SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kasus dugaan pelecehan profesi wartawan, diselesaikan dengan jalur musyawarah. Seorang aktivis yang sebelumnya melontarkan kalimat tidak menyenangkan terhadap wartawan, Ilham, secara terbuka menyatakan permohonan maaf dan membuat surat pernyataan.
Hal itu diketahui, setelah kedua pihak bermusyawarah di sekretariat Kelompok Kerja Wartawan (Porwan) Pandeglang, Rabu (10/9).
Ilham yang didampingi rekan-rekannya yaitu, Hadi, Mukhlas dan Safaat, menyatakan bahwa kalimat yang dilontarkannya itu terucap secara spontan dan dalam keadaan emosi tinggi. Sehingga katanya, secara sungguh-sungguh ditegaskan, tidak ada maksud untuk melecehkan profesi seseorang.
“Sama sekali, saat itu saya tidak bermaksud melecehkan profesi wartawan. Dengan demikian, saya mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya,” kata Ilham, Rabu (10/9/2025).
Katanya, disadarinya bahwa ucapan itu tidak baik dilontarkan. Dengan demikian, ia secara gantle mendatangi sekretariat Porwan, untuk memohon maaf.
Menurutnya, kedepan diharapkan ia dan wartawan membangun kolaborasi yang baik. Bahkan, dirinya mengakui sangat membutuhkan wartawan untuk mempublikasikan kegiatan – kegiatan, baik unjuk rasa maupun kegiatan lainnya.
Baca Juga: Ngabuburit, FKPQ Bekerjasama Dengan Porwan Pandeglang Gelar Lomba Mewarnai
Sementara, Ketua Porwan Pandeglang Tb. Agus Jamaludin menegaskan, atas kesepakatan bersama, pihaknya memaafkan Ilham dan kawan – kawannya.
Ia juga mengaku, sangat tidak ingin kedepan terjadi kembali kasus serupa. Karena menurutnya, hal itu sangat melukai perasaan wartawan.
“Saya secara pribadi maupun teman-teman wartawan, khususnya yang ada di sini, InsyaAllah sudah memaafkan Ilham dan kawan – kawannya. Dengan catatan, selain membuat pernyataan maaf secara terbuka dan tertulis, juga jangan sampai terulang kembali di kemudian hari,” ungkap Agus.
Dikatakannya, musyawarah untuk mufakat yang dilakukan, disaksikan puluhan wartawan lainnya yang masing-masing membubuhkan tanda tangannya.
“Berita acara dan surat pernyataan Ilham, akan kami bawa ke Mapolres Pandeglang, untuk diketahui penyidik kepolisian setempat,” ujarnya.
Agus mengaku, tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan kasus tersebut. Sehingga, imbasnya nanti akan melebar terlalu jauh. Ditegaskannya pula, penerimaan maaf Ilham dan kawan-kawannya, juga disepakati melalui forum bersama.
Baca Juga: Ramaikan, Bazar Kadaharan Buka Puasa Porwan Pandeglang Dilaunching Besok
Selanjutnya tambah Agus, secara garis besar pihaknya mempertimbangkan 3 unsur yaitu unsur yuridis, unsur sosiologis dan unsur profesionalisme.
Diketahui, surat pernyataan maaf dibuat langsung oleh Ilham dan disaksikan oleh puluhan wartawan, serta rekan-rekannya. Begitu juga, pernyataan maaf secara lisan terekam jelas secara digital.
Oleh karenanya, diharapkan kedepan tidak ada lagi pihak-pihak yang coba memanfaatkan persoalan ini, terlebih untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Pada intinya, kami sudah saling memaafkan dengan berbagai pertimbangan yang matang,” imbuhnya.
Diketahui, sejumlah wartawan melaporkan seorang aktivis ke Mapolres Pandeglang, atas kasus dugaan pelecehan profesi. Karena, seorang aktivis melontarkan kalimat “Percuma audiensi dengan wartawan, enggak ada fungsinya”.
Kalimat itu, dilontarkannya saat unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, beberapa waktu lalu. Atas hal itu, puluhan wartawan yang sedang meliput, merasa tersinggung dan sempat mengejar Ilham agar mengklarifikasi pernyataannya.
Baca Juga: Bazar Kadaharan Buka Puasa 2026 Porwan Pandeglang Tampil Lebih Estetis
Namun, karena sebagian besar wartawan tersulut emosi, akhirnya Ilham diamankan ke Mapolres Pandeglang. Guna menyelesaikan kasus tersebut, akhirnya wartawan bersepakat menempuh jalur hukum. (mardiana)
