SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memastikan pelaksanaan tradisi tahunan Seba Baduy tahun 2026 akan digelar pada 23 hingga 26 April mendatang. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026.
Kepala Disbudpar Lebak, Yosep M Holis, mengatakan kepastian jadwal tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Hal itu lantaran Seba Baduy masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) yang menjadi bagian dari agenda nasional Kementerian Pariwisata. “Untuk Seba Baduy tahun ini akan digelar pada tanggal 23 sampai 26 April 2026, dengan event utamanya pada Jumat, 24 April 2026,” ujar Yosep, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/4/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata guna memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan, dukungan dari kementerian juga akan diberikan dalam bentuk fasilitasi penyelenggaraan. “Sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, tentu harus dikoordinasikan. Kita juga akan mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata dalam pelaksanaannya,” katanya.
Tak hanya menggandeng pemerintah pusat, Disbudpar Lebak juga melibatkan berbagai pihak untuk menyukseskan event budaya tersebut. Di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), komunitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Paguyuban Saija Adinda.
Yosep menuturkan, pelaksanaan tahun ini merupakan Seba kecil, berbeda dengan tahun sebelumnya yang merupakan Seba besar dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 warga Baduy. Tahun ini, jumlah peserta diperkirakan sekitar 1.500 orang, baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar. “Seba Baduy tahun ini masuk kategori kecil. Pesertanya sekitar 1.500 orang, berbeda dengan tahun lalu yang mencapai 2.000 orang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yosep menegaskan bahwa Seba Baduy merupakan event berskala nasional yang memiliki daya tarik unik dan tidak dimiliki daerah lain. Tradisi ini dinilai menjadi potensi besar dalam menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak. Menurutnya, momentum Seba Baduy akan dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha di sektor pariwisata seperti hotel, kuliner, dan UMKM.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Adat Baduy Tiba di Pendopo Lebak, Pengunjung Mengaku Merinding
“Kita akan manfaatkan event ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka akan semakin besar dampaknya terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya. Seba Baduy sendiri merupakan ritual adat tahunan masyarakat Baduy di Desa Kanekes, yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus mempererat silaturahmi dengan pemerintah. Tradisi ini digelar setelah masa Kawalu atau puasa adat.
Dalam pelaksanaannya, ribuan warga Baduy berjalan kaki dari wilayah adat menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten untuk menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah sebagai simbol ketaatan dan penghormatan.
Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, membenarkan bahwa tahun ini merupakan Seba kecil dengan jumlah peserta sekitar 1.500 orang. Ia juga menyebutkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan hasil bumi yang akan dibawa dalam prosesi Seba. “Persiapan sudah dilakukan, termasuk menyiapkan hasil panen untuk dibawa saat Seba,” singkatnya.(mulyana)
