Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Indonesia Terbesar Kedua Dunia Kasus TBC

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 7 Apr 2026 16:00 WIB
Rubrik Nasional
Indonesia Terbesar Kedua Dunia Kasus TBC

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus (kedua kiri, Wamendagri Akhmad Wiyagus (kedua kanan), dan perwakilan WHO Indonesia Setiawan Jati Laksono (kiri), dalam Konferensi Pers Hari TB Sedunia 2026, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta Senin (6/4/2026). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA-–Indonesia berkejaran dengan waktu untuk mendeteksi hampir 300.000 pengidap Tuberkulosis (TBC) yang hingga kini masih berada di luar pantauan medis.
Dari estimasi 1.090.000 kasus nasional, data terbaru menunjukkan baru sekitar 867.000 pasien yang berhasil masuk ke dalam sistem pengobatan.

Fakta itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus. “Kasus TB di Indonesia masih cukup tinggi bahkan secara jumlah kasus diperkirakan ada 1.090.000 kasus TB di Indonesia dan yang diobati tahun lalu 867.000 kasus, jadi masih ada hampir 300.000 kasus yang belum ditemukan,” ujar Paulus, dalam peringatan Hari TB Sedunia 2026 di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Di forum yang sama, Perwakilan WHO Indonesia Setiawan Jati Laksono menyebut, Indonesia termasuk dalam kelompok negara dengan beban kasus TBC tinggi secara global. Menduduki posisi kedua kasus TBC terbanyak di dunia.

“Dari peta global, Indonesia berada di peringkat kedua setelah India. Delapan negara menyumbang sekitar 67% kasus TB dunia, dan Indonesia termasuk di dalamnya,” kata Setiawan.

Secara global, lanjut Setiawan, masih terdapat kesenjangan besar dalam penemuan kasus TBC. Dari sekitar 10,7 juta kasus setiap tahun, masih ada sekitar 2,4 juta kasus yang belum terdeteksi.

Paulus mengatakan, tingginya jumlah penderita TBC di Indonesia menjadi tantangan bagi Kemenkes untuk memberantas kuman TB. Strategi penanganan harus bergeser dari sekadar urusan klinis menjadi persoalan lingkungan hidup. Pasalnya, celah angka ini bukan sekadar statistik, melainkan risiko penularan senyap yang terus membayangi kawasan padat penduduk.

Baca Juga: Laos vs Indonesia, Demi Jaga Kans Lolos

“Saya ingin menjelaskan bahwa pada hari ini pemberantasan TB itu lintas sektoral Kemenkes di depan bersama Kemendagri tidak cukup. Harus dibagi kementerian PKP, Kemenaker, Kemensos, Kementerian Pangan, dan Kementerian lingkungan hidup ini saling berkaitan,” ujarnya.

Pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan melakukan skrining yang meluas selama 2026. Fokus utama kini diarahkan pada kelompok masyarakat ekonomi lemah di Desil 1-4, di mana kondisi hunian seringkali menjadi faktor utama pelestarian kuman.

Paulus menjelaskan secara teknis bahwa kuman TBC sebenarnya sangat rentan terhadap lingkungan luar namun mematikan di ruang tertutup. “Kuman TB itu kalau di udara kena sinar matahari itu 15-30 menit mati kumannya. Tapi kalau di rumah yang tidak ada ventilasi tidak bagus, kuman TBC bisa tahan berbulan-bulan,” tuturnya.

Realitas sosiologis inilah yang mendorong lahirnya kebijakan kolaboratif lintas sektoral. Pemerintah memulai proyek percontohan renovasi 2.000 unit rumah pada tahun 2026 bagi keluarga prasejahtera melalui kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Targetnya adalah memastikan sirkulasi udara dan cahaya matahari pada rumah tinggal diperbaiki agar tidak lagi menjadi inkubator bakteri.

“Pokoknya yang paling membutuhkan kita yang diutamakan, sehingga kali ini kita punya berhasil, tahun depan kami ingin minta tambah lagi, boleh 10 ribu rumah,” tambah Paulus.

Namun, perbaikan fisik bangunan hanyalah satu sisi dari solusi. Di level akar rumput, pengawasan diperketat melalui pembentukan 5.315 Desa Siaga TBC dari total 16.045 desa yang tersebar di 11 provinsi prioritas. Wilayah fokus tersebut mencakup Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Ana/Trias Singkirkan Wakil Malaysia dari Kejuaraan Dunia

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa ribuan desa tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam skrining massal sepanjang tahun 2026. “Ini sekaligus akan membantu kerja Pemda dalam penanganan TBC dengan kolaborasi mikro dengan desa dan kelurahan,” ujar Wiyagus.

Ia menekankan bahwa efektivitas di lapangan akan sangat bergantung pada komitmen kepala daerah dan integrasi antara Puskesmas dengan pemerintah desa. “Sejauh ini kita memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Daerah yang sudah menentukan komitmennya,” ucapnya. (rmg/xan)

BeritaTerbaru

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Tags: Indonesiakasuskementerian kesehatanpengidap TBCTBC
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji
Nasional

Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Selasa, 1 Sep 2026 17:46 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas
Bisnis

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle
Nasional

Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle

Senin, 31 Agu 2026 17:31 WIB
Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan
Nasional

Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan

Senin, 31 Agu 2026 17:28 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Open Day Syafana Islamic School Dihadiri 500 Calon Orang Tua Siswa

Open Day Syafana Islamic School Dihadiri 500 Calon Orang Tua Siswa

Minggu, 30 Agu 2026 06:15 WIB
6.500 Liter Air Disalurkan ke Warga di Tigaraksa Tangerang

6.500 Liter Air Disalurkan ke Warga di Tigaraksa Tangerang

Minggu, 30 Agu 2026 21:45 WIB
KIRIM NAKES -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan tiga tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak bencana, Rabu (2/9/2026). Mereka akan bertugas selama dua minggu. (ISTIMEWA)

Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi

Rabu, 2 Sep 2026 20:34 WIB
Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur

Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur

Kamis, 3 Sep 2026 13:36 WIB
Jaro Kanekes Desak Perluasan Parkir Baduy

Jaro Kanekes Desak Perluasan Parkir Baduy

Senin, 31 Agu 2026 20:18 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.