SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang menggelar kegiatan Pesantren Ramadan atau santri kilat (Sanlat) secara serentak di seluruh sekolah tingkat SD dan SMP selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
Acara ini dibuka oleh Wali kota Tangerang Sachrudin di SD 4 dan 5 Sukasari, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan itu, Sachrudin, menegaskan, anak-anak merupakan aset sekaligus harapan masa depan Kota Tangerang dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan perlu ditanamkan sejak dini, terutama melalui momentum bulan suci Ramadan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak. Melalui Pesantren Ramadan ini, kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan berakhlakul karimah,” ujar Sachrudin di hadapan sekitar 900 siswa.
Ia menambahkan, Pesantren Ramadan bukan hanya kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter agar para siswa semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperkuat pemahaman agama, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial melalui program Ramadan Berbagi, seperti pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa.
“Nilai empati dan kepedulian kepada sesama harus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Sachrudin, berharap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Kota Tangerang yang cerdas, berkarakter, beriman, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah di masa depan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita menanamkan pondasi iman, akhlak, dan karakter sejak dini agar kelak mereka mampu menjadi generasi penerus yang membawa Kota Tangerang menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Sachrudin.
Baca Juga: Hapus Kesenjangan Kualitas Sekolah Negeri dan Swasta, Ini Langkah Disdik Kota Tangerang
Sebagai informasi, kegiatan Pesantren Ramadan SD–SMP di Kota Tangerang dilaksanakan selama tiga hari, 11–13 Maret 2026, dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti tadarus dan tahsin Alqur’an, kajian keislaman, salat Duha dan zikir bersama, hafalan surat pendek serta doa harian, hingga pembelajaran akidah dan akhlak melalui kisah teladan Rasulullah SAW.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, program pesantren kilat merupakan bagian dari upaya satuan pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. “Program pesantren kilat ini merupakan agenda rutin tahunan Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang dilaksanakan di satuan pendidikan sebagai wadah pembentukan karakter bangsa,” ujar Wahyudi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan pada pekan kedua Ramadan setelah sebelumnya para siswa mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA). Program Sanlat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembelajaran sebelum para siswa memasuki masa libur sekolah. “Penerjemahan pesantren kilat ini juga menjadi salah satu cara bagi satuan pendidikan untuk menciptakan anak didik yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Sanlat diisi dengan berbagai materi keagamaan bagi siswa Muslim, mulai dari pembelajaran baca tulis Alqur’an hingga pemahaman makna yang terkandung di dalamnya.
Sementara untuk siswa nonmuslim juga tetap mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di lingkungan sekolah. “Bagi yang nonmuslim juga diarahkan sesuai dengan agamanya masing-masing, sehingga prinsipnya hasil dari kegiatan ini juga menciptakan budaya karakter toleransi antarumat beragama,” kata Wahyudi.
Ia menambahkan, kegiatan pesantren kilat tersebut berlangsung selama kurang lebih satu pekan dan dilaksanakan secara serentak di seluruh SD dan SMP di Kota Tangerang. Program ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter religius sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai di kalangan pelajar. (made)
Baca Juga: Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif, Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Cisadane
