SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, ikut terlibat dalam normalisasi Sungai Cirarab di Kabupaten Tangerang. Instansi itu, sudah melakukan normalisasi aliran sungai sekira 1,7 kilometer.
Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan mengatakan, penanganan sungai tersebut dilakukan oleh tiga pihak, yaitu Pemkab Tangerang, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC2), dan Pemprov Banten. Masing-masing, melakukan penanganan sesuai kapasitasnya.
“Ada tiga lnaga yang menangani, dari Kabupaten Tangerang ikut, leadingnya dari BBWSC2, rencana akan melaksanakan kerja sama dengan TNI, nanti Pemprov juga akan membantu di normalisasi,” katanya, Senin (27/4/2026).
Hingga saat ini, kata dia, Pemprov Banten telah membantu melakukan penanganan normalisasi aliran Sungai Cirarab sepanjang 1,7 kilometer dan tinggal beberapa ratus meter lagi. Oleh karena, ada beberapa kendala dilapangan yang menyebabkan normalisasi sedikit terlambaglt.
“Porsi Pemprov untuk normalisasi sungai Cirarab secara keseluruhan sudah 1,7 kilometer tinggal 600 meter lagi butuh kerja bareng, kendala kita sementara ini memastikan batas antara milik warga dan sungai, jangan sampai hak warga menjadi korban,” tambahnya.
Arlan mengatakan, sejak beberapa waktu lalu sudah dilakukan penertiban disepanjang aliran sungao tersebut. Tindakan itu sebagai upaya agar kegiatan normalisasi berjalan lancar dan bisa terselesaikan tepat waktu.
Baca Juga: Anggaran Tersendat, 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Setop Operasi
“Penertiban sungai Cirarab, kemarin tanggal 12 April sudah mulai penertiban bersama Pemda setempat, ada beberapa lokasi butuh pendalaman terkait batas,” ujarnya.
Arlan juga mengatakan, semua pihak terkait ikut dilibatkan dalam penanganan normalisasi sungai Cirarab. Tujuannya, agar kegiatan tersebut tidak bermasalah sekaligus memastikan tidak ada tanah warga yang terbawa.
“Makanya dilibatkan juga BPN, harapannya dalam waktu paling lama dua minggu ini penertiban bisa selesai sehingga normalisasimya bisa langsung dilaksanakan,” pungkasnya.
Arlan mengatakan, proses normalisasi ditargetkan selesai paling lambat akhir tahun 2026 ini. Setelah, pihak-pihak terkait akan fokus pada rencana pembangunan tanggul, karena membutuhkan waktu cukup lama.
“Kalau untuk normalisasi agak cepat, tahun ini kita perkirakan selesai. Mungkin nanti yang akan lama ketika membuat tanggul, nah yang pentingkan sekarang aliran dulu supaya lancar,” tukasnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya bersama dengan semua instansi terkait akan terus berupaya mempercepat proses normalisasi aliran Sungai Cirarab. Tujuannya, sebagai upaya mengatasi peesoalan diwilayah Tangerang Raya.
Baca Juga: Ingatkan Bahaya Jejak Digital, Diskominfo Kabupaten Tangerang Edukasi Siswa SMPN 2 Tigaraksa
“Upaya normalisasi kita percepat supaya bisa mengatasi persoalan banjir di wilayah Tangerang Raya, khususnya wilayah Periuk dan Pasar Kemis,” ucapnya.
Andra mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan semua pihak terkait dan menargetkan normalisasi sungai tersebut bisa terselesaikan tepat waktu. Oleh karena itu, dia meminta dukungan kepada semua pihak agar proses tersebut berjalan lancar.
“Harapan kita semuanya bisa selesai tepat waktu sehingga persoalan banjir di wilayah Tangerang Raya dapat terselesaikan,” imbuhnya. (adib)
