SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk mempercepat program pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE) di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta serta Tangerang. Kebijakan ini ditujukan sebagai solusi strategis mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/3).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, dalam pertemuan tersebut Rosan melaporkan perkembangan implementasi program WTE yang akan diterapkan di berbagai kota besar dan padat penduduk. Setelah itu Kepala Negara meminta Rosan mempercepat pengembangan PLTSa di kota besar dan padat penduduk seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali.
“Seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, hingga Bali, serta kota lainnya di Indonesia,” ujar Teddy, Kamis (26/3).
Menurut Teddy, program waste to energy menjadi solusi jangka panjang dalam menangani persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal di berbagai daerah. Selain mengurangi timbunan sampah, program ini juga berpotensi menghasilkan energi alternatif, khususnya energi listrik. Prabowo, lanjut Teddy, menginginkan pemerintah pusat bergerak cepat dan terintegrasi dalam menangani persoalan sampah yang telah lama menumpuk di sejumlah wilayah.
“Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah yang belum tertangani dengan baik di daerah untuk dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan menjadi energi, terutama energi listrik,” ujar Teddy.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Media, Perkenalkan Layanan Digital VIOLA
Program percepatan waste to energy ini diharapkan tidak hanya mengatasi krisis sampah di kota-kota besar, tetapi juga mendukung transisi menuju energi bersih di Indonesia.
Sebelumnya, Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) resmi membuka pendaftaran baru atau batch kedua bagi perusahaan yang berminat menjadi calon mitra dalam pengembangan proyek WtE atau PSEL, Selasa (17/3).
Gelombang pendaftaran kedua dibuka setelah proses seleksi mitra pada gelombang pertama untuk empat wilayah, yakni Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya dan Yogyakarta selesai dilakukan beberapa waktu lalu.
“Pembukaan pendaftaran baru ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern,” ujar Fadli Rahman, Director of Investment DIM, dalam siaran resminya. (rmg)
