Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Dewan Pengawas: Peserta BPJS Kesehatan Takut Ngadu

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 24 Sep 2025 17:14 WIB
Rubrik Nasional
Dewan Pengawas: Peserta BPJS Kesehatan Takut Ngadu

Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (kiri) dan Ketua Dewas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir dalam rapat panja Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–-Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 27 ribu keluhan peserta terkait layanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meski demikian, angka tersebut dinilai belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan karena masih banyak peserta enggan menyampaikan aduan.

Ketua Dewas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menjelaskan ada sejumlah faktor yang membuat peserta memilih diam. Selain keterbatasan pemahaman mengenai kanal pengaduan, sebagian peserta khawatir keluhan yang disampaikan justru berdampak pada pelayanan yang diterima.

“Jadi mereka mendapatkan layanan di rumah sakit, itu kadang-kadang tidak berani menyampaikan keluhan karena khawatir akan berdampak terhadap pelayanan. Jangan sampai sudah menyampaikan keluhan, tiba-tiba layanannya jadi berbeda,” ujar Abdul dalam rapat Panja Komisi IX DPR RI, Rabu (24/9/2025).

Berdasarkan hasil pengawasan, terdapat enam kendala utama dalam sistem pengaduan JKN-BPJS. Pertama, rendahnya pemanfaatan whistle blowing system (WBS). Kedua, minimnya pemahaman peserta mengenai kanal pengaduan yang tersedia.

Ketiga, kekhawatiran peserta terhadap dampak aduan. Keempat, adanya pengaduan berulang. Kelima, rendahnya pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Keenam, kanal pengaduan BPJS Kesehatan yang belum beroperasi penuh tujuh hari.

Abdul merinci, dari total pengaduan yang masuk, 27.038 berkaitan dengan pelayanan kesehatan, 24.567 terkait administrasi, dan 11.271 mengenai iuran. “Yang paling banyak aduannya itu mengenai pelayanan kesehatan,” katanya.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

Di sisi lain, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa jumlah pengaduan justru mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyebut tren ini terjadi seiring penguatan mutu layanan.

Jumlah aduan yang masuk pada semester I tahun 2025 mencapai 27.242 aduan. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan 64.010 aduan pada semester I tahun 2024 dan 38.446 aduan pada semester II tahun 2024. “Inti dari tren penurunan jumlah pengaduan ini karena terjadinya upaya dari BPJS Kesehatan meliputi penguatan mutu layanan,” jelas Ghufron.

Ia mengakui keluhan dan aduan masih masuk dalam kanal pengaduan, namun jumlahnya relatif kecil jika dibandingkan dengan total peserta BPJS Kesehatan yang mencapai 280,23 juta orang pada awal Juli 2025, termasuk peserta aktif dan non-aktif.

Ghufron menambahkan, 99 persen pengaduan telah ditindaklanjuti sesuai dengan Service Level Agreement (SLA). Proses tindak lanjut pun dipangkas dari lima hari menjadi tiga hari kerja.

“Survei kepuasan dari tahun 2021 itu 87,6 persen, meningkat sampai 92,1 persen,” tuturnya.

Namun, Ghufron menyoroti persoalan lain. Yakni, masih banyak masyarakat yang menganggap iuran BPJS Kesehatan sebagai beban. “Kalau merokok itu kira-kira Rp 500 ribu. Kalau bayar BPJS itu nggak
sampai sepersepuluhnya, nggak sampai Rp 35 ribu, nggak sampai Rp 40 ribu, kalau Rp 500 ribu nggak sampai Rp 50 ribu. Tapi kalau merokok rasanya nggak berat, kalau bayar BPJS berat,” ungkapnya.

Menurutnya, fenomena ini menjadi pekerjaan rumah besar. “Itu lah yang perlu kita diskusikan, kita sadari, ‘gimana nih kita mendidik masyarakat kita’. Tapi tentu kita tidak boleh menyalahkan masyarakat, karena kita harus bersama-sama masyarakat untuk bersama bergerak,” jelasnya.

Ghufron menerangkan, BPJS Kesehatan memiliki program rehabilitasi untuk peserta yang menunggak pembayaran. Melalui program ini, peserta dapat menentukan besaran iuran tunggakan berdasarkan kemampuan keuangan.

“Jadi mereka yang memiliki tunggakan bisa dengan rehab dihitungkan sendiri, kira-kira kemampuannya berapa. Pokoknya inti cerita dipermudah lah kalau niat. Masalahnya kan ada ability ada willingness,” ujarnya.

BPJS Kesehatan juga telah membangun kemitraan dengan lebih dari satu juta kanal pembayaran di seluruh Indonesia serta menyediakan layanan autodebet perbankan. “Kanal pembayaran itu lebih dari satu juta ini. Sampai Desember 2024, 1.044.189 (kanal). Saya nyebut 10 (macam) saja susah itu, pakai OVO, Gopay, pakai autodebet,” imbuhnya.(rmg/san)

Tags: angkabpjs kesehatanDPRpeserta
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Apresiasi Sekolah Adiwiyata, Ini Harapan Anggota DPRD Kota Tangerang

DPRD Soroti Kondisi KUA di Kota Tangerang, Dorong Percepatan Penyerahan Aset

Jumat, 8 Mei 2026 07:56 WIB
IMG_20260507_080701 (1)

Bedah Rumah Tak Layak Huni di Serpong Utara, Wali Kota Benyamin: Saya Prihatin

Kamis, 7 Mei 2026 11:52 WIB
Tangerang Utara Jadi Prioritas Utama, Pemkab Kunci 40 Persen APBD untuk Infrastruktur

Tangerang Utara Jadi Prioritas Utama, Pemkab Kunci 40 Persen APBD untuk Infrastruktur

Selasa, 12 Mei 2026 19:40 WIB
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, melepas peserta calon seleksi Paskibraka tingkat Provinsi dan Nasional. (ISTIMEWA)

16 Putra Putri Terbaik Pandeglang Ikuti Seleksi Paskibraka Provinsi dan Nasional

Jumat, 8 Mei 2026 13:36 WIB
Kanwil DJP Banten Tetapkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Penyidikan Pabrik Baja di Tangerang

Kanwil DJP Banten Tetapkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Penyidikan Pabrik Baja di Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 11:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.