Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Hijrah dan Semangat Kemerdekaan

Oleh: Dedi Sutendi, S.Th.I*

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 20 Agu 2020 15:55 WIB
Rubrik Kolom
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

TAHUN ini kita memasuki Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah yang juga bertepatan dengan 75 tahun Indonesia merdeka. Momen pergantian tahun ini dimulai sekitar 14 abad yang lalu ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa hijrah Nabi inilah yang menandai pergantian tahun yang dikenal dengan sebutan tahun Hijriyah.

Banyak pelajaran yang terkandung dalam peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad. Hijrah dimaknai sebagai perjuangan untuk lepas dari segala ketertindasan, kezaliman atas perilaku kaum Quraisy yang memusuhi dan menindas Nabi dan umat Islam. Hijrah juga bermakna upaya untuk membangun peradaban kembali, peradaban Islam yang menebar perdamiaan, kebaikan dan terlepas dari keterpurukan di Madinah al Munawaroh.

Hijrah merupakan pilihan untuk memerdekakan diri dari hegemoni kezaliman kekuasaan menuju keperadaban yang lebih demokratis. Hijrah menghadirkan tatanan masyarakat yang egaliter. Hijrah adalah keluar dari wilayah kepemimpinan oligharchy menuju kepemimpinan yang mengedepankan kapasitas, kapabilitas dan moralitas.

Kaum kafir Quraisy, pada hakikatnya merupakan simbol peradaban yang jauh dari demokratis, menjalankan praktik oligharchy. Untuk itu gerakan hijrah yang dilakukan Rasulullah adalah bentuk gerakan moral terhadap ketidakbenaran sistem yang ada.

Setiap kekuasaan yang tidak terkontrol, maka akan melahirkan gerakan-gerakan perubahan oleh masyarakat. Nabi Muhammad menjadi tokoh sentral dalam gerakan perubahan melawan tirani kekuasaan kafir Quraisy.

Hijrahnya Rasulullah Saw bersama para sahabat ke Madinah, memiliki dimensi historis dan spiritual yang mendalam. Memilih Madinah sebagai kawasan untuk berhijrah, tentu bukan pilihan yang didasarkan pada pertimbangan ambisi sesaat. Di Mekkah, Rasulullah Saw mendapat kebencian bertubi-tubi. Bahkan, umat Islam pun mendapat tekanan dan ancaman serta tindak kekerasan. Demi menghindari penguasa yang zalim di Mekkah, maka Rasulullah Saw berhijrah.

Baca Juga: MUI Banten Tegaskan Tasyabbuh Hukumnya Haram, Lomba HUT RI Harus Perhatikan Norma

Spirit hijrah jika dilandasi dengan keimanan dan semangat jihad akan melahirkan gerakan perubahan yang dahsyat. Tidak semata-mata melawan penguasa untuk merebut kekuasaan, tetapi bagaimana hijrah membawa masyarakat menjadi merdeka. Merdeka dari ketertindasan, merdeka dari kebohongan arus informasi. Merdeka dari ketertutupan kran saluran aspirasi umat yang tersumbat. Merdeka bersuara menyatakan ketidaksetujuan atas kebijakan penguasa yang membawa umat lebih buruk. Hijrah adalah gerakan moral membela kaum mustadh’afin.

Dalam konteks sekarang ini, pemaknaan hijrah tentu bukan selalu harus identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan kaum Muhajirin, tetapi pemaknaan hijrah lebih kepada nilai-nilai dan semangat berhijrah itu sendiri, karena hijrah dalam arti seperti ini tidak akan pernah berhenti.

BeritaTerbaru

Budi Luhur di Kalangan Anggota Dewan dalam Perspektif Psikologis

Sabtu, 15 Agu 2026 05:26 WIB
Salah Paham tentang Wakaf Saham

Salah Paham tentang Wakaf Saham

Rabu, 12 Agu 2026 15:21 WIB
Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Hari Pertama Palang Parkir Otomatis, Pengunjung Stadion Benteng Reborn Terjebak Antrean

Minggu, 2 Agu 2026 20:06 WIB
144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

144 Tahun Peradilan Agama: Dari Serambi Masjid Menuju Penjaga Keadilan Modern

Sabtu, 1 Agu 2026 16:36 WIB

Dalam proses hijrahnya, Nabi Saw mengubah nama kota Yatsrib menjadi Madinat Ar-Rasul yang bermakna “Kota Rasulullah”. Perubahan nama kota itu tidak semata bersifat formalitas, melainkan sebuah penegasan untuk mewujudkan sebuah sistem masyarakat yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Bersama umat agama lain dan suku-suku Arab di Madinah, Nabi membuat konsensus bersama bernama Piagam Madinah (Mitsaq Al-Madinah) untuk menegaskan persamaan kemanusiaan, menghargai perbedaan dan menebar perdamaian.

Itulah misi hijrah yang ditekankan Nabi, yaitu mengubah suatu struktur tatanan masyarakat yang tidak adil dan otoriter (jahiliyah), menuju kesepakatan bersama dan demokratis (islamiyah). Nabi juga merombak sistem perekonomian yang timpang dikuasasi oleh segelintir orang (konglomerat) menuju perekonomian yang berpihak pada umat, yakni ekonomi keumatan. Yang tak kalah penting, Nabi membangun masyarakat madani yang amat berpihak kepada kaum mustadh’afin.

Dalam konteks apapun, hikmah dan spirit hijrah Nabi itu sesungguhnya bisa kita terapkan kapanpun dan dimanapun. Dalam konteks pribadi misalnya, hijrah bisa digunakan sebagai arahan untuk memperbaiki diri dari segala sikap dan perilaku yang selama ini keliru untuk menjadi individu yang memperbaiki diri dan membawa manfaat. Yang pada gilirannya tentu akan berdampak pada tatanan masyarakat. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, mulai saat ini.

Hijrah yang dilakukan untuk konteks sekarang adalah bagaimana membangun semangat hal positif di masyarakat. Dari saling curiga akibat perbedaan pandangan politik menjadi saling percaya dan membangun kerjasama. Bahkan bulan Muharam adalah salah satu bulan dari empat bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab) bulan dilarang melakukan peperangan. Maka di bulan Muharam hendaknya kita semua menyebarluaskan semangat perdamaian. Tidak ada ruang untuk saling menyebar fitnah kepada lawan politik hanya untuk meraih kekuasaan dan memenangi persaingan pilkada.

Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Tangerang Bagikan 500 Bendera Merah Putih Kepada Pengguna Jalan

Momen tahun baru hijrah yang berdekatan dengan perayaan Kemerdekan Indonesia ke-75 sepatutnya dijadikan sarana untuk mengubah paradigma memandang kekuasaan. Kekuasaan yang berpihak kepada kepentingan umat, bukan berpihak kepada pengusaha yang menjadi sponsor ketika berkontestasi. Hijrah menjadi gerakan moral berpindah dari hanya memperjuangkan keluarga, kelompok dan golongannya saja menuju kepemimpinan di berbagai daerah, tetapi lebih fokus mengurus umat yang masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Hijrah menjadi semangat untuk memerdekakan kaum mustadh’afin  agar mendapat keberpihakan dari setiap kebijakan penguasa. Hijrah menjadi semangat memerdekakan pemimpin bangsa Indonesia dari tekanan negara asing dalam setiap kebijakannya.

Hijrah dan kemerdekaan sejatinya dijadikan spirit membangun bangsa lebih baik, di bawah tuntunan keimanan. Hijrah memerdekakan bangsa Indonesia dari para penguasa yang hanya haus kekuasaan atas topeng demokrasi prosedural. Hijrah memerdekakan umat dari pembodohan pihak tertentu yang ingin menghancurkan bangsa.

Dua momen ini menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkemajuan dengan tetap merawat perdamaian di tengah kemajemukan yang ada. Menjadi bangsa yang mengedepankan semangat perubahan, kebaikan seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Terlindunginya seluruh bangsa dan tanah air, semangat untuk mencerdasakan kehidupan bangsa, tercapainya kesejahteraan rakyat dan ikut serta menjaga kedamaian dunia. Semoga bangsa Indonesia segera bangkit dan pulih menghadapi pandemi Covid-19 ini. Rakyat sehat dan negara kuat.

Sebaik-baiknya hijrah adalah memerdekakan diri dari belenggu hawa nafsu. Waallahu a’lam. (*)

*(Lembaga Kajian Syahmi Center)

Tags: hijrahhut risemangat kemerdekaantahun baru hijriyah
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kolom

Menakar Peta Jalan Operasional: Jembatani Disparitas Ketahanan Pangan Banten Unggul Berdaulat

Jumat, 17 Jul 2026 13:10 WIB
Nasib Malang Rupiah
Kolom

Nasib Malang Rupiah

Senin, 13 Jul 2026 20:32 WIB
Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
Kolom

Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI

Rabu, 17 Jun 2026 18:56 WIB
Kolom

“Revitalisasi Puskesmas dan Posyandu: Dari Tempat Berobat Menjadi Pusat Pencegahan Penyakit”

Minggu, 14 Jun 2026 08:52 WIB
Kolom

Krisis Keamanan Obat dan Self-Medication Remaja: Pembelajaran dari Kasus GGAPA terhadap Risiko Penyakit Pernapasan Urban

Jumat, 5 Jun 2026 16:35 WIB
Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang
Kolom

Darurat TBC di Serang: Ketika Anak-Anak Menjadi Korban Pembangunan yang Timpang

Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Tinjau Proyek Turap dan Bronjong di Tiga Lokasi, Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel

Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas

Rabu, 2 Sep 2026 20:38 WIB
IRIGASI -- Jaringan irigasi Cisata, yang mengairi ribuan hektar sawah, telah selesai dibangun dan diresmikan Gubernur Banten Andra Soni, Rabu (2/9/2026). (ISTIMEWA)

Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani

Rabu, 2 Sep 2026 20:41 WIB
REALISASI RTLH -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, merealisasikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Realisasikan Program RTLH di Kabupaten Pandeglang

Rabu, 2 Sep 2026 20:45 WIB

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Jumat, 4 Sep 2026 12:39 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.