SATELITNEWS.COM, LEBAK – Anggota DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa mendorong penerapan metode Deep Learning dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Lebak.
Menurut anggota Komisi X DPR itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan penurunan kualitas pendidikan nasional. “Kita bicara kualitas, karena hasil PISA 2022 menunjukkan penurunan,” ujarnya saat workshop pendidikan di Rangkasbitung, Selasa (28/10/2025).
Adde menjelaskan, Deep Learning menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan keterlibatan aktif siswa, bukan sekadar hafalan. Ia juga menyoroti rendahnya nilai Indonesia dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) yang masih di bawah rata-rata 400 poin.
“Negara seperti Malaysia dan Brunei kini lebih maju, padahal dulu banyak guru mereka dari Indonesia. Ini harus jadi evaluasi menyeluruh, dari kurikulum hingga kualitas guru,” tegasnya.
Ia berharap para guru mampu menerapkan metode pembelajaran yang efektif agar learning loss pascapandemi dapat diatasi. Selain itu, ia mendukung program wajib belajar 13 tahun dan menilai pendidikan PAUD harus mendapat perhatian serius, termasuk kualitas guru dan fasilitas.
“Lama sekolah di Lebak baru 6,6 tahun, jauh dari target 13 tahun. Karena itu, pembelajaran berbasis Deep Learning perlu diterapkan agar pendidikan lebih bermakna,” tandasnya. (mulyana)
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
























