SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, sudah mengeluarkan kebijakan untuk mencegah kenaikan harga sembilan bahan pokok (Pokok) dan bumbu dapur, menjelang dan setelah pergantian tahun baru 2026.
Dari sekian jenis bahan sembako dan bumbu dapur, Pemprov Banten mengaku kesulitan untuk menekan kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah di pasaran. Penyebabnya, selain karena faktor cuaca, juga karena daerah penyuplai cabai belum masuk masa panen.
Asda Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemprov Banten Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dan rapat dengan semua pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang dan setelah pergantian tahun baru 2026.
“Kita sudah rapat TPG dan sejauh ini masih normal. Kecuali cabai rawit dengan cabai merah, kita sudah coba komunikasi dengan produsen, ternyata kendalanya cuaca, jadi sama saja, agak susah ngendaliinnya,” katanya, Minggu (28/12/2025).
Untuk sembako, Pemprov Banten sudah melakukan koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Serang untuk menjaga dan menambah stok sembako guna mengantisipasi kenaikan harga.
“Kalau beras, mie, minyak, kita sudah koordinasikan dengan Bulog agat bisa menambah dan mengamankan stok. Sehingga, harga dipasaran bisa lebih stabil,” tandasnya.
Baca Juga: Program Bang Andra Diklaim Perkuat Konektivitas Antar Desa
Selain itu, Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/kota lain di Banten juga terus melakukan pengawasan terhadap kenaikan sejumlah barang dipasaran. Tindakan itu sengaja dilakukan agar bisa bertindak cepat dan harga sembako bisa kembali stabil.
“Kita pantau dan daerah kabupaten/kota juga mantau, kalau beras naik kita akan tambah stok, kalau cabai ini sulit, karena memang terkendala oleh cuaca juga. Kalau makelar enggak ada ya, paling distributor dan sejauh ini masih amanlah, harga-harga juga sudah mulai turun,” pungkasnya.
Budi mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi untuk mengendalikan harga cabai, salah satunya dengan menyuplai pasokan beras dari daerah lain. Tindakan itu harus dilakukan agar harga kembali stabil dan masyarakat tidak terbebani.
“Kalau cabai ya susah, tetapi tetap kita siapkan, kalau misalkan daerah Kediri atau Brebes sudah panen, kita bisa datangkan cabai untuk menekan harga,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengaku sudah menyampaikan kepada semua pihak terkait agar bisa mengendalikan harga sembako dipasaran. Apabila terjadi kenaikan atau lonjakan, bisa segera melakukan operasi pasar.
“Kita ingin agar harga ini tetap stabil, kita juga sudah sampaikan agar segera melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan harga sembako,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Pemprov Banten Klaim Cadangan Pangan Dimusim Kemarau Aman
