SATELITNEWS.COM, SERANG – Muncul fenomena tidak biasa, ditengah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Banten. Puluhan pegawai senior, mengalami stagnasi karir alias mandeg dan kalah oleh pegawai baru.
Diketahui, ada ratusan ASN angkatan 2001 sampai 2007 yang karirnya mandeg dan tersebar merata disemua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Banten. Mereka bahkan sempat bergumam rotasi dan mutasi yang dilakukan beberapa waktu kurang tepat.
Para abdi negara ini, tidak mendapatkan kejelasan kenaikan pangkat dan jabatan meski telah mengabdi dalam waktu panjang.
Kondisi ini, menjadi perhatian karena sebagian ASN tersebut dinilai memiliki pengalaman panjang dan kemampuan kerja yang mumpuni, dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
Di sisi lain, muncul fenomena berbeda pada ASN yang lebih muda. Beberapa pegawai angkatan 2010 hingga 2011 dengan golongan III/d telah dipercaya menduduki jabatan struktural seperti eselon IV hingga kepala bidang (kabid). Situasi ini memunculkan persepsi ketimpangan dalam proses promosi jabatan.
Selain itu, sorotan juga mengarah pada pola pelantikan pejabat yang dinilai kurang variatif. Dalam beberapa kesempatan pelantikan, nama-nama yang muncul disebut-sebut masih didominasi oleh figur yang sama.
Baca Juga: Program Bang Andra Diklaim Perkuat Konektivitas Antar Desa
“Setiap pelantikan, yang muncul itu-itu saja. Sementara masih banyak ASN lain yang memiliki kapasitas namun belum mendapatkan kesempatan,” kata seorang ASN Pemprov yang minta namanya dirahasiakan, saat berbincang dengan satelitnews.com, Kamis (9/4/2026).
Staf disalah satu OPD Pemprov Banten ini mengatakan, pembinaan ASN seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya berbasis pada data kehadiran, tetapi juga mempertimbangkan loyalitas, pengalaman, serta kontribusi pegawai.
“Jika kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya motivasi kerja ASN, serta menciptakan persepsi negatif terhadap penerapan sistem merit di lingkungan birokrasi,” tandasnya.
Ditempat yang sama, seorang ASN lainnya meminta agar Pemprov Banten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen ASN, termasuk penguatan manajemen talenta, transparansi promosi jabatan, serta keadilan dalam memberikan kesempatan pengembangan karier.
“Pemerintah Provinsi Banten, harus mendorong peran BKD agar lebih optimal, tidak hanya dalam penegakan disiplin, tetapi juga sebagai motor penggerak pembinaan dan pengembangan karier ASN secara adil dan berkelanjutan,” katanya tegas.
Dia mengatakan, akibat hal itu, tidak sedikit ditemukan ASN yang mulai mengalami penurunan disiplin, seperti datang terlambat atau kurang aktif di kantor. Namun kondisi tersebut, tidak bisa dilepaskan dari rasa jenuh akibat stagnasi karier yang berlangsung cukup lama.
Baca Juga: Pemprov Banten Klaim Cadangan Pangan Dimusim Kemarau Aman
“Ketika absensi mulai memburuk, BKD cepat merespons. Tapi ketika ASN tersebut sebelumnya rajin dan menunjukkan kinerja baik selama bertahun-tahun, tidak ada langkah pembinaan atau dorongan karier yang signifikan. Ini yang menjadi catatan penting,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi, memastikan tidak ada stagnasi terhadap karir para ASN Pemprov Banten. Persoalan ini, kata dia, muncul karena Pemprov Banten dalam kurun waktu yang lama tidak melakukan rotasi dan mutasi.
“Insya allah tidak ada stagnasi, kita tetap jalan, ini kan kita juga jangan lupa sejarah, karena sudah lama enggak ada pengisian jabatan jadi menumpuk. Anggap saja kalau yang kosong ini 30 yang ngantrinya tiga ribu, jadi mohon dimaklum yang pasti siapapun yang mendapatkan amanah itu, sesuai denga penilaian manajemen talenta,” ungkapnya.
Deden mengatakan, Pemprov Banten saat ini sedang melakukan penilaian terhadap puluhan pejabat eselon III dan IV, menggunakan manajemen talenta. Tindakan itu, sebagai upaya mengatasi persoalan stagnasi jabatan pegawai di Banten.
“Kasian teman-teman gerbongnya agar berjalan terus, dan enggak terjadi stagnasi, kurang lebih sekitar 30 sampai 40 lah, kan masih banyak yang Plt, pelantikannya tahun ini, jumlah pastinya masih didata,” tukasnya.
“Kalau yang berikutnya belum menjadwalkan rotasi dan mutasi, karena sekarang baru melakukan pendataan yang pensiun, kayaknya enggak mungkin seminggu dua minggu,” imbuhnya.(adib)
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
