SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Perwakilan (Kanwil) Provinsi Banten, siap mendukung program strategis daerah seperti penyediaan lahan untuk sektor pertanian, ketahanan pangan, sekolah rakyat dan sekolah garuda.
Hal itu dikatakan Kepala BPN Kanwil Banten baru Harison Mocodompis, seusai berdialog bersama Gubernur Banten Andra Soni di ruangannya, KP3B, Kota Serang, Senin (17/11/2025).
Menurut Harison, kendati BPN tidak mempunyai lahan, namun database status kepemilikan lahan di Provinsi Banten tersedia secara rinci. Sehingga ketika Pemerintah Daerah (Pemda) membutuhkan lahan untuk program pembangunan, BPN siap mensuport.
“Iya, tadi ada beberapa poin yang menjadi konsen pak Gubernur dan meminta BPN untuk ikut mensukseskan, terutama kaitannya dengan pengadaan ketersediaan lahan,” tambahnya.
Sebagai Kepala Kanwil baru, katanya, tentu membutuhkan masukan dari yang mempunyai wilayah. Oleh karenanya, berbagai masukan itu menjadi salah satu fokus kinerjanya selama di Provinsi Banten.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kebutuhan lahan itu menjadi sangat penting dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo maupun prioritas daerah. Seperti memastikan ketersediaan lahan untuk program ketahanan pangan, sekolah garuda, sekolah rakyat yang terintegrasi.
Baca Juga: Pemprov Banten Ajukan Kuota Tambahan Solar
Untuk sekolah rakyat terintegrasi satu titik memnutuhkan sekitar 30 hektar, karena di situ ada dari jenjang SD, SMP dan SMA. Lalu untuk sekolah garuda minimal ketersediaan lahannya 20 hektar untuk satu titik. Belum lagi Pemprov Banten berencana akan menjalankan program penanaman kedelai, vinili dan pisang.
“Tentunya butuh suport lahannya,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemprov Banten akan mengembangkan komoditas kedelai untuk memperkuat suplai protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Kebutuhan kedelai di Banten saat ini masih mengandalkan pasokan dari daerah lain. Padahal, Banten memiliki banyak lahan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian kedelai.
“Dengan kita bisa memproduksi kedelai sendiri, maka suplai kebutuhan protein dalam menunjang program MBG kita akan semakin kuat,” kata Andra.
Apalagi kedelai memiliki banyak produk turunan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai. Makanan itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di Banten.
Baca Juga: DPRD Banten Dukung Kebijakan PJJ, Yeremia: Pelajaran Harus Tetap Berbobot
Kemudian, Andra Soni juga menyambut baik rencana tim ahli untuk mengembangkan komoditas kedelai di Provinsi Banten. Khususnya karena metode tanam dan pemupukannya saat ini sudah memanfaatkan kemajuan teknologi.
“Rencananya metode tanam itu akan melibatkan masyarakat setempat,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus Tauchid menambahkan, pihaknya bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Wawan Gunawan akan menindaklanjuti arahan gubernur terkait pengembangan pertanian kedelai. Apalagi, pengembangan kedelai tersebut akan menggunakan metode tanam dan pemupukan berbasis teknologi serta bibit unggul dari varietas yang telah terbukti produktif.
“Ini merupakan awal yang baik. Mudah-mudahan dengan pengembangan kedelai ini, ketahanan pangan di Provinsi Banten akan semakin kuat,” katanya.
Menurut Agus, sementara ini ada dua lokasi potensial yang akan dikembangkan. Yaitu di Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani.
“Dalam waktu dekat kita akan meninjau lokasi yang bisa dijadikan untuk pertanian kedelai,” ujarnya. (luthfi)
























