SATELITNEWS.COM, LEBAK—Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan tidak khawatir terhadap persaingan antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan jaringan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret. Menurutnya, koperasi justru harus mampu membaca peluang dan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.
Hasbi mengatakan, kunci utama agar koperasi dapat bertahan dan berkembang adalah dengan menyesuaikan jenis usaha yang dijalankan. Produk yang disediakan harus benar-benar dibutuhkan warga dan belum banyak tersedia di gerai ritel modern. “Sesuaikan dengan kebutuhan di desa masing-masing. Misalnya di minimarket tidak ada produk yang dibutuhkan masyarakat, koperasi harus bisa mengisi kekosongan itu sehingga persaingannya menjadi baik dan sehat,” ujar Hasbi.
Ia juga menolak wacana pembatasan ekspansi minimarket sebagai upaya pemerataan ekonomi. Menurutnya, persaingan usaha harus tetap terbuka dan tidak merugikan pihak lain. “Enggak lah, jangan, apalagi sampai yang lain ditutup,” tegasnya. Lebih lanjut, Hasbi mendorong seluruh kepala desa agar aktif mengajak masyarakat bergabung menjadi anggota koperasi. Dengan semakin banyak anggota, diharapkan koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Supaya di akhir tahun bisa dapat keuntungan dari SHU. Harapan Presiden dan kita semua, kehadiran koperasi bisa membawa dampak positif terhadap ekonomi warga, dari yang tidak mampu menjadi mampu,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menyambut baik adanya dukungan armada untuk operasional koperasi desa. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat distribusi hasil produksi masyarakat. “Dengan adanya bantuan kendaraan ini diharapkan akses produksi hasil pertanian dan logistik desa semakin lancar, serta mampu menggerakkan perekonomian di wilayah Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 34 unit truk untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai disalurkan di Kabupaten Lebak, Senin (6/4/2026). Bantuan armada dari PT Agrinas Pangan Nusantara tersebut ditujukan untuk mempercepat operasional koperasi serta memperkuat distribusi hasil produksi desa. Dengan dukungan tersebut, Pemkab Lebak optimistis koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (mulyana)