SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, meminta kepada semua kepala daerah agar bertindak cepat dalam mengatasi persoalan kerusakan infrastruktur. Pernyataan itu disampaikan, setelah dirinya melihat akses jalan di beberapa wilayah lambat tertangani.
Andra mengatakan, saat ini masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pintar secara kedinasan, melainkan harus bisa bergerak cepat dalam mengatasi berbagai persoalan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Oleh karenanya, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan bisa menjadi modal utama dalam memangkas administrasi yang terkesan terlalu berbelit. Jika demikian, akan ada banyak waktu terbuang dan proses pembangunan akan terhambat.
Pemimpin pintar, kata dia, sangat dibutuhkan agar penataan daerah berjalan baik. Namun, kepintaran itu belum bisa jadi jaminan untuk memangkas birokrasi dan mengambil kebijakan yang tepat ditengah hegemoni kebutuhan masyarakat.
“Kita butuh orang yg cepat sekarang ini, bukan cuma orang pintar saja. Harus cepat bergerak, cepat mengambil kebijakan dan keputusan, agar infrastruktur terbangun dengan baik,” katanya, Selasa (13/1/2026).
Andra mengatakan, salah satu daerah yang menjadi sorotan yaitu Kabupaten Pandeglang. Soalnya, ada jembatan hampir putus disalah satu ruas jalan utama dikaki Gunung Karang namun belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
Baca Juga: Temui Gubernur Banten, Kapolda Sampaikan Ini
Sementara, ruas jalan itu menjadi akses utama masyarakat dan akses utama pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Cadasari. Persoalan itu bisa menjadi penghambat pembangunan sarana pendidikan, karena alat berat akan sulit masuk bahkan bisa menyebabkan jembatan terputus.
“Jadi harus segera dikoordinasikan secepatnya, ada juga beberapa jalan yang perlu kita koordinasikan, maka mohon disuport agar tidak ada gangguan dalam pembangunan sekolah rakyat ini,” pungkasnya.
Andra bercerita, alasan dirinya mengeluarkan kebijakan Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) sebagai upaya memangkas keterlambatan pembangunan infrastruktur didaerah karena adanya keterlambatan dalam mengambil kebijakan pembangunan infrastruktur.
“Program Bang Andra bukan hanya untuk membangun jalan agar bagus, tetapi agar kebermanfaatannya dirasakan lama. Ini juga salah satu upaya kita mempercepat kebijakan didaerah,” ujarnya lagi.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Asep Rahmat mengaku, pihaknya akan segera menindaklanjuti teguran Gubernur Banten tersebut. Kata dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap jembatan yang hampir putus tersebut.
“Iya kita sudah periksa, kita sudah ukur, pembangunannya nanti panjang 12 meter dan lebar enam meter. Dana yang kita butuhkan sekitar Rp5 miliarlah begitu,” tukasnya.
Baca Juga: Tahun Depan, Pemprov Banten Berkomitmen Perluas Program Banten Ramah
“Dananya amanlah, kan nanti kita akan usulkan bantuan perbaikan jembatan kepada Pemprov Banten agar bisa segera dilakukan perbaikan,” tutupnya. (adib)

















