SATELITNEWS.ID, SERANG–Berawal dari musibah kecelakaan lalu lintas yang sempat dialami Ariel Najiulloh warga Kampung Kebagusan, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, bahkan di PHK dari pekerjaannya. Kini, ia mampu memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan, yang memiliki nilai ekonomis. Pemuda kreatif ini memutar otaknya, agar dapat berpenghasilan meskipun di tengah keterbatasan.
Pria yang akrab disapa Ariel ini, menekuni seni kaligrafi yang dibuatnya dari barang bekas seperti karton, cat, aluminium, hingga lilin sejak tahun 2012 lalu. Dari hasil seni kaligrafi tersebut, Ariel dapat menjualnya dengan harga yang bervariatif, dari mulai Rp50 ribu hingga jutaan rupiah.
“Tergantung tingkat kesulitan dan besarnya kaligrafi yang dibuat,” kata Ariel, saat ditemui ditempat usahanya, Senin (27/7).
Ariel mengaku, sebelumnya sudah pernah belajar dan menekuni seni kaligrafi ini sejak sekolah di madrasah. Oleh karena itu, pada saat dirinya tidak memiliki pekerjaan pasca kecelakaan lalu lintas, tidak membuatnya surut semangat untuk bertahan hidup.
Ia-pun memutar otak, untuk menciptakan kreasi sendiri secara otodidak dari keahliannya tersebut. Alhasil, dirinya kini memiliki showroom yang sangat strategis antara jalan raya serang-cilegon dan menajdi pemasok di beberapa pasar diprovinsi Banten yaitu pasar di kota serang, pasar Cilegon.
“Bahkan penjualan pernah hingga ke Jawa,” tandasnya.
Namun disamping menjual hasil kerajinan tangannya, Ariel juga tak segan menyalurkan keahliannya kepada siapapun. “Siapa saja yang ingin mengenal dan belajar, silahkan untuk datang ke showroom kami di Kampung Kebagusan, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu dan Titan Arum, Kota Serang. Disamping penyaluran minat bakat, juga sebagai Syiar Islam,” ujarnya.
Ariel berharap kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan, agar bisa membantu di bidang pemasaran produk. Agar lebih laku lagi di pasaran, dan bisa dipromosikan di berbagai pameran mewakili warga asli Kramatwatu.
Sementara Perangkat Desa Pejaten, Sahroni mengaku, sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan kreatif pemuda di Desa Pejaten dalam rangka peningkatan prekonomian, “Desa Pejaten selain memiliki wisata Gunung Pinang dan kuliner, jajanan yang sudah di kenal masyarakat, ternyata ada juga kreatifitas warga di bidang seni yang cukup menarik juga, semoga kegiatan ini bisa memotivasi pemuda-pemuda yang lain agar lebih kreatif lagi untuk mengisi waktu dengan berinovasi lebih produktif lagi,” pungkasnya. (sidik/mardiana)