SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mencatat sebanyak 52 orang mengungsi akibat ledakan yang terjadi di permukiman warga di Jalan Cabe Ilir II RT 03 RW 01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, pada Jumat (13/9/2025).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha menyampaikan bahwa warga yang terdampak mengungsi di Masjid Daarun Naiim tidak jauh dari lokasi.
“Terdapat pengungsi korban rumah rubuh di Pondok Cabe Ilir. Hasil pendataan kita sementara jumlah pengungsi sebanyak 52 jiwa,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Essa menjelaskan, dalam satu pekan kedepan, pihaknya akan memenuhi kebutuhan para korban mulai dari menanggung kebutuhan pangan hingga non pangan.
“Apa yang akan kita lakukan pada 7 hari kedepan itu kita berusaha memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi, makan dan minum. InsyaAllah dari 52 pengungsi akan kita cukupi makan minumnya satu hari tiga kali,” katanya.
“Saat ini kita membantu berupa matras, makanan tambahan gizi dan sembako. Selain itu kita sudah koordinasi dengan instansi terkait dengan dinsos kita akan buka layanan dapur umum 24 jam,” sambung Essa.
Baca Juga: SIM Keliling Tangsel Jumat 14 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwal Lengkapnya
Setidaknya, saat ini tercatat ada sekitar tujuh korban luka yang sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, belum diketahui pasti soal kondisi korban ataupun persentase luka yang dialami.
Total terdapat delapan rumah yang mengalami kerusakan berat dan ringan akibat ledakan itu. Sampai saat ini, pihak kepolisian mensterilkan lokasi termasuk memadamkan aliran listrik disekitar lokasi.
Diberitakan sebelumnya, suara ledakan keras mengejutkan warga Jalan Cabe Ilir II RT 03 RW 01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (12/09/2025) sekitar pukul 05.15 WIB. Insiden terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap. Akibatnya sejumlah rumah rusak dan terdapat korban luka. (eko)

















