SATELITNEWS.COM, TANGSELPemkot Tangsel Serahkan Penanganan Kasus Kematian Siswa SMPN 19 ke Polisi
-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tewasnya siswa SMPN 19 berinisial MH (MH) kepada pihak kepolisian.
“Kami serahkan sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk pembuktian fakta yang sesungguhnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni saat ditemui, Selasa (18/11/2025).
Menurut Deden, korban maupun pihak keluarga tidak pernah melapor ke sekolah sebelum kejadian. Laporan baru disampaikan pada 21 Oktober, setelah insiden terjadi.
“Jadi pas melapor itu di tanggal 21 Oktober, setelah kejadian. Itu makanya, kami sedang menunggu proses hukum bagaimana yang terjadi sebenarnya. Yang jelas sudah ditangani polisi dan kami menunggu hasilnya seperti apa,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai apakah korban memiliki riwayat penyakit atau catatan khusus di sekolah, Deden mengatakan hal itu masih menunggu hasil dari rumah sakit dan pihak berwenang.
“Kami tunggu nanti dari yang punya kewenangan dan rumah sakit nanti. Tapi intinya sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan kami sedang menunggu dan kami ikuti prosesnya. Termasuk tadi anak2 yang waktu kejadian ada di lokasi, sudah ada beberapa yang dipanggil termasuk gurunya juga dan kepala sekolah juga dipanggil,” sebutnya.
Baca Juga: Seragam Khas Sekolah Digratiskan, Dibayar Pemkot Tangsel Lewat BOS
Dindikbud Tangsel memastikan bahwa tidak ada laporan korban lain selain MH. Kata dia, Dindikbud Tangsel dan stakeholder terkait gencar mengedukasi para siswa sebagai langkah pencegahan preventif.
“Sejauh ini gak ada aduan yang lain. Sebetulnya kami sudah menekan di awal bahwa kami sudah kerja sama dengan kejaksaan, kepolisian untuk pencegahan tindakan preventif itu. Teman-teman dari kejaksaan memberikan edukasi kepada siswa-siswi termasuk guru-gurunya,” paparnya.
Deden melanjutkan, kedepan pihaknya akan menambah kamera pengawas CCTV didalam kelas. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi hal tersebut serta meyakinkan para orang tua selama anak-anaknya bersekolah.
“Hari ini CCTV itu kan ada di luar ya, bukan di kelas, mungkin dalam waktu dekat akan kami pasang CCTV di setiap kelas supaya meyakinkan kepada orang tua bahwa kejadian ini jadi pelajaran dan kami antisipasi dengan kegiatan program yang tetap berjalan,” jelasnya. (eko)
