SATELITNEWS. COM, JAKARTA — Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sejalan dengan itu, pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) telah teridentifikasi sebagai korban meninggal kedua dalam insiden ini.
Black box ditemukan di dalam potongan ekor pesawat setelah tim khusus menembus medan ekstrem pegunungan yang curam dan berisiko tinggi. Tim tersebut terdiri atas personel Basarnas, Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti, serta Tim Reaksi Cepat Bosowa.
“Kita bersyukur, pada pukul 11.00 Wita tim khusus yang kita bentuk berhasil menemukan black box,” ujar Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/01/2026).
Black box ditemukan masih berada di dudukannya di dalam bagian ekor pesawat dan tidak terlepas akibat benturan. Perangkat tersebut telah berhasil dilepas dan dievakuasi menuju posko.
Dody mengungkapkan, lokasi ekor pesawat sebenarnya telah teridentifikasi secara visual sejak beberapa hari sebelumnya, namun belum dapat dijangkau karena kontur medan yang sangat terjal.
“Kemarin sudah kita identifikasi secara visual, tetapi belum bisa menuju lokasi karena medan yang menantang. Setelah analisis dan rapat, kami membentuk tim khusus untuk menuju titik ekor,” ujarnya.
Tim khusus harus bertahan di lokasi selama dua hari dengan membawa perlengkapan logistik masing-masing personel. Metode pencarian juga diubah setelah evaluasi lapangan dilakukan.
“Operasi awalnya naik-turun. Setelah evaluasi, metode kita ubah dengan dorongan logistik. Personel membawa bekal sendiri dan didukung dapur lapangan,” kata Dody.
Secara visual, kondisi black box terlihat utuh berdasarkan rekaman video dari lapangan. Namun, penetapan kondisi dan analisis teknis selanjutnya akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Black box ditemukan pada kedalaman sekitar 150 meter dari puncak lokasi jatuhnya pesawat.
Sementara itu, di Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, salah satu jenazah berhasil diidentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, pramugari berusia 33 tahun.
“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” ujar Kepala Bidokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhamad Haris. “Alamat (korban) Apartemen Walk Tower A Unit 216 Bulo Gadung, Jakarta Timur,” ucapnya lagi.
Identifikasi dilakukan setelah satu kantong jenazah diterima pada Selasa (20/1) malam. Pemeriksaan melibatkan tim DVI Pusdokes Polri, Tim Identifikasi Polda Sulsel, Tim Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
“Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis,” jelas Haris.
Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi mengatakan kondisi jenazah masih memungkinkan pembacaan sidik jari.
“Sidik jari masih bisa terbaca, sehingga kami langsung mengambil dan membandingkannya dengan data pembanding,” ujarnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa hasil identifikasi dilakukan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. “Hasil pemeriksaan tidak terbantahkan, data identitas identik dengan korban,” katanya.
Setelah proses identifikasi rampung, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel menyerahkan jenazah Florencia Lolita kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Jakarta. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berusaha keras menemukan adik kami,” ujar Felix, kakak kandung korban.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dengan rute Yogyakarta – Makassar jatuh pada Sabtu (17/1/2026) dan ditemukan dalam kondisi hancur pada Minggu (18/1/2026). Saat itu di dalam pesawat terdapat 10 orang.
Hingga kini, baru dua jenazah yang ditemukan dari total 10 orang di dalam pesawat tersebut. Satu korban lainnya berjenis kelamin laki-laki dan masih dalam proses identifikasi. Operasi pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus dilanjutkan. (rmg/xan)