SATELITNEWS.COM, SERPONG UTARA–Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan hingga akhir tahun 2025 telah mencapai 84 persen. Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis capaian serapan anggaran tersebut masih akan meningkat seiring masih tersisanya beberapa hari pelaksanaan anggaran.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, mengatakan realisasi anggaran pada akhir tahun umumnya mengalami lonjakan signifikan.
Hal itu seiring rampungnya sejumlah kegiatan dan penyelesaian administrasi pembayaran yang biasanya terjadi menjelang tutup tahun anggaran.
“Masih ada beberapa hari ke depan, dan biasanya realisasi yang besar justru terjadi di akhir. Saya optimistis capaian ini bisa berada di angka yang baik,” ujar Bambang saat diwawancarai di wilayah Serpong Utara, Senin (29/12).
Menurutnya, capaian serapan anggaran yang baik tidak selalu harus mencapai 100 persen. Yang terpenting, pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bambang menilai, serapan anggaran di atas 90 persen sudah mencerminkan kinerja pengelolaan anggaran yang sehat dan efektif.
“Baik itu tidak harus selalu 100 persen. Di atas 90 persen itu sudah sangat baik, dan saya optimistis bisa tercapai,” katanya.
Bambang menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong perangkat daerah agar mempercepat penyelesaian kegiatan dan penatausahaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga dan tidak hanya mengejar angka serapan semata.
Baca Juga: Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan
Ia menegaskan, serapan anggaran yang tinggi harus sejalan dengan kualitas belanja daerah, baik untuk program pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, maupun kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sisa waktu yang ada, Pemkot Tangerang Selatan optimistis realisasi APBD 2025 dapat ditutup dengan capaian yang positif dan menjadi modal penting untuk pelaksanaan program pembangunan pada tahun berikutnya. (irm/rmg)

















