SATELITNEWS.COM, SERANG – Sejumlah Investor besar, dikabarkan tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Serang, terutama di wilayah Serang Timur dan Serang Barat, untuk membuka kawasan industri baru. Investor tersebut merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, Wawan Ikhwanudin membenarkan adanya investor besar yang akan masuk baik ke wilayah Serang Timur amaupun Serang Barat, untuk membuka kawasan industri.
Menurut Wawan, tertariknya para investor masuk ke Kabupaten Serang, karena dari berbagai sisi memiliki kelebihan. Pertama dari aspek infrastruktur jalan, Kabupaten Serang dilalui oleh Jalan Tol Jakarta – Merak maupun Serang – Panimbang yang sebentar lagi selesai pembangunnya.
Kemudian wilayah wilayah yang sudah ditentukan untuk kawasan industri hampir 100 persen jalannya sudah bagus semua. Selanjutnya enuruhan yang lain, Kabupaten Serang juga dekat dengan pelabuhan baik Pelabuhan Bojonegara, Cilegon dan Tanjung Priuk dengan akses jalan tol yang sudah perhubung.
“Pasokan listrik kitabjuga memenuhi, karena kita punya PLTU Suralaya, termasuk kebutuhan air baku kita sudah mumpuni disamping Rawa Danau kita ada Bendungan Sindangheula,” ujar Wawan, Senin (19/1/2026).
Dari sisi keamanan, lanjut Wawan Kabupaten Serang juga cenderung aman. Dengan demikian kata Wawan dari berbagai sisi Kabupaten Serang lebih unggul dibandingkan daerah lain.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Serang Berharap Investasi Tak Terganggu Penetapan LBS
Disinggung terkait investor yang akan masuk ke Kabupaten Serang, Wawan mengungkapkan bahwa investor tersebut sejauh ini sudah melakukan komunikasi dengan pihaknya. Investor tersebut masih berasal dari dalam negeri atau PMDN.
“Kebutuhan tanahnya cukup luas, namun kita juga memiliki lahan yang cukup luas baik Serang Timur ataupun Serang Barat,” ujarnya.
Wawan menegaskan geliat investasi di Kabupaten Serang dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Seperti di tahun 2025 dari target investasi sebesar Rp6 trilian tercapai Rp17,5 Triliun.
“Mudah mudahan kedepan semakin meningkat. Kita berharap bahwa peningkatan investasi ini disamping meningkatkan PAD juga mengurangi pengangguran,” pungkasnya. (sidik)
