Selasa, 8 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

YLBHI Soroti Penyiksaan Demonstran

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 29 Sep 2025 19:20 WIB
Rubrik Nasional
YLBHI Soroti Penyiksaan Demonstran

Wakil Ketua YLBHI yang juga Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi, Arif Maulana mengemukakan sejumlah fakta mengenai penangkapan ratusan aktivis usai Ricuh Agustus-September 2025. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkap dugaan praktik penyiksaan oleh aparat kepolisian terhadap demonstran, termasuk anak-anak, yang ditangkap saat kerusuhan akhir Agustus hingga awal September 2025. Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan penyelidikan resmi atas kerusuhan ditargetkan rampung pada awal Desember mendatang.

Direktur LBH Yogyakarta Julian Duwi Prasetia menuturkan, banyak massa aksi mengalami kekerasan fisik saat pemeriksaan oleh aparat. “Ketika pemeriksaan, banyak massa aksi mendapatkan kekerasan oleh aparat dan dipaksa mengaku terlibat demo anarkistis,” ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (29/9).

Pernyataan Julian diperkuat Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI, Arif Maulana. Ia menekankan, mayoritas korban kekerasan justru anak-anak. “Di Magelang katakan ada 26 (demonstran) anak yang ditangkap mengalami penyiksaan,” ucap Arif.

Menurut Arif, sebagian anak bahkan mengaku dicambuk dengan selang, ditampar, ditendang, dan dipukul di bagian dada, meski sama sekali tidak terlibat aksi anarkistis. YLBHI juga menilai aparat menutup akses keluarga maupun kuasa hukum untuk menemui para demonstran selama pemeriksaan, dan akses baru dibuka setelah proses pemeriksaan selesai.

Selain kekerasan, YLBHI menyingkap dugaan praktik pemerasan yang dialami sejumlah orang yang ditangkap. Pemerasan tersebut disebut-sebut dilakukan oleh aparat kepolisian selama proses pemeriksaan.

“Dugaan pemerasan terhadap korban penangkapan terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Makassar,” kata Arif. Meski begitu, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai satuan kepolisian maupun jumlah korban.

Baca Juga: Perempuan 50 Tahun di Serpong Utara Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Kontrakan

YLBHI juga mengkritisi langkah polisi yang dinilai terlalu fokus memidanakan para aktivis. Menurut Arif, penggunaan pasal penghasutan untuk menjerat aktivis terkesan karet dan dipaksakan.

“Dengan menggunakan pasal penghasutan, polisi seolah-olah melihat demonstrasi muncul ketika ada dalangnya, jadi tidak murni,” ujarnya.

BeritaTerbaru

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Selasa, 8 Sep 2026 08:06 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 08:02 WIB
Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB

Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur menambahkan, kriminalisasi terhadap aktivis pasca-demo merupakan upaya mencari kambing hitam. “Mereka mencari-cari kesalahan untuk kemudian dituduhkan kepada para aktivis,” katanya.

Isnur menduga, penangkapan besar-besaran dilakukan untuk merespons kecurigaan Presiden Prabowo Subianto terkait kerusuhan pasca-demo. “Ini upaya menjawab kemarahan presiden yang mengungkap adanya upaya makar dan terorisme,” ujarnya.

Karena itu, YLBHI mendesak Presiden Prabowo segera membentuk Tim Pencari Fakta Independen. “Kami mendesak untuk meneruskan pembentukan tim pencari fakta independen,” kata Isnur. Menurutnya, tanpa tim independen, proses penyelidikan justru berisiko melebar dan berubah menjadi kriminalisasi terhadap aktivis.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut hingga Jumat (26/9) jumlah tersangka mencapai 997 orang. Dari total itu, 971 dijerat dengan pasal pidana umum berdasarkan KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, sementara 26 orang lainnya disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga: Tiga Influencer Game Online Dilaporkan ke Polres Tangsel

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Syahardiantono pada Rabu (24/9) mengatakan ada 959 tersangka, terdiri dari 664 orang dewasa dan 295 anak. Ratusan kasus itu ditangani di berbagai kepolisian daerah, misalnya 232 tersangka di Polda Metro Jaya, 111 di Polda Jawa Barat, 136 di Polda Jawa Tengah, dan 58 di Polda Sulawesi Selatan.

Di tengah sorotan publik mengenai dugaan penyiksaan, pemerasan, dan lonjakan jumlah tersangka, Komnas HAM menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan pihaknya bersama enam Lembaga Nasional HAM (LNHAM) telah membentuk Tim Independen Pencari Fakta.

“Kalau komitmen dari enam lembaga, kita usahakan awal Desember sudah selesai. Nanti hasilnya tentu akan disampaikan kepada Presiden dan DPR,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/9).

Tim gabungan ini ditugasi mengumpulkan data lapangan, memverifikasi dugaan pelanggaran, serta menyusun rekomendasi bagi pemerintah. Temuan awal, menurut Anis, menunjukkan adanya indikasi kesalahan prosedur aparat, penangkapan sewenang-wenang, hingga dugaan korban jiwa.

“Kami masih mengidentifikasi perkembangan terkait dengan temuan awal. Termasuk kami melakukan penyelidikan terhadap 10 orang yang diduga menjadi korban jiwa selama kerusuhan Agustus–September,” ucapnya. (rmg/san)

Tags: kepolisianpenyiksaanYayasan Lembaga Bantuan Hukum IndonesiaYLBHI
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku
Headline

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton
Nasional

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB
Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

6,6 Juta Warga Banten Manfaatkan Program CKG, Diabetes dan Darah Tinggi Mendominasi

6,6 Juta Warga Banten Manfaatkan Program CKG, Diabetes dan Darah Tinggi Mendominasi

Kamis, 3 Sep 2026 16:45 WIB
New Vario EVO 160 Night Ride ‘Leave It Behind’, WMS Ajak Nikmati Serunya Riding Malam

New Vario EVO 160 Night Ride ‘Leave It Behind’, WMS Ajak Nikmati Serunya Riding Malam

Jumat, 4 Sep 2026 13:00 WIB
Tidak Tahu Bantuan RTLH Berkurang, Sekda Banten Pastikan Evaluasi DPRKP

Tidak Tahu Bantuan RTLH Berkurang, Sekda Banten Pastikan Evaluasi DPRKP

Rabu, 2 Sep 2026 20:21 WIB
TPP PPPK Kota Tangerang Naik 15 Persen, ini Respons Forum Pegawai

TPP PPPK Kota Tangerang Naik 15 Persen, ini Respons Forum Pegawai

Jumat, 4 Sep 2026 18:24 WIB
Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih

Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih

Minggu, 6 Sep 2026 16:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.