SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil sikap tegas terkait penyelenggaraan Tangsel Fun Walk and Run yang berujung kisruh pada Minggu (2/8) kemarin. Pemkot Tangsel mem-blacklist event organizer atau penyelenggara acara Tangsel Fun Walk and Run 2026.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat dimintai keterangan, Senin (3/8). Dia menegaskan event organizer tersebut akan dilarang untuk mengadakan acara di Tangsel.
“Event organizer yang bersangkutan akan dilarang untuk mengadakan event di Tangsel,” ujar Pilar.
Pilar juga memerintahkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) memanggil penyelenggara untuk meminta klarifikasi sekaligus pertanggungjawaban atas pelaksanaan acara tersebut. Dia mengatakan, pihaknya kecewa lantaran penyelenggara menggunakan nama “Tangsel” dalam kegiatan yang berujung pada berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, kondisi itu mencoreng nama baik Kota Tangerang Selatan di mata masyarakat.
“Hari ini sama bidang olahraga saya perintahkan untuk panggil dan bisa pertanggungjawabkan kejadian yang kemarin. Karena jujur saja kami pemerintah daerah kecewa dengan membawa nama Tangsel tiba-tiba bikin acara bermasalah,” sebutnya.
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel pada prinsipnya terbuka terhadap siapa pun yang ingin menggelar kegiatan, baik olahraga, konser maupun acara lainnya, selama memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
“Harapannya semua EO, bukan hanya olahraga, entah konser, ke Tangsel silahkan kita terbuka kalau memenuhi persyaratan, tapi pada saat pelaksanaan ya harus sesuai dengan ketentuan,” katanya.
“Kalau itu standar tidak dipenuhi, ya pada akhirnya mengecewakan masyarakat, sampai orang menunggu berjam jam kemarin. Ini menjadi presiden buruk apalagi bawa nama Tangsel,” sambungnya.
Menurut Pilar, penggunaan nama Tangsel dalam sebuah kegiatan bukan perkara sepele. Sebab, nama tersebut mewakili lebih dari satu juta warga Kota Tangerang Selatan.
“Itu ada 1 jutaan sekian warga Tangsel yang merasa dikecewakan bawa nama Tangsel,” ucapnya.
Pilar mengungkapkan, panitia memang sempat meminta rekomendasi kepada kepolisian dan Dispora. Namun, pada saat itu penyelenggara tidak
diperbolehkan menggunakan logo Pemerintah Kota Tangsel dalam materi promosi.
Karena itu, Dispora diminta melakukan pengecekan ke lapangan. Hasilnya, logo Pemkot Tangsel ternyata tetap digunakan dalam banner maupun materi publikasi kegiatan.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
“Ternyata benar kemarin bawa logo Tangsel pas kejadian, ini yang akan. Diminta pertanggungjawaban ke pihak penyelenggara,” katanya.
Pilar juga menegaskan kegiatan tersebut tidak mendapat dukungan anggaran maupun fasilitasi dari APBD Kota Tangsel. Ke depan, ia meminta Dispora memperketat pengawasan terhadap setiap event yang menggunakan identitas maupun nama Tangsel agar kejadian serupa tidak terulang. Pilar juga membantah informasi yang beredar di situs pendaftaran acara yang menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian menuju Tangsel Marathon. Terkait
“Ke depannya perlu pengawasan dari Dispora, event apa pun asal jangan comot bawa logo Pemkot Tangsel,” ungkapnya.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kota Tangsel, Deden Umaidi membenarkan bahwa yang bersangkutan atas nama Adit telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh pihaknya.
“Kami panggil untuk dimintai keterangan,” katanya.
Deden menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap EO merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah. “EO harus bertanggungjawab terhadap publik, khususnya peserta maraton,” tegasnya.
Usai menjalani klarifikasi, penanggung jawab acara Adit, memilih irit bicara saat dicegat awak media. Didampingi seorang rekannya, ia langsung berjalan menuju lobi gedung sambil beberapa kali menempelkan telepon genggam ke telinganya dan meninggalkan lokasi tanpa menjawab berbagai pertanyaan terkait kisruh penyelenggaraan acara.
“Itu medali saja. Medalinya telat karena produksi jauh dari Bandung. Itu sudah sampai medali, hanya sisa beberapa yang belum terbagi,” bebernya.
Saat akhirnya memberikan keterangan singkat, Adit membantah adanya kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangsel meski logo Pemkot tercantum dalam banner kegiatan.
“Tidak ada sama sekali,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, kemeriahan ajang Tangsel Fun Walk and Run Festival 2026 berubah menjadi kekecewaan. Ribuan peserta mengaku merasa dirugikan setelah panitia diduga meninggalkan lokasi sesaat setelah acara dimulai, sehingga berbagai fasilitas yang dijanjikan tidak dapat diterima peserta di garis finis. (eko)


















