SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemkot Serang mencatat, sepanjang 412 kilometer kondisi jalan di Kota Serang dalam kondisi rusak. Jumlah itu terjadi peningkatan, dari sebelumnya hanya 208 kilometer.
Peningkatan itu terjadi, setelah ada peningkatan status untuk ruas jalan lingkungan dan jalan poros.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, untuk melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di Kota Serang, dirinya melakukan skema penuntasan per kecamatan. Anggaran akan difokuskan untuk, menyelesaikan jalan di satu kecamatan hingga persentase tinggi sebelum berpindah ke yang lain.
“Tahun depan misalnya Kecamatan Taktakan kita bikin 90 persen, tahun depannya lagi geser ke Walantaka,” kata Budi, seusai meresmikan betonisasi jalan poros Kampung Sadik menuju Simangu, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Selasa (30/12/2025).
Dengan pola itu, Budi memperkirakan tahun 2027 betonisasi jalan poros Kota bisa selesai dilaksanakan. Sementara menunggu giliran pembetonan, jalan-jalan yang rusak akan ditangani melalui program pemeliharaan rutin.
Oleh karena itu, Budi meminta masyarakat Kota Serang untuk bersabar. Karena setiap proyek harus melalui tahapan perencanaan dan regulasi yang tidak bisa dilewati sembarangan.
Baca Juga: 200 Lebih Pedagang Ramaikan ‘Pasar Jedogan’ di Kawasan Pasar Lama Kota Serang
“Saya baru sepuluh bulan. Pemerintah bukan tidak mendengar, tapi ada aturan negara yang harus dilewati,” ungkapnya.
Menurut Budi Peresmian ini menjadi bukti komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran.
“Tahun depan 2026, jalan terusan di sini sekitar kurang lebih satu kilometer akan kita kerjakan lagi. Anggarannya sekitar Rp 2,4 miliar,” ungkap Budi, saat acara.
Proyek lanjutan, kata Budi senilai Rp 2,4 miliar akan dibagi menjadi dua segmen: 600 meter dan 340 meter, guna memaksimalkan aksesibilitas masyarakat. Dirinya meminta kesabaran warga, karena setiap proyek harus melalui tahapan perencanaan dan regulasi yang tidak bisa dilewati sembarangan.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, untuk memperbaiki seluruh jalan rusak yang ada di Kota Serang setidaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp150 miliar meliputi betonisasi, pemeliharaan jalan, maupun pelebaran jalan.
Namun alokasi anggaran pada tahun 2025 hanya sebesar Rp40 miliar. Maka dari itu, kalau hanya mengandalkan APBD Kota, tidak akan cukup. Tapi dibantu provinsi dan pusat, karena semua jalan rusak menjadi prioritas terutama di kawasan industri, seperti Kecamatan Kasemen dan Walantaka.
“Tentunya untuk menarik investasi, ya kita juga menjadi prioritas pembuka akses jalan ke sana,” imbuhnya. (luthfi)
Baca Juga: Bangli dan Sedimentasi Jadi Pemicu Banjir di Kota Serang
























