SATELITNEWS.COM, LEBAK–Sebanyak 192 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak menjalani pelantikan, rotasi, dan mutasi jabatan di Pendopo Pemkab Lebak, Senin (27/4). Di tengah penegasan komitmen integritas oleh bupati, kebijakan tersebut mendapat sorotan karena dinilai belum sepenuhnya berbasis kompetensi.
Aktivis Lebak Nurul Huda menilai rotasi dan mutasi tersebut masih menyisakan sejumlah catatan penting. Ia menyoroti masih banyaknya jabatan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang diisi pelaksana tugas (Plt), bahkan ada yang belum terisi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat efektivitas pemerintahan karena pejabat Plt memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan strategis.
“Kalau jabatan terlalu lama diisi Plt, tentu ada keterbatasan dalam menjalankan program. Ini seharusnya segera diisi pejabat definitif,” ujarnya, Selasa (28/4/2026). Selain itu, ia juga menyinggung penempatan ASN yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kompetensi. Sejumlah pegawai yang memiliki keahlian spesifik justru ditempatkan di posisi yang tidak relevan.
Dalam pandangannya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait dasar pertimbangan dalam rotasi tersebut. “Rotasi memang hal yang wajar, tapi jangan sampai menimbulkan kesan bahwa ada pertimbangan lain di luar kebutuhan organisasi. Jika tidak berbasis merit system, dikhawatirkan kinerja tidak akan optimal,” kata Nurul Huda.
Ia menegaskan, penempatan ASN semestinya mengacu pada kompetensi, pengalaman, dan latar belakang pendidikan agar potensi pegawai dapat dimaksimalkan.
Nurul Huda pun mendorong Pemkab Lebak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil rotasi dan mutasi tersebut, guna memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, bukan sekadar penataan administratif semata. “Transparansi dan akuntabilitas penting agar kebijakan ini tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat maupun di internal birokrasi,” ucapnya.
Baca Juga: Penempatan ASN Lebak Disorot, Jabatan Diminta Sesuai Kompetensi
Sebelumnya Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan komitmen integritas dengan mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik untuk menjauhi praktik korupsi dan pungutan liar (pungli). (mulyana)

















