SATELITNEWS.ID, PERIUK—Banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Periuk rupanya tak serta merta membuat para korban menjadi trauma. Warga setempat menganggap banjir sebagai peristiwa biasa lantaran saking seringnya terendam air di kala musim hujan tiba.
Hal itu yang dirasakan Veronica. Warga perumahan Total Persada RW 07 Kecamatan Periuk ini mengaku tidak merasa trauma sama sekali. Dia menilai banjir adalah hal yang biasa terjadi di kawasannya. Meski, banjir yang terjadi di tahun ini pertama sejak 2014 lalu atau sebelum Pemerintah Kota Tangerang membangun turap di bantaran Kali Ledug.
“Kaget saja saya karena kan terakhir banjir itu 5 tahun lalu,” ujarnya kepada Satelit News, Jumat (7/2).
Veronika menempati rumahnya pada tahun 1987 dan mulai merasakan banjir 3 tahun kemudian. Dan sejak saat itu, banjir terus melanda perumahan Total Persada. Sehingga, dia menganggap terendam air tidak lagi menjadi bencana yang perlu dikhawatirkan.
Kini, Veronika beserta keluarganya tengah mengungsi di GOR Total Persada. Rumahnya masih terendam banjir setinggi 20 centimeter.
“Senang saya kalau ngungsi semua pada ngumpul di sini,” ungkapnya. Kendati demikian, dia tetap berharap banjir tidak lagi melanda perumahannya. “Capek juga karena harus bersih bersih lagi,” tambahnya.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 14 Agustus, Cek di Sini Lokasinya
Beruntung saat banjir melanda dia masih dapat menyelamatkan barang – barang elekronik. Semua barang – barang berharga diletakkannya di lantai 2.
“Karena saat banjir datang suami saya lagi ada di rumah,” ujarnya.
Meski kerap dilanda banjir wanita berusia 60 tahun ini tak ingin pindah dari rumahnya. Dia merasa masih merasa nyaman dengan kondisi masyarakat sekitar.
“Istilahnya sudah mendarah daging,” kata Veronika.
Selama di pengungsian dia mengaku Pemerintah Kota Tangerang sigap dalam menangani masyarakat korban banjir. Semua hal yang dibutuhkan oleh warga di pengungsian terpenuhi secara maksimal. Mulai dari makan yang diberikan 4 kali sehari serta kebutuhan logistik lainnya.
“Makan kita cukup pagi, siang, sore, malam dapat. Selimut, terus air dan kamar mandi kalau penuh mandi ke Masjid,” ujarnya.
Baca Juga: Lubang di Jalan Raya Cadas Periuk Selesai Ditambal
Kemarin, banjir mulai surut di sebagian titik. Namun ada juga wilayah yang airnya masih cukup tinggi. Seperti di perumahan Periuk Damai.
Warga Periuk Damai RT 03 RW 08, Blok A4 nomor 54, Buyung Marsadi mengatakan banjir sudah tak menggenangi rumahnya sejak pagi. Mengetahui itu dia langsung bergegas segera membersihkan rumah. Sementara keluarganya menunggu di pengungsian di Masjid Al-jihad.
Sementara itu, para korban banjir masih bertahan di sejumlah pengungsian meski volume air berangsur surut. Seperti yang terjadi di dua tempat pengungsian yakni Masjid Mujahid dan GOR Total Persada.
Namun, sebagian warga juga ada yang sudah kembali ke rumah untuk membersihkannya dari lumpur dan sampah sisa dari banjir. Mereka yang bertahan di pengungsian lantaran rumahnya masih terendam air dan menunggu sampai banjir benar – benar reda.
Sementara itu, volume Kali Ledug kembali meningkat. Imbasnya, Jalan Raya Villa Tangerang Indah dan jembatan Alamanda kembali tertutup air setinggi 40 centimeter.
“Tadi pagi sudah surut tapi sekarang airnya naik lagi. tapi maish bisa dilewati motor. Ini kita sedang siaga terus disini. Mudah – mudahan surut lagi,” ujat Sekretaris Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Edy Sofyan.
Dia mengatakan air kembali meningkat sekitar pukul 18.30. Sejauh ini jajarannya masih terus bersiaga di lokasi. “Karena hujan tadi setelah Magrib naik lagi makanya saya bingung juga ini kalau kasih data karena air naik lagi,” pungkasnya.
Mulai surutnya genangan air tak luput dari perhatian Pemkot Tangerang. Ratusan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dikerahkan untuk membantu masyarakat membersihkan area-area yang sebelumnya dilanda banjir di Kecamatan Periuk.
“Mayoritas banjir sudah surut di beberapa wilayah perumahan, dan petugas juga disiapkan untuk pengangkutan sampahnya,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah saat meninjau Jembatan Alamanda, Periuk, Jumat (7/2).
Arief menambahkan dengan ditugaskannya ratusan petugas kebersihan di lokasi-lokasi pasca banjir dapat membantu masyarakat dalam membersihkan sampah-sampah sisa banjir.
“Selain itu juga supaya sampah tidak menumpuk, karena bisa menjadi sumber penyakit,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Dedi Suhada menambahkan pihaknya telah menerjunkan sebanyak 150 petugas penyapu di wilayah-wilayah banjir Kecamatan Periuk.
“Ditambah dengan bentor 50 unit, bison 10 unit, arm roll 50 unit, dump truk 60 unit, mobil tangki 2 unit dan genset 4 unit,” imbuhnya
“Kami upayakan semaksimal mungkin agar semua lokasi tersentuh,” pungkas Dedi. (irfan/gatot)

















