SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen saat musim tanam di kondisi cuaca buruk, Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang menyarankan kepada para petani agar ikut serta program asuransi.
Kepala Distan Pandeglang, Budi S. Januardi mengatakan, pada musim tanam padi kali ini dibarengi dengan musim penghujan, sehingga rawan terjadi gagal tanam dan panen.
“Kami sudah menjalin sinergitas baik dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi Banten, melakukan langkah-langkah persiapan dalam mengantisipasi terjadinya gagal tanam,” kata Budi, Kamis (5/11).
Maka dari itu, Budi menyarankan agar para petani untuk ikut asuransi pertanian. Menurutnya, melalui program asuransi itu mampu mengatasi kerugian ketika gagal tanam maupun gagal panen.
“Jika petani sudah masuk asuransi, ketika nanti ada resiko-resiko yang terjadi pada musim tanam, bisa ter-cover oleh asuransi,” ujarnya.
Menurut Budi, untuk ikut asuransi pertanian itu juga tidak begitu sulit bagi para petani, hanya menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan didaftarkan melalui Penyuluh Pertanian setempat. Bahkan untuk asuransi pertanian itu tidak hanya bagi pemilik lahan saja, akan tetapi penggarapnya juga bisa.
Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Kota Tangerang Naik Cukup Signifikan, Ini Penyebabnya
Dari asuransi itu lanjut Budi, ketika ada resiko kerugian baik dari dampak banjir, hama dan gagal panen, maka bisa mendapatkan bantuan asuransi sebesar Rp4 juta sampai Rp 6 juta per hektarnya.
“Untuk luasan lahan pertaniannya juga maksimalnya hanya dua hektar, dengan premi yang harus dibayarkan dalam setiap musim itu hanya sebesar Rp180 ribu dan mendapat subsidi dari pemerintah sebesar 80 persen. Berarti petani tinggal bayar premi sebesar Rp36 ribu saja,” tandasnya.
Sekretaris Dinas Pertanian Pandeglang, Nasir M. Daud menambahkan, ketika terjadi gagal panen untuk bisa diasuransikan itu kerusakan atau gagal panennya minimal 70 persen. Serta harus dilaporkan ke Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).
“Maka ikut asuransi pertanian bagi petani itu penting. Karena kita tidak tahu resiko yang bakal terjadi. Terlebih saat ini kan tengah musim penghujan. Maka kami sarankan petani bisa ikut asuransi,” pungkasnya. (nipal/aditya)
