SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Hujan dengan durasi singkat yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (14/4) siang ternyata cukup untuk memicu munculnya sejumlah titik genangan air di beberapa kawasan permukiman warga.
Berdasarkan laporan dari Komandan Regu Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan pihaknya menerima informasi genangan sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski intensitas hujan tidak berlangsung lama, air dengan cepat menggenangi sejumlah titik dengan ketinggian bervariasi. Dian merinci, adapun genangan terjadi di Perumahan BPI RW 04, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang dengan ketinggian muka air berkisar 5-35 sentimeter.
Lalu genangan kedua berada di Perumahan BPI blok F RW 13 Pamulang Barat, dengan ketinggian muka air 10-30 sentimeter. Untuk titik ketiga banjir terjadi di RW 07 Kelurahan Pamulang Timur dengan ketinggian muka air 10-25 sentimeter.
“Untuk titik terakhir berdasarkan laporan kami itu berada di Perum Reni Jaya Baru RT.007 RW 06 Kelurahan Pondok Benda, tinggi muka air 10-25 sentimeter,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Selain titik tersebut, genangan juga terjadi di Jalan Letnan Sutopo, Kecamatan Serpong sekitar pukul 14.35 WIB. Akibatnya, lalu lintas tersendat akibat jalan terendam air lebih dari 40 sentimeter.
Baca Juga: Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan
Kendaraan yang melintas harus berhati-hati dan disarankan melaju dengan jalur sebelah kanan dikarenakan genangan air lebih rendah. Sejumlah warga nampak turun tangan membantu arus lalu lintas dan pengarahan pengendara melawati sebelah kanan jalan.
Rupanya, kondisi itu kerap terjadi apabila hujan deras turun. Situasi ini mengindikasikan adanya persoalan pada sistem resapan air maupun saluran drainase yang belum mampu menampung debit air secara optimal.
Selain itu, faktor seperti penyumbatan saluran air dan alih fungsi lahan juga diduga turut memperparah kondisi genangan. BPBD Kota Tangsel mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas lebih tinggi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meskipun hujan hanya berlangsung sebentar, dampaknya tetap bisa signifikan jika tidak didukung dengan sistem tata kelola air yang memadai. (eko)

















