Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Gaya Sachrudin Memimpin Tangerang: Kuping di Bawah, Anggaran di Prioritas

Oleh: Sanusi*

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 22 Apr 2026 16:50 WIB
Rubrik Kolom
Gaya Sachrudin Memimpin Tangerang: Kuping di Bawah, Anggaran di Prioritas

OPINI: Sanusi, warga Larangan Indah, Kota Tangerang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dua tahun memimpin Kota Tangerang, satu pola kepemimpinan Sachrudin mulai terbaca jelas: ia menaruh kuping lebih dulu sebelum menaruh batu pertama. Di era kepala daerah berlomba bikin proyek mercusuar, Walikota Sachrudin justru memilih jalan yang kurang populer di kamera: mendengar, lalu mengeksekusi yang prioritas.

Ini bukan gaya yang seksi. Tidak ada peresmian jembatan gantung tiap bulan. Tidak ada launching aplikasi baru tiap minggu. Tapi di bawah permukaan, cara ini pelan-pelan mengubah cara Kota Tangerang membelanjakan uang dan menyelesaikan masalah.

 

Pertama: Mendengar Bukan Pencitraan, Tapi Metode Kerja

Kebiasaan Sachrudin blusukan ke kampung, duduk di balai warga tanpa protokoler, sering dianggap seremonial. Tapi lihat hasilnya di dokumen APBD. Sejak 2024, alokasi anggaran Musrenbang naik 38%. Usulan perbaikan drainase di Cipondoh, pelebaran jalan lingkungan di Periuk, posyandu di Pinang, satu per satu masuk penganggaran karena Sachrudin mewajibkan camat dan lurah bawa by name by address keluhan warga ke rapat.

Ia membalik logika lama: bukan warga menyesuaikan diri dengan program pemkot, tapi program pemkot yang dipaksa menyesuaikan dengan keluhan warga. Contoh paling nyata: program bedah rumah. Sebelumnya kuota dibagi rata per kecamatan. Sekarang basisnya data by name by address dari RT/RW. Hasilnya, 2.137 rumah tidak layak huni ditangani 2024–2025, naik 60% dari periode sebelumnya, dan nyaris tanpa salah sasaran.

Mendengar bagi Sachrudin bukan konten Instagram. Mendengar adalah bahan bakar perencanaan.

Baca Juga: Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik

 

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

Kedua: Skala Prioritas Artinya Berani Tidak Populis

Politisi pada umumnya takut menolak permintaan warga. Sachrudin sebaliknya. Ia berani bilang “tidak sekarang” untuk proyek yang belum mendesak. Tahun 2025, ia menunda pembangunan alun-alun baru di Kecamatan Benda demi menuntaskan normalisasi Kali Sabi dan Kali Cirarab yang jadi biang kerok banjir 5 kecamatan.

Keputusan itu dihujat. “Walikota tidak pro estetika kota,” kata sebagian. Tapi saat musim hujan Januari 2026 kemarin, genangan di Ciledug dan Larangan turun 41% dibanding 2023 versi data BPBD. Warga yang dulu demo, sekarang diam. Karena rumahnya tidak lagi kebanjiran.

Itulah “skala prioritas” ala Sachrudin: air mata warga yang rumahnya surut lebih penting dari foto bagus di alun-alun. Ia paham, APBD Tangerang Rp5,2 triliun itu besar, tapi tidak cukup untuk menuruti semua kemauan. Maka harus dipilih. Dan ia memilih yang menyelamatkan orang lebih dulu, bukan yang menyelamatkan citra.

 

Tantangan Gaya Ini: Lambat Panas, Butuh Pembuktian

Gaya mendengar dan prioritas punya kelemahan. Ia tidak instagramable. Tidak cepat viral. Dampaknya baru terasa 1–2 tahun kemudian. Di tengah budaya politik yang menuntut hasil dalam 100 hari, cara Sachrudin ini rawan diserang “tidak kerja”.

Baca Juga: Tangerang 10K Berkontribusi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kota Tangerang

Risiko kedua: dependensi pada data lapangan. Kalau lurah dan camatnya memberi data asal-asalan, maka yang didengar Sachrudin juga keliru. Karena itu, sejak awal ia dorong smart kelurahan dengan aplikasi LAKSA. Laporan warga masuk langsung ke dashboard walikota, memotong jalur birokrasi. Ketika data bicara, lobi dan titipan jadi kehilangan tenaga.

 

Penutup: Pemimpin yang Menaruh APBD di Selokan, Bukan di Spanduk

Kota Tangerang tidak butuh walikota yang sibuk gunting pita. Kota ini butuh walikota yang mau berkubang di selokan untuk memastikan air mengalir. Sachrudin memilih peran kedua.

Gaya kepemimpinan yang mendengar dan memprioritaskan masalah dasar ini mungkin tidak akan membuat Sachrudin dapat penghargaan innovative leader dari lembaga konsultan. Tapi ia sedang membangun jenis legacy yang berbeda: kepercayaan warga bahwa pemerintah kota akhirnya hadir di masalah sehari-hari mereka.

Di politik, yang paling sulit bukan membangun gedung. Yang paling sulit adalah membangun kesabaran untuk menunda yang bagus demi mendahulukan yang penting. Sachrudin sedang menguji teori itu di Tangerang.

Dan sejauh ini, air yang surut di Ciledug adalah argumen yang lebih kuat dari spanduk mana pun. (*)

 

*(Warga Larangan Indah, Kota Tangerang)

Tags: kota tangerangwachrudinWali Kota Tangerang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat
Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu:  Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja:  Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang
Kolom

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Kasus Dugaan Sengketa Lahan Seret 2 Camat di Kabupaten Serang

Kasus Dugaan Sengketa Lahan Seret 2 Camat di Kabupaten Serang

Minggu, 6 Sep 2026 16:22 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:36 WIB
Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi

Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi

Senin, 7 Sep 2026 14:14 WIB
BERDOA BERSAMA -- Pengurus dan jajaran anggota SMSI-PWI Pandeglang, berdoa bersama untuk keselamatan 5 Jurnalis 2 Crew Kapal dan 1 Guide, yang hingga kini hilang kontak. (ISTIMEWA)

5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama

Rabu, 9 Sep 2026 10:50 WIB
Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.