SATELITNEWS.COM, LEBAK—Masyarakat Lebak terdampak banjir bandang tahun 2020 yang sudah mendiami hunian sementara (huntara) selama lima tahun benar-benar diuji kesabarannya. Sebab bisa dipastikan, pembangunan hunian tetap (huntap) akan terealisasi lebih lama lagi.
Hal ini diketahui setelah proses lelang perusahaan pelaksana yang belum rampung membuat pembukaan huntap Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, kembali tertunda dari jadwal. Pemenang tender sebelumnya ternyata mengundurkan diri.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab mundurnya pihak ketiga tersebut. Padahal tahapan awal berupa pekerjaan cut and fill direncanakan mulai dilaksanakan pada Senin, (26/1). Namun hingga awal Februari 2026, aktivitas pembukaan lahan belum juga terealisasi.
Salah seorang warga calon penghuni Huntap Cigobang, Zaenudin, mengatakan keterlambatan pembangunan hunian permanen tersebut membuat warga kembali harus bersabar menunggu kepastian. Warga berharap pembangunan huntap segera dimulai agar kehidupan pascabencana dapat segera pulih. “Informasi yang kami terima, perusahaan yang sebelumnya memenangkan tender mengundurkan diri. Akibatnya, tahapan pembukaan lahan ikut tertunda,” kata Zaenudin, Rabu (4/2).
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak kembali melakukan proses lelang untuk menentukan perusahaan pelaksana pembukaan lahan Huntap Cigobang. Proses tersebut masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat, yakni antara Kamis, 5 Februari hingga Sabtu, 7 Februari 2026. “Setelah lelang selesai, kami berharap pekerjaan pembukaan lahan bisa segera dimulai. Jangan sampai ada penundaan berkepanjangan karena ini menyangkut kepastian tempat tinggal permanen bagi warga,” ujarnya.
Zaenudin juga menyebutkan, anggaran pembangunan huntap sebesar Rp56 miliar yang bersumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) baru akan dicairkan setelah proses pembukaan lahan diselesaikan oleh Pemkab Lebak. Oleh karena itu, kepastian waktu dinilai sangat penting agar warga tidak terus hidup dalam ketidakpastian.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Kucurkan Rp 268 M, Bangun Jembatan dan Huntara
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, membenarkan bahwa pembukaan lahan Huntap Cigobang belum dimulai karena proses lelang perusahaan masih berjalan. “Saat ini masih dalam proses pengadaan,” kata Halson. Ia memastikan, setelah seluruh tahapan administrasi dan lelang selesai, pembangunan Huntap Cigobang akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mempercepat realisasi hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Cigobang.(mulyana)
























