SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap implementasi PP Tunas. Salah satunya melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran digital di berbagai sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi, mengatakan perangkat tersebut digunakan untuk menciptakan ruang pembelajaran digital yang lebih interaktif sekaligus tetap berada dalam koridor pemanfaatan teknologi yang edukatif bagi siswa. “Kota Tangerang bahkan lebih dulu mengadakan IFP. Ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang digital yang edukatif di sekolah,” ujar Wahyudi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus diarahkan untuk mendukung proses belajar yang sehat dan produktif, sejalan dengan semangat perlindungan anak dalam ruang digital sebagaimana diatur dalam PP Tunas.
Meski fasilitas teknologi telah tersedia, Wahyudi mengakui tantangan terbesar saat ini adalah kesiapan sumber daya manusia, khususnya para guru, dalam memaksimalkan pemanfaatan perangkat digital tersebut. “Guru harus terus update. Bagaimana kontennya menarik dan bagaimana pesan pembelajaran bisa sampai kepada siswa. Ini yang menjadi tantangan,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi pembelajaran juga harus diiringi dengan penerapan konsep pembelajaran mendalam (deep learning), sehingga proses belajar tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi mampu membangun pemahaman dan karakter siswa.“Pembelajaran itu harus sampai ke implementasi. Tidak hanya menggugurkan kewajiban kurikulum, tapi juga membentuk karakter anak,” tegasnya.
Selain pembelajaran di kelas, Pemkot Tangerang juga mendorong penguatan literasi digital di kalangan pelajar. Wahyudi menilai literasi saat ini tidak lagi terbatas pada buku cetak, tetapi juga mencakup berbagai bentuk konten digital. “Literasi sekarang bisa dalam bentuk digital. Bahkan guru dituntut untuk bisa memproduksi buku digital,” ujarnya.
Baca Juga: Lulusan Capai 22 Ribu, Daya Tampung SMP Negeri di Kota Tangerang Cuma 10 Ribu-an
Namun, ia mengakui bahwa budaya literasi digital masih menjadi tantangan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga masyarakat secara umum. “Kadang bukan hanya anak-anak, kita juga belum terbiasa. Ini yang harus dibangun bersama,” kata Wahyudi.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, untuk turut mendukung implementasi PP Tunas dengan memastikan penggunaan perangkat digital oleh anak dilakukan secara bijak dan sesuai batasan usia. “Kami mengajak seluruh orang tua untuk memahami batasan usia dan waktu. Ini demi masa depan anak-anak kita agar penggunaan digital benar-benar memberi manfaat,” pungkasnya.
Melalui penerapan PP Tunas, Pemkot Tangerang berupaya menyeimbangkan antara pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dengan upaya perlindungan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. Pengaturan yang tepat diharapkan mampu menjadikan teknologi tidak hanya sebagai sarana konsumsi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter. (ari)




























