Jumat, 3 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Gaya Sachrudin Memimpin Tangerang: Kuping di Bawah, Anggaran di Prioritas

Oleh: Sanusi*

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 22 Apr 2026 16:50 WIB
Rubrik Kolom
Gaya Sachrudin Memimpin Tangerang: Kuping di Bawah, Anggaran di Prioritas

OPINI: Sanusi, warga Larangan Indah, Kota Tangerang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dua tahun memimpin Kota Tangerang, satu pola kepemimpinan Sachrudin mulai terbaca jelas: ia menaruh kuping lebih dulu sebelum menaruh batu pertama. Di era kepala daerah berlomba bikin proyek mercusuar, Walikota Sachrudin justru memilih jalan yang kurang populer di kamera: mendengar, lalu mengeksekusi yang prioritas.

Ini bukan gaya yang seksi. Tidak ada peresmian jembatan gantung tiap bulan. Tidak ada launching aplikasi baru tiap minggu. Tapi di bawah permukaan, cara ini pelan-pelan mengubah cara Kota Tangerang membelanjakan uang dan menyelesaikan masalah.

 

Pertama: Mendengar Bukan Pencitraan, Tapi Metode Kerja

Kebiasaan Sachrudin blusukan ke kampung, duduk di balai warga tanpa protokoler, sering dianggap seremonial. Tapi lihat hasilnya di dokumen APBD. Sejak 2024, alokasi anggaran Musrenbang naik 38%. Usulan perbaikan drainase di Cipondoh, pelebaran jalan lingkungan di Periuk, posyandu di Pinang, satu per satu masuk penganggaran karena Sachrudin mewajibkan camat dan lurah bawa by name by address keluhan warga ke rapat.

Ia membalik logika lama: bukan warga menyesuaikan diri dengan program pemkot, tapi program pemkot yang dipaksa menyesuaikan dengan keluhan warga. Contoh paling nyata: program bedah rumah. Sebelumnya kuota dibagi rata per kecamatan. Sekarang basisnya data by name by address dari RT/RW. Hasilnya, 2.137 rumah tidak layak huni ditangani 2024–2025, naik 60% dari periode sebelumnya, dan nyaris tanpa salah sasaran.

Baca Juga: Ikut Serta dalam Expo Apeksi, Pemkot Tangerang Ingin Perkuat Daya Saing UMKM Lokal

Mendengar bagi Sachrudin bukan konten Instagram. Mendengar adalah bahan bakar perencanaan.

 

BeritaTerbaru

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Senin, 8 Des 2025 21:02 WIB
Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB
Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB

Kedua: Skala Prioritas Artinya Berani Tidak Populis

Politisi pada umumnya takut menolak permintaan warga. Sachrudin sebaliknya. Ia berani bilang “tidak sekarang” untuk proyek yang belum mendesak. Tahun 2025, ia menunda pembangunan alun-alun baru di Kecamatan Benda demi menuntaskan normalisasi Kali Sabi dan Kali Cirarab yang jadi biang kerok banjir 5 kecamatan.

Keputusan itu dihujat. “Walikota tidak pro estetika kota,” kata sebagian. Tapi saat musim hujan Januari 2026 kemarin, genangan di Ciledug dan Larangan turun 41% dibanding 2023 versi data BPBD. Warga yang dulu demo, sekarang diam. Karena rumahnya tidak lagi kebanjiran.

Itulah “skala prioritas” ala Sachrudin: air mata warga yang rumahnya surut lebih penting dari foto bagus di alun-alun. Ia paham, APBD Tangerang Rp5,2 triliun itu besar, tapi tidak cukup untuk menuruti semua kemauan. Maka harus dipilih. Dan ia memilih yang menyelamatkan orang lebih dulu, bukan yang menyelamatkan citra.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris dengan Pelatihan Wirausaha

 

Tantangan Gaya Ini: Lambat Panas, Butuh Pembuktian

Gaya mendengar dan prioritas punya kelemahan. Ia tidak instagramable. Tidak cepat viral. Dampaknya baru terasa 1–2 tahun kemudian. Di tengah budaya politik yang menuntut hasil dalam 100 hari, cara Sachrudin ini rawan diserang “tidak kerja”.

Risiko kedua: dependensi pada data lapangan. Kalau lurah dan camatnya memberi data asal-asalan, maka yang didengar Sachrudin juga keliru. Karena itu, sejak awal ia dorong smart kelurahan dengan aplikasi LAKSA. Laporan warga masuk langsung ke dashboard walikota, memotong jalur birokrasi. Ketika data bicara, lobi dan titipan jadi kehilangan tenaga.

 

Penutup: Pemimpin yang Menaruh APBD di Selokan, Bukan di Spanduk

Kota Tangerang tidak butuh walikota yang sibuk gunting pita. Kota ini butuh walikota yang mau berkubang di selokan untuk memastikan air mengalir. Sachrudin memilih peran kedua.

Gaya kepemimpinan yang mendengar dan memprioritaskan masalah dasar ini mungkin tidak akan membuat Sachrudin dapat penghargaan innovative leader dari lembaga konsultan. Tapi ia sedang membangun jenis legacy yang berbeda: kepercayaan warga bahwa pemerintah kota akhirnya hadir di masalah sehari-hari mereka.

Di politik, yang paling sulit bukan membangun gedung. Yang paling sulit adalah membangun kesabaran untuk menunda yang bagus demi mendahulukan yang penting. Sachrudin sedang menguji teori itu di Tangerang.

Dan sejauh ini, air yang surut di Ciledug adalah argumen yang lebih kuat dari spanduk mana pun. (*)

 

*(Warga Larangan Indah, Kota Tangerang)

Tags: kota tangerangwachrudinWali Kota Tangerang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang
Kolom

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara
Kolom

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Libur Sekolah, Orang Tua Diingatkan Bahaya Jerat Medsos

Libur Sekolah, Orang Tua di Lebak Diingatkan Bahaya Jerat Medsos

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB
El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

Senin, 29 Jun 2026 16:22 WIB
Kepada Polisi, Awkarin Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel

Kepada Polisi, Awkarin Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel

Selasa, 30 Jun 2026 12:09 WIB
SAMBUTAN - Ketua DPC PPP Kabupaten Serang terpilih periode 2026-2031, Dendi Kurnia Ardiansyah, menyampaikan sambutan di acara Muscab ke X yang diselenggarakan di gedung Catur Ciruas, Minggu (28/6/2026). (ISTIMEWA)

Nahkodai PPP Kabupaten Serang, Dendi Siap Gaspol Susun Kepengurusan

Minggu, 28 Jun 2026 17:53 WIB
KUNJUNGAN - Menkop RI Ferry Juliantono, berkunjung ke Yayasan Anwarul Hidayah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Senin (29/6/2026). (ISTIMEWA)

Menkop RI Tegaskan Dukungannya Terhadap Pengembangan Kopontren Di Pandeglang

Senin, 29 Jun 2026 16:58 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.