Jumat, 11 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Menteri Kebudayaan RI Kunjungi Benteng Speelwijk Banten, Ini yang Dipaparkannya

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 26 Okt 2025 11:59 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Menteri Kebudayaan RI Kunjungi Benteng Speelwijk Banten, Ini yang Dipaparkannya
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Kementerian Kebudayaan RI, mengusulkan pemugaran situs bersejarah di Banten, seperti Keraton Surosowan, Benteng Kaibon, Speelwijk, dan lainnya. Tindakan itu harus dilakukan, guna melestarikan sisa peninggalan kejayaan Kesultanan Banten.

Pesan itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di acara Simbolisasi Jalur Kedatangan Cornelis de Houtmen di Benteng Speelwijk, Minggu (26/10/2025).

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan, keberadaan sisa peninggalan Kesultanan Banten, merupakan bukti kemajuan peradaban kebudayaan di Banten. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemugaran agar masyarakat luas, khususnya warga Banten bisa mengerti dan memahami kejayaan Kesultanan Banten.

“Saya kira, perlu kiranya dilakukan pemugaran di Keraton Kaibon, Sorosowan, dan Benteng Speelwijk, dan lainnya. Karena di Banten, pernah ada kerajaan atau kesultanan yang peradabannya sudah maju,” katanya, Minggu (26/10/2025).

Dia mengatakan, pihaknya bersama dengan semua pihak terkait akan terus berupaya untuk menjaga peninggalan kebudayaan di Banten, sebagai situs warisan bersejarah Nusantara.

“Kita meresmikan monumen atau penandan Cornelis de Houtman masuk ke Banten, waktu itu namanya Bantam, kita berusaha melakukan rekonstruksi terhadap sejarah, karena Banten merupakan pelabuhan terbesar tempat perdagangan dan akulturasi kebudayaan,” tambahnya.

Baca Juga: Banten Lama Bakal Menjadi Titik Awal Rangkaian HPN 2026, Napak Tilas Di Tanah Jawara

Dari hasil penelitian, kata dia, diketahui bahwa kantor pertama Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) ada di Banten, tepat satu tahun setelah kedatangan Cornelis de Houtman di tahun 1603 silam.

“Kantor VOC pertama, sebelum berpindah ke Batavia itu ada di Banten tahun 1603, VOC ini merupakan perusahaan multinasional terbesar pertama mungkin yang ada,” ujarnya.

BeritaTerbaru

Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut

Kamis, 10 Sep 2026 22:58 WIB
SIDAK WAJIB PAJAK -- Pimpinan DPRD dan Tim Optimalisasi PAD Pemkab Pandeglang, melakukan sidak sejumlah Cafe & Resto, Kamis (10/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah

Kamis, 10 Sep 2026 21:58 WIB
Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)

Disdikpora Pandeglang Perpanjang Kebijakan PJJ

Kamis, 10 Sep 2026 21:45 WIB
KUNJUNGAN -- Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin ke Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 842/Badak Sakti (BS), Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9/2026). (ISTIMEWA)

Dandim 0601/Pandeglang Dampingi Kunjungan Menhan RI ke Yonif TP 842 Badak Sakti

Kamis, 10 Sep 2026 21:40 WIB

“Mereka ingin menguasai pangan, energi dan sumber lainnya. akhirnya mereka berubah dari berdagang menjadi penjajahan, dan bangkrut pada tahun 1799,” timpalnya.

Dia mengatakan, Banten merupakan pelabuhan terbesar dan sudah berdiri sejumlah bangunan yang sekarang menjadi cagar budaya, termasuk masjid Banten Lama dan Keraton Surosowan, Benteng Zigzag dan bangunan lainnya, berdiri jauh atau sudah ada peradaban yang sudah maju di Banten.

“Mudah-mudahan, kedepan melalui penelitian dan kajian, mungkin bisa pugar keraton surosowan, kaibon, dan lainnya. Sehingga, menghidupkan ekosistem yang lainnya,” pungkasnya.

“Selain pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda. Kita juga ingin, agar ini menjadi ekonomi budaya, sehingga lebih banyak lagi orang atau wisatawan datang ke Banten untuk melihat kejayaan Banten pada masanya,” tuturnya.

Baca Juga: Wayang Nganjor Kolaboratif Tampil Memukau di Pandeglang, Gabungkan Pentas Wayang Dengan Teater

“kita sudah mendirikan museum di dekat Keraton Surosowan, dan memperlihatkan berbagai temuan atau artefak disekitar Keraton Surosowan, mudah-mudahan museum ini menjadi tempat pembelajaran dan tempat pusat budaya di Banten,” sambungnya.

Dia berharap, melalui berbagai kegiatan kebudayaan di Banten, masyarakat bisa lebih mengetahui sejarah Banten dan kejayaannya. Oleh karena itu, penting kiranya melakukan berbagai kegiatan berkelanjutan untuk memasarkan atau menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait sejarah Banten.

“Dengan adanya penanda ini, kita harapkan bisa semakin dikenal, dan masyarakat banyak mengetahui tentang Banten pada masanya. Karena masuknya de Houtmen itu, sangat penting sebagai masuknya penjajahan pertama di tahun 1602,” ucapnya

“Kita ingin menggambarkan, Banten sebagai sebuah peradaban dan kota yang sudah moderen pada masa itu, dimana ada pelabuhan dan kapal-kapal sudah bisa masuk termasuk etnis berbagai agama dan akulturasi kebudayaan yang sudah berjalan dengan harmonis,” tutupnya.

Arkeolog Banten Mochamad Ali Fadillah mengatakan, kedatangan empat kapal besar Belanda pada 24 Juni 1596 ke Banten, telah membawa perubahan baru dalam teknologi kelautan di Nusantara. De Houtman juga dianggap menantang maut, karena harus melintas Lautan Atlantik dan Samudera Hindia untuk sampai ke Kepulauan Rempah di Timur Jauh tersebut.

“Selama ini, kita hanya melihat sejarah dari satu sumber saja, pada akhir hidupnya di Banten, de Houtman sempat dipenjara dan laporannya ditulis di penjara sebelum berangkat ke Batavia. Jadi mereka di sini selama lima bulan, termasuk keliling kota menggambarkan pasar, keraton dan lainnya,” ungkapnya.

“Temuan ini adalah, penanda dan indikator utama memang Cornelis sempat datang ke sini dan tidak sempat masuk karena akan kandas dan sandar di Pulau lima, kemudian menggunakan sekoci masuk ke Pabean dan ini berada diluar benteng kota atau benteng zigzag,” tukasnya.

Dewan Penasehat Banten Heritage ini juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian sisa peninggalan Kesultanan Banten dalam waktu lama, dan melibatkan berbagai pihak. Bahkan, pihaknya banyak menemukan berbagai hal dalam kegiatan itu.

“Kita sempat menggali menggunakan eksafator selama lima hari, selain struktur batu bata didalamnya ditemukan ada pecahan botol wine, ada bahan keramik, dan bahan lainnya termasuk besi karena dimasa itu kita belum menggunakan besi, kita masih menggunakan kayu,” terangnya.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banten ini bercerita, sebelum kedatangan De Houtman, Portugis sudah lama menjadi raja dagang di Nusantara. Mereka menguasai pelabuhan-pelabuhan strategis, dari Malaka hingga Maluku. Namun, monopoli itu mulai goyah ketika bangsa-bangsa Eropa lain terutama Belanda melihat peluang besar di balik aroma cengkih dan pala yang menggiurkan.

Kedatangan Cornelis de Houtman dan armadanya dianggap sebagai titik balik sejarah perdagangan di Nusantara. Meski awalnya disambut curiga dan sempat terjadi ketegangan dengan penguasa Banten, langkah De Houtman menandai berakhirnya dominasi Portugis.

“Tak lama kemudian, posisi Portugis di berbagai wilayah perdagangan mulai melemah,” ujarnya.

Ali menjelaskan, ekspedisi De Houtman bukan hanya soal rempah, tetapi juga awal hubungan panjang antara Belanda dan kepulauan Indonesia. Sebuah kisah, yang kelak berkembang menjadi masa penjajahan panjang.

“Namun di balik itu, ada satu hal menarik, bagi masyarakat setempat, kabar kedatangan bangsa baru dari barat ini terasa seperti angin perubahan Portugis yang dulu begitu kuat kini terdesak, dan lembaran baru sejarah Nusantara pun mulai ditulis berawal dari layar kapal Cornelis de Houtman yang membentang di ufuk Banten,” imbuhnya. (adib)

Tags: Benteng SpeelwijkFadli Zonkesultanan bantenMenteri Kebudayaan RI
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

LOKAKARYA MINI - Dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor, dalam meningkatkan pelayanan serta derajat kesehatan masyarakat, UPT Puskesmas Bojong melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tahun 2026. (ISTIMEWA)
Banten Region

UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat

Kamis, 10 Sep 2026 21:35 WIB
BERBINCANG -- Gubernur Banten Andra Soni, saat berbincang dengan warga, usai melakukan tasyakuran dan panen Singkong, di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Kamis (10/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Gubernur Andra Dorong Singkong Lebak jadi Komoditas Unggulan

Kamis, 10 Sep 2026 21:16 WIB
DOA BERSAMA -- Jurnalis yang bertugas di Kabupaten Lebak, saat menggelar doa bersama di Sekretariat Pokja Wartawan dan Harian Elektronik Lebak, di Jalan Abdi Negara, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis (10/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Wartawan Lebak Gelar Doa Bersama

Kamis, 10 Sep 2026 21:11 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi'i menyampaikan keterangan mepada wartawan terkait perkembangan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pencarian Hari Ketiga Nihil, Kabasarnas: Belum Ada Tanda-tanda

Kamis, 10 Sep 2026 19:35 WIB
LIFE JAKET : Tim gabungan dari TNI AL menemukan life jaket saat melakukan pencarian terhadap rombongan wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tim Pencari Sempat Temukan Pelampung Di Perairan Cikoneng, Labuan Pandeglang

Kamis, 10 Sep 2026 19:31 WIB
Headline

Culinary Day 2026 Hadir Meriahkan Tangerang 10K, 80 Tenant Siapkan Kuliner Khas Kota Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Jumat, 4 Sep 2026 12:39 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Rabu, 9 Sep 2026 21:13 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 8 September, Cek Lokasinya

Selasa, 8 Sep 2026 07:50 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.