SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Suasana Pasar Jombang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tampak berbeda dari biasanya. Lapak-lapak pedagang daging sapi yang umumnya dipenuhi potongan daging segar kini kosong melompong. Meja dagang bersih tanpa tumpukan daging, batu asahan pun tak terlihat. Tidak ada aktivitas tawar-menawar, hanya lorong pasar yang lengang.
Kondisi ini terjadi karena para pedagang daging sapi kompak menghentikan aktivitas jual beli. Mereka memilih mogok sebagai bentuk protes atas kenaikan harga daging sapi dari tingkat jagal yang dinilai semakin memberatkan.
Muhammad (52), salah satu pedagang daging sapi mengaku sudah tidak sanggup menanggung lonjakan harga yang terus terjadi sejak awal tahun. Ia mengatakan, mogok jualan menjadi satu-satunya pilihan agar keluhan pedagang didengar.
“Kita mogok jualan karena harganya naik, jadi kami minta keringanan turun. Jadi pedagang daging se-Jabodetabek pada libur,” ujar Muhammad saat ditemui, Kamis (22/1/2026).
Menurut Muhammad, kenaikan harga daging sapi mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Terakhir, harga jual daging sapi di pasaran menyentuh Rp140 ribu per kilogram. Sementara itu, harga dari jagal sudah berada di angka Rp110 ribu per kilogram.
“Semenjak tahun baru harga daging mulai naik, kenaikan bisa sampai 5-10 ribu. Terakhir kemarin jualan Rp140 ribu per kilogram. Dari pemotongan saja sudah 110 dari jagalnya. Kita mau jual berapa?,” katanya.
Baca Juga: Sepeda Motor Kawasaki Ninja RR Dicuri dari Garasi Rumah di Ciputat
Ia menyebut, daging sapi yang dijualnya berasal dari tempat pemotongan di wilayah Ciputat. Di sisi lain, para pedagang di pasar justru berusaha menahan harga dari jagal agar tidak memberatkan pembeli.
“Kami kan untuk penjualan di pasar ini kita harga masih stabil tidak naikin, kenapa yang disana naik terus. Normal biasanya 130 ribu masih kita jual, sekarang 130 saja sudah tipis banget, ada memang (untung) tapi tipis banget. Kami yang tidak kuat, pembeli ada,” beber pria yang sudah berjualan daging sejak tahun 80-an ini.
Muhammad mengatakan, meski lapak tutup, pembeli tetap berdatangan. Sejak pagi, sejumlah warga terlihat mendatangi lapak pedagang daging untuk membeli kebutuhan mereka. Banyak di antaranya adalah pedagang makanan yang sangat bergantung pada pasokan daging sapi.
Ia menambahkan, jika hingga akhir pekan harga dari jagal tidak juga turun, pedagang kemungkinan akan kembali berjualan meski dengan kondisi yang berat.
“Jagal tidak menjelaskan alasan kenaikan ini. Ya mungkin terpaksa kalau harga tetap itu, kami jualan, nanti kita lihat infomasi di hari minggu, hari minggu kita tetap dagang,” sebutnya.
Di Pasar Jombang, sekitar 10 pedagang daging sapi rutin berjualan setiap hari. Selain itu, terdapat pula pedagang musiman yang jumlahnya lebih banyak.
Baca Juga: Kasus Tawuran di Ciputat, Polsek Tetapkan Anak Berhadapan Dengan Hukum
Para pedagang pun memasang informasi di lapak mereka masing-masing. Bahwasanya tertulis dari Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia dilakukan aksi mogok berjualan pada Kamis-Sabtu Januari 2026 di seluruh pasar se-Jabodetabek.
“Kami berharap kepada Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional dapat segera mengambil langkah konkrit menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak
dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” bunyi tulisan dalam surat tersebut. (eko)

















