Senin, 6 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

YLBHI Soroti Penyiksaan Demonstran

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 29 Sep 2025 19:20 WIB
Rubrik Nasional
YLBHI Soroti Penyiksaan Demonstran

Wakil Ketua YLBHI yang juga Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi, Arif Maulana mengemukakan sejumlah fakta mengenai penangkapan ratusan aktivis usai Ricuh Agustus-September 2025. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkap dugaan praktik penyiksaan oleh aparat kepolisian terhadap demonstran, termasuk anak-anak, yang ditangkap saat kerusuhan akhir Agustus hingga awal September 2025. Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan penyelidikan resmi atas kerusuhan ditargetkan rampung pada awal Desember mendatang.

Direktur LBH Yogyakarta Julian Duwi Prasetia menuturkan, banyak massa aksi mengalami kekerasan fisik saat pemeriksaan oleh aparat. “Ketika pemeriksaan, banyak massa aksi mendapatkan kekerasan oleh aparat dan dipaksa mengaku terlibat demo anarkistis,” ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (29/9).

Pernyataan Julian diperkuat Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI, Arif Maulana. Ia menekankan, mayoritas korban kekerasan justru anak-anak. “Di Magelang katakan ada 26 (demonstran) anak yang ditangkap mengalami penyiksaan,” ucap Arif.

Menurut Arif, sebagian anak bahkan mengaku dicambuk dengan selang, ditampar, ditendang, dan dipukul di bagian dada, meski sama sekali tidak terlibat aksi anarkistis. YLBHI juga menilai aparat menutup akses keluarga maupun kuasa hukum untuk menemui para demonstran selama pemeriksaan, dan akses baru dibuka setelah proses pemeriksaan selesai.

Selain kekerasan, YLBHI menyingkap dugaan praktik pemerasan yang dialami sejumlah orang yang ditangkap. Pemerasan tersebut disebut-sebut dilakukan oleh aparat kepolisian selama proses pemeriksaan.

“Dugaan pemerasan terhadap korban penangkapan terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Makassar,” kata Arif. Meski begitu, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai satuan kepolisian maupun jumlah korban.

Baca Juga: Perempuan 50 Tahun di Serpong Utara Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Kontrakan

YLBHI juga mengkritisi langkah polisi yang dinilai terlalu fokus memidanakan para aktivis. Menurut Arif, penggunaan pasal penghasutan untuk menjerat aktivis terkesan karet dan dipaksakan.

“Dengan menggunakan pasal penghasutan, polisi seolah-olah melihat demonstrasi muncul ketika ada dalangnya, jadi tidak murni,” ujarnya.

BeritaTerbaru

Polda Metro Jaya Tetapkan 2.054 Tersangka Dari 5.436 Kasus Pencurian

Polda Metro Jaya Tetapkan 2.054 Tersangka Dari 5.436 Kasus Pencurian

Selasa, 30 Jun 2026 21:59 WIB
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Selasa, 30 Jun 2026 15:20 WIB
Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5–6 Juta, Diperluas Jadi 150 Ribu Peserta

Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5–6 Juta, Diperluas Jadi 150 Ribu Peserta

Selasa, 30 Jun 2026 14:57 WIB
El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

Senin, 29 Jun 2026 16:22 WIB

Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur menambahkan, kriminalisasi terhadap aktivis pasca-demo merupakan upaya mencari kambing hitam. “Mereka mencari-cari kesalahan untuk kemudian dituduhkan kepada para aktivis,” katanya.

Isnur menduga, penangkapan besar-besaran dilakukan untuk merespons kecurigaan Presiden Prabowo Subianto terkait kerusuhan pasca-demo. “Ini upaya menjawab kemarahan presiden yang mengungkap adanya upaya makar dan terorisme,” ujarnya.

Karena itu, YLBHI mendesak Presiden Prabowo segera membentuk Tim Pencari Fakta Independen. “Kami mendesak untuk meneruskan pembentukan tim pencari fakta independen,” kata Isnur. Menurutnya, tanpa tim independen, proses penyelidikan justru berisiko melebar dan berubah menjadi kriminalisasi terhadap aktivis.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut hingga Jumat (26/9) jumlah tersangka mencapai 997 orang. Dari total itu, 971 dijerat dengan pasal pidana umum berdasarkan KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, sementara 26 orang lainnya disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga: Tiga Influencer Game Online Dilaporkan ke Polres Tangsel

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Syahardiantono pada Rabu (24/9) mengatakan ada 959 tersangka, terdiri dari 664 orang dewasa dan 295 anak. Ratusan kasus itu ditangani di berbagai kepolisian daerah, misalnya 232 tersangka di Polda Metro Jaya, 111 di Polda Jawa Barat, 136 di Polda Jawa Tengah, dan 58 di Polda Sulawesi Selatan.

Di tengah sorotan publik mengenai dugaan penyiksaan, pemerasan, dan lonjakan jumlah tersangka, Komnas HAM menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan pihaknya bersama enam Lembaga Nasional HAM (LNHAM) telah membentuk Tim Independen Pencari Fakta.

“Kalau komitmen dari enam lembaga, kita usahakan awal Desember sudah selesai. Nanti hasilnya tentu akan disampaikan kepada Presiden dan DPR,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/9).

Tim gabungan ini ditugasi mengumpulkan data lapangan, memverifikasi dugaan pelanggaran, serta menyusun rekomendasi bagi pemerintah. Temuan awal, menurut Anis, menunjukkan adanya indikasi kesalahan prosedur aparat, penangkapan sewenang-wenang, hingga dugaan korban jiwa.

“Kami masih mengidentifikasi perkembangan terkait dengan temuan awal. Termasuk kami melakukan penyelidikan terhadap 10 orang yang diduga menjadi korban jiwa selama kerusuhan Agustus–September,” ucapnya. (rmg/san)

Tags: kepolisianpenyiksaanYayasan Lembaga Bantuan Hukum IndonesiaYLBHI
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun
Nasional

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Senin, 29 Jun 2026 16:20 WIB
Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen
Nasional

Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen

Minggu, 28 Jun 2026 14:17 WIB
Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya
Nasional

Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya

Selasa, 23 Jun 2026 17:36 WIB
Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung
Nasional

Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Selasa, 23 Jun 2026 17:31 WIB
Prabowo: NU Tak Pernah Kalah
Nasional

Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Selasa, 23 Jun 2026 17:28 WIB
Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun
Nasional

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Senin, 22 Jun 2026 16:28 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Ayah Wajib Hadir, Bupati Tangerang Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

Ayah Wajib Hadir, Bupati Tangerang Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

Senin, 29 Jun 2026 15:29 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

Jumat, 3 Jul 2026 07:18 WIB

Peredaran 4.650 Butir Obat Keras Ilegal Digagalkan Polsek Neglassri

Minggu, 5 Jul 2026 13:58 WIB
TPA Jatiwaringin Terbakar, Pemkab Tangerang Pastikan Angkutan Sampah Tetap Normal

TPA Jatiwaringin Terbakar, Pemkab Tangerang Pastikan Angkutan Sampah Tetap Normal

Rabu, 1 Jul 2026 18:03 WIB
Nyaris Tutup, SDS Dewi Supraba Tangerang Bangkit Berkat Program Sekolah Gratis

Nyaris Tutup, SDS Dewi Supraba Tangerang Bangkit Berkat Program Sekolah Gratis

Kamis, 2 Jul 2026 20:58 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.