SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mencatat, lonjakan arus balik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa mulai terjadi. Hingga saat ini, lonjakan mulai terjadi hingga 80 persen dari total arus mudik beberapa waktu lalu.
Kepala Dishub Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, selama arus balik Lebaran 2026, pihaknya mencatat terjadi lonjakan signifikan untuk pengguna kendaraan dan pejalan kaki yang memanfaatkan jasa pelabuhan penyeberangan Merak.
“Lonjakan mulai terjadi, untuk penumpang dan kendaraan sudah sampai 80 persen. Bahkan hampir semua kategori mengalami peningkatan,” katanya, Kamis (26/3/2026).
Tri mengaku, pihaknya sudah menerima data jumlah pemudik yang kembali ke Pulau Jawa dari instansi terkait di Provinsi Lampung. Terkait hal itu, pihaknya akan terus menyiagakan personel untuk membantu mengamankan arus balik, bersama dengan semua instansi terkait lainnya.
“Dari data yang kita terima dari Lampung semua ada peningkatan, penumpang, kendaraan, pejalan kaki. Ada yang sampai 80 persen peningkatannya,” tambahnya.
Tri menerangkan, jumlah pejalan kaki di lintasan Bakauheni–Merak naik 41 persen dari 9.147 menjadi 12.889 orang. Kendaraan roda dua melonjak tajam hingga 89 persen dari 9.807 menjadi 18.488 unit. Sementara kendaraan roda empat penumpang meningkat 44 persen dari 11.794 menjadi 16.985 unit.
Baca Juga: Gemar Dinilai Strategis Dalam Memperkuat Pengasuhan Dan Pendidikan Anak
“Secara total, jumlah kendaraan tercatat naik 61 persen dari 22.393 unit pada 2025 menjadi 36.076 unit pada 2026. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus yang meningkat 52 persen,” ujarnya.
Tri menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjadi faktor penting dalam mengurai kepadatan arus balik tahun ini. Menurutnya, tanpa kebijakan tersebut, puncak arus diprediksi akan jauh lebih parah.
“Seperti disampaikan Pak Kapolda, yang penting arus itu lancar. WFA juga membantu kelancaran mudik dan balik. Kalau tidak ada WFA saya yakin tadi malam akan habis-habisan (stuck),” pungkasnya.
Dia memprediksi, puncak arus balik akan terjadi akhir pekan nanti, seiring dengan selesainya kebijakan penerapan Work From Anywhere (WFA). Oleh karena, terjadi pergeseran puncak arus balik karena aktivitas pekerjaan dan sekolah belum berjalan normal.
“Kalau tidak ada WFA, prediksi puncak arus balik Selasa malam. Namun karena ada WFA dan anak sekolah belum masuk, kemungkinan Sabtu Minggu juga akan ada peningkatan,” tuturnya.
Dia mengatakan, semua personel Dishub Provinsi Banten dikerahkan hingga hari Minggu (29/3/2026) untuk mengamankan arus balik Lebaran. Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat hati-hati, karena ada beberapa ruas jalan dalam kondisi rusak.
Baca Juga: Kurang Diminati Generasi Muda, Dunia Pertanian Di Banten Mengkhawatirkan
“Ada jalan di Cinangka yang longsor, memang sudah lama, tapi karena ada peningkatan arus saat ini jadi tersendat. Lebar jalan cuma empat meter, tidak bisa jadi empat lajur. Gantian lewatnya untuk mobil karena sempit, tapi kalau motor masih bisa lewat,” pungkasnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pihaknya telah menempatkan personel di sejumlah titik di jalur wisata, serta pelabuhan penyeberangan.
“Dalam menghadapi arus balik Lebaran, kami telah menyiapkan personel dengan menempatkannya di kawasan wisata dan pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, Polda Banten juga mendirikan beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di jalur utama arus balik. “Ada empat posko, yaitu Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, Pos Terpadu dan Posko SAR. Kami siapkan posko SAR di tempat-tempat yang bakal dikunjungi oleh masyarakat,” imbuhnya. (adib)




























