SATELITNEWS.ID, TANGSEL—Periode kepemimpinan Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie dalam kurun 10 tahun terakhir berhasil mengantarkan beragam pencapaian dan penghargaan untuk Tangerang Selatan.
Ikhtiar dan kerja keras Airin dan Benyamin juga membuat Tangsel terus mencatatkan indikator positif. Di sektor sosial dan budaya, predikat Kota Layak Anak selama lima tahun (2013, 2015, 2017, 2018, dan 2019) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bisa jadi contoh.
Bukan hanya itu, indeks pemberdayaan gender yang berhasil dicatatkan Tangsel bahkan mencapai 93,16 persen. Ke depan, Benyamin Davnie yang kini mencalonkan diri sebagai walikota berkomitmen melanjutkan keberhasilan tersebut.
Bersama Pilar Saga Ichsan, pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut tiga itu menyiapkan delapan program untuk melanjutkan pencapaian di sektor sosial dan budaya.
“Beragam keberhasilan ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk melanjutkannya. Komitmen ini pula yang melatari pencalonan saya bersama Pilar Saga Ichsan. Kami ingin Tangsel terus bergerak maju,” kata Bang Ben, demikian Benyamin Davnie karib disapa, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (2/12).
Kedelapan program tersebut semisal program rumah berdaya. Menurut Bang Ben, program tersebut dibuat untuk meningkatkan tempat singgah, termasuk menambah pusat kegiatan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Maryono Soroti Lemahnya Implementasi Program
“Lalu ada juga program rumah lansia melalui penambahan panti jompo. Program ini kami buat untuk mengakomodasi kebutuhan orang tua kita agar tetap bisa bahagia,” tutur Benyamin.
Sementara Pilar Saga Ichsan menambahkan, program lain yang disiapkan yakni rumah yatim piatu. Dalam program ini, pasangan nomor urut tiga yang diusung Partai Golkar itu berusaha untuk semakin mengurangi angka kematian.
Pada upaya lain, pasangan Benyamin-Pilar juga menyiapkan program bernama Tangsel unggul. “Program ini terkait penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan, pendampingan, dan pembinaan kemandirian masyarakat,” jelas arsitek berusia 29 tahun itu.
Pada program kelima, pasangan Benyamin-Pilar menggagas kegiatan cepat tanggap difabel dan lansia telantar atau disingkat CETAR. Selain itu, menurut Pilar, pihaknya juga menyiapkan program difabel berdaya.
Dalam program tersebut, komunitas difabel yang ada di Tangsel akan tetap bisa berdaya dan mandiri. Itu karena pasangan Benyamin-Pilar akan menempatkan komunitas difabel sebagai bagian di lingkungan pemerintah kota.
“Nantinya, Pemkot Tangsel mempekerjakan difabel sebanyak 2 persen dari jumlah pegawai yang ada di lingkungan pemerintah kota. Ikhtiar ini kami buat agar para teman-teman disabilitas bisa tetap mandiri dan setara dengan masyarakat lainnya,” imbau Pilar.
Baca Juga: Pemerintah Beri 6 Stimulus Ekonomi, Tarif Listrik Didiskon 50 Persen
Pada program ketujuh, pasangan Benyamin-Pilar menyiapkan program bernama Tangsel event. Program ini, menurut Pilar, dimaksudkan untuk membuat kreativitas masyarakat semakin terasah, sekaligus menjadi media warga untuk menyalurkan kreativitasnya.
Itu karena dalam program Tangsel event pasangan Benyamin-Pilar akan memperbanyak gelaran seni dan budaya tingkat nasional hingga internasional, termasuk kegiatan-kegiatan olahraga tingkat nasional.
“Semua program ini sudah pasti harus diselaraskan dengan pencegahan dan penanganan Covid-19. Karena itu, dalam setiap program yang kami usung untuk membuat Tangsel semakin unggul dan lestari, penanganan Covid-19 selalu disertakan,” jelas Pilar. (dm)
























