Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Aksi Demo +700 Hari Genosida di Gaza, Pemerintah Didesak Ambil Tindakan Nyata

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 7 Sep 2025 19:22 WIB
Rubrik Nasional
Massa aksi bela Palestina melakukan tabur bunga Mawar Putih dan Merah di Depan Kedubes AS, Jakarta, Minggu (7/9/2025). (ISTIMEWA)

Massa aksi bela Palestina melakukan tabur bunga Mawar Putih dan Merah di Depan Kedubes AS, Jakarta, Minggu (7/9/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Seratusan warga memadati depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025) sore, menuntut keadilan bagi rakyat Palestina yang telah menderita lebih dari 700 hari. Lebih dari 64.300 orang tewas sejak Oktober 2023 akibat konflik di Gaza, termasuk ratusan anak-anak. Sementara blokade yang terus berlangsung memperparah krisis pangan dan malanutrisi.

Massa aksi mulai berdatangan sejak pukul 15.30 WIB. Mereka membawa lilin, poster beragam pesan, bendera Palestina, dan merah putih, serta spanduk hitam sepanjang lima meter bertuliskan “+700 Hari Genosida di Gaza”. Peserta datang dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dalam aksi kali ini, mereka menyampaikan tujuh tuntutan yang terdiri dari tiga pernyataan sikap dan empat desakan kepada pemerintah Indonesia. Massa menyerukan agar Indonesia menolak dukungan politik, militer, dan ekonomi Amerika Serikat terhadap Israel, yang dianggap memperpanjang penderitaan rakyat Gaza.

Mereka juga mendesak agar akses bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkepung dibuka tanpa hambatan, perlindungan diberikan kepada warga Indonesia dalam Global Sumud Flotilla, dan langkah diplomatik diambil agar Israel tidak lagi mendapat tempat di Sidang Umum PBB.

Sejumlah peserta mengenakan atribut khas Palestina, seperti syal keffiyeh, menyalakan lilin-lilin kecil di sekitar spanduk, serta menaburkan bunga sebagai simbol duka dan solidaritas. Orasi bergantian dilakukan melalui pengeras suara, diselingi yel-yel dan doa bersama.

Setelah orasi, peserta menyanyikan Indonesia Raya sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina. “700 hari Palestina, dan Indonesia gagal menghentikan genosida. Kita tidak boleh diam melihat perang terus berlangsung,” kata salah seorang peserta berpakaian hitam.

BeritaTerbaru

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Senin, 18 Mei 2026 16:34 WIB
Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB
Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB

Aksi ini digagas Aliansi Pemuda Indonesia (API) Palestina dengan tajuk “Jakarta Hingga Gaza: Keadilan untuk Kemanusiaan Semesta”, bertujuan menyuarakan dukungan moral sekaligus menuntut tindakan nyata dari pemerintah Indonesia.

Namsianto Wakhid, pengurus API Palestina, menyebut aksi ini sebagai panggilan kemanusiaan. “Rangkaian kegiatan ini meliputi penyalaan 1.000 lilin, tabur bunga, doa bersama, dan orasi. Dukungan rakyat Indonesia diharapkan memberi energi moril bagi perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan sepenuhnya,” ujarnya.

Data terbaru memperlihatkan betapa parahnya kondisi di Gaza. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 72 warga Gaza dilaporkan meninggal dunia dan 314 lainnya terluka akibat serangan militer Israel.
Krisis pangan kian memburuk akibat blokade, dengan 382 orang, termasuk 135 anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan malanutrisi. Angka korban tewas sejak Oktober 2023 telah melampaui 64.300 jiwa, sementara lebih dari 161.200 orang mengalami luka berat.

Selain menyuarakan tuntutan, massa aksi juga menekankan pentingnya perhatian global terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. Poster-poster bertuliskan pesan seperti “Don’t Stop Talking About Palestine” dan “Suspend Israel from the UN” turut diangkat di tengah kerumunan. Beberapa peserta juga membawa foto jurnalis dan korban konflik sebagai pengingat nyata atas penderitaan yang terus berlangsung.

Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 589 personel untuk mengamankan aksi. Aparat menyiapkan 13 pembatas jalan berwarna oranye di sekeliling lokasi untuk membatasi area massa, namun arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar. Kondisi aksi berjalan kondusif, dan suasana tetap damai.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad, mengatakan ada 30 warga negara Indonesia (WNI) yang ikut serta dalam misi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Rencananya, mereka akan berangkat dari Tunisia 10 September 2025.

“Pemerintah Indonesia telah menerima informasi dari Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) mengenai rencana keikutsertaan 30 WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Rencananya misi kemanusiaan ini akan berangkat dari Tunisia menuju Gaza pada 10 September 2025,” kata Vhad kepada wartawan, Minggu (7/9/2025).

Dikatakan KBRI Tunisia telah menyampaikan gambaran risiko saat mereka sampai di Gaza. “KBRI Tunisia pemerintah telah menyediakan fasilitasi selama mereka berada di Tunisia dan menyampaikan mengenai gambaran risiko yang mungkin akan dihadapi ketika mereka berada di wilayah Gaza,” ungkapnya. (rmg/san)

Tags: Gazakedutaan besar Amerika Serikatpemerintah
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

IMG_20260516_141130
Nasional

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Truk Tambang Disorot, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional di Cilegon

Truk Tambang Disorot, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional di Cilegon

Kamis, 14 Mei 2026 12:11 WIB
IMG_20260515_192836

Ketua DPD RI Dorong Pemda Dampingi Usaha Ultra Mikro Kelompok PKK

Sabtu, 16 Mei 2026 07:09 WIB
Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 09:08 WIB
Brasil Butuh Pengalaman Neymar

Brasil Butuh Pengalaman Neymar

Selasa, 19 Mei 2026 17:15 WIB
JALAN RUSAK : Ruas jalan Nanggor-Paniis, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang sejak belasan tahun lalu dibiarkan rusak parah dan belum pernah dilakukan perbaikan. Terkait hal itu, Pemprov Banten memberikan penilaian buruk terhadap kinerja pembangunan di Pandeglang. (ISTIMEWA)

Soal Infrastruktur Jalan di Pandeglang, Gubernur Disarankan Evaluasi Bupati

Rabu, 20 Mei 2026 13:06 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.