SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menandatangani kerja sama program Beasiswa Tangerang Gemilang dan Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG-PAUD dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Senin (27/7/2026). Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Aula Lantai 19 Kampus Pusat Cikokol tersebut, total ada 485 penerima yang terdiri dari 305 penerima Beasiswa RPL, 15 orang penerima Program Beasiswa Tangerang Gemilang dan 2 orang mahasiswa mendapat Beasiswa untuk berkuliah di Fakultas Kedokteran.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan akan terus menambah kuota penerima Program Beasiswa Tangerang Gemilang sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Ia menambahkan, sejak program tersebut berjalan pada 2025 hingga 2026, sebanyak 485 warga Kabupaten Tangerang dari keluarga kurang mampu telah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi secara gratis di UMT.
“Sejak tahun 2025 sampai sekarang tahun 2026, masyarakat Kabupaten Tangerang yang memang memiliki keterbatasan ekonomi sudah kita kuliahkan di Universitas Muhammadiyah Tangerang sebanyak 485 orang. Seluruh biaya pendidikan, termasuk SPP, ditanggung sehingga mereka bisa fokus menjadi sarjana,” ujar Maesyal.
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi penerus yang akan berkontribusi terhadap pembangunan daerah di masa mendatang. “Mereka inilah yang 20 tahun ke depan akan mengisi pembangunan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, bahkan di tingkat nasional. Karena itu kami ingin mereka menjadi SDM yang unggul,” katanya.
Bupati juga memastikan kuota penerima beasiswa akan terus ditingkatkan setiap tahun agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Tangerang dapat mengenyam pendidikan tinggi. “Setiap tahun akan kita tambah masyarakat yang masuk Program Beasiswa Tangerang Gemilang supaya masyarakat Kabupaten Tangerang bisa kuliah, semakin cerdas, dan mampu membangun daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Genjot Digitalisasi hingga Desa, Target Pajak dan Retribusi Makin Optimal

Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan kebanggaannya karena tahun ini terdapat dua penerima beasiswa yang berhasil diterima di Program Studi Kedokteran. “Saya dulu bercita-cita menjadi dokter tetapi tidak kesampaian. Alhamdulillah sekarang ada dua warga Kabupaten Tangerang yang bisa kuliah di Kedokteran. Mudah-mudahan mereka segera menjadi dokter dan dapat mengabdi kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, sasaran penerima beasiswa merupakan masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 atau keluarga dengan kondisi ekonomi yang membutuhkan dukungan pemerintah. “Penerima beasiswa adalah mereka yang memang layak dibantu karena keterbatasan ekonomi. Ini menjadi prioritas agar cita-cita mereka menjadi sarjana dapat terwujud,” katanya.
Menurutnya, beasiswa tersebut menjadi upaya pemerintah daerah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Mudah-mudahan penerima beasiswa kuliah sesuai dengan jadwal 2-4 tahun. Semuanya gratis dan mudah-mudahan semuanya jadi sarjana,” ujarnya.
Sementara, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Dr. Desri Arwen, menyebut kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Menurutnya, nilai pembiayaan program tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat biaya kuliah di UMT mencapai sekitar Rp6 juta per mahasiswa dan penerima beasiswa mencapai ratusan orang.
“Yang jelas ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membangun sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan daerah,” ujarnya. Desri menambahkan, UMT siap memberikan layanan pendidikan terbaik kepada seluruh penerima beasiswa agar mampu menjadi lulusan yang berkualitas dan siap bersaing.
Baca Juga: Gerakan Langit Biru, Demokrat Kabupaten Tangerang Bersihkan Kali dan Tanam Pohon
Ia menjelaskan, penerima beasiswa bebas memilih program studi yang tersedia di UMT, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Desain Komunikasi Visual (DKV), Manajemen, hingga Kedokteran.
“Saat ini UMT memiliki 36 program studi. Warga Kabupaten Tangerang bebas memilih jurusan sesuai minatnya dan Pemerintah Kabupaten Tangerang siap membiayai sesuai ketentuan biaya yang berlaku,” katanya.
Desri menambahkan, kerja sama beasiswa ini merupakan kali kedua antara UMT dan Pemkab Tangerang. Bahkan, hubungan kemitraan kedua belah pihak telah terjalin sejak lama melalui berbagai program, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat demi menciptakan SDM Kabupaten Tangerang yang semakin berkualitas. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami terbuka terhadap berbagai masukan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang agar kualitas layanan pendidikan terus meningkat dan menghasilkan lulusan terbaik,” pungkasnya. (made)

















