar Kapolri mundur pun semakin kencang di ruang publik, termasuk digemakan oleh sejumlah selebritas Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri sudah merespons. Kapolri menyebut bahwa dirinya adalah prajurit sehingga siap menjalankan perintah dari Presiden. Listyo Sigit juga menyebut bahwa pergantian Kapolri adalah hak prerogatif dari Presien Prabowo Subianto.

“Terkait dengan isu yang menyangkut dengan Kapolri itu hak prerogatif presiden. Kita prajurit kapan aja siap,” kata Kapolri, saat menggelar konferensi pers di daerah Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). (rmg/san)

Tags: aparatGusduriankapolrirepresiteladan
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel

Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB
Beri Penghargaan Wajib Pajak, Bupati Serang Paparkan Realisasi Pencapaian

Beri Penghargaan Wajib Pajak, Bupati Serang Paparkan Realisasi Pencapaian

Kamis, 14 Mei 2026 15:42 WIB
Rayakan Hari Jadi ke-5, Primaya Hospital Pasar Kemis Gelar Bakti Sosial STT

Rayakan Hari Jadi ke-5, Primaya Hospital Pasar Kemis Gelar Bakti Sosial STT

Senin, 11 Mei 2026 14:02 WIB
IMG_20260512_152457

Siloam Tahan Dividen 2025, Fokus Ekspansi Layanan

Selasa, 12 Mei 2026 15:31 WIB
3 Shio yang Banjir Cuan Sepanjang Tahun Kuda Api

3 Shio yang Banjir Cuan Sepanjang Tahun Kuda Api

Jumat, 8 Mei 2026 16:33 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.