SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten terus mempercepat peningkatan produksi padi, melalui penerapan metode Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Tujuannya, agar Banten tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional, dan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Nasir M Daud mengatakan, Provinsi Banten memperoleh target penerapan PM-AAS seluas 24.200 hektare di tahun 2026 ini.
“Target tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) agar dapat terlaksana secara optimal,” katanya, Rabu (15/7/2026).
Nasir mengatakan, keberhasilan PM-AAS ditentukan oleh komitmen seluruh pihak. Setiap penyuluh pertanian, harus mengawal minimal 100 hektare penerapan PM-AAS pada masing-masing titik optimalisasi lahan atau oplah, Brigade Pangan.
“Pendampingan yang intensif di lapangan, menjadi kunci untuk memastikan target 24.200 hektare dapat tercapai dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi padi di Provinsi Banten,” tambahnya.
Baca Juga: Datangi Pemprov Banten, Warga Pandeglang Pertanyakan Kejelasan Pembangunan RTLH
Nasir mengatakan, para petani juga diberikan pemahaman mengenai teknis budidaya PM-AAS, mulai dari pengolahan lahan, pengendalian gulma, perendaman benih selama kurang lebih 24 jam hingga berkecambah, perlakuan benih atau seed treatment, sampai penanaman menggunakan drum seeder yang menerapkan prinsip tanam rapat dalam barisan (PMICT).
“Metode ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan benih, menekan biaya produksi, menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam, serta meningkatkan produktivitas usaha tani,” ujarnya.
Dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan pendampingan secara intensif, lanjutnya, metode PM-AAS ditargetkan mampu menghasilkan produktivitas lebih dari 12 ton gabah per hektare.
“Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan dapat mendorong produksi padi Provinsi Banten menembus lebih dari 2 juta ton pada tahun 2026, sehingga memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya lagi.
Nasir menerangkan, PM-AAS bukan hanya tentang meningkatkan hasil panen, tetapi juga membangun sistem budidaya padi yang lebih efisien, modern, dan menguntungkan bagi petani.
“Jika program ini dijalankan secara konsisten, Banten akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” pungkasnya.
Baca Juga: Belasan Tambang Ilegal Ditutup, Pemprov Banten Masih Melakukan Moratorium
Terpisah, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, gerakan tanam PM-AAS sebagai bentuk kokitmen untuk terus memperkuat pendampingan kepada petani, memperluas penerapan inovasi budidaya, dan mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan kesejahteraan petani di Provinsi Banten,” imbuhnya. (adib)




























