SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Pascaperbaikan atau penambalan terhadap kondisi jalan nasional Labuan-Pandeglang yang bolong-bolong, kini kondisinya sudah ada yang rusak lagi. Kerusakan itu tampak di salah satu hasil penambalan di Jembatan Dua Cisata, tepatnya di wilayah Kecamatan Cisata.
Menurut informasi, jalan itu baru beberapa bulan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banten melalui Bidang Bina Marga, namun sudah rusak lagi. Kondisi ini tak pelak membuat para pengguna jalan mengeluh, karena membahayakan mereka saat melintas di jalur tersebut. Selain banyak lubang di ujung jembatan dua itu banyak kerikil.
Salah seorang warga, Hamid (29) mengungkapkan, gara-gara jalan di sekitar Jembatan Dua Cisata pada bolong dan berkerikil, banyak korban yang berjatuhan saat melintas di wilayah tersebut. Kata dia, pengendara yang jatuh didominasi pada malam hari dan saat hujan deras. Dikarenakan di jembatan itu tak ada penerangan jalan sehingga gelap gulita. Hal itulah yang membuat lubang jalan tidak terlihat.
“Bukan membahayakan lagi, tapi sudah banyak korban yang jatuh akibat lubang dan kerikil yang beserakan di jalan tersebut. Kalau mobil sih gak ada yang terperosok, yang jatuh itu kebanyakan pengendara roda dua,” jelas Hamid, saat ditemui di pangkalan ojek yang tak jauh dari jalan berlubang tersebut, Minggu (13/12).
Menurutnya, jalan itu baru beberapa bulan saja diperbaiki. Namun saat ini kondisinya sudah rusak kembali, khususnya pada saat musim hujan diwilayahnya.
Maka dari itulah, dia meminta agar para pihak terkait kembali memperbaiki jalan tersebut. Sebab, jika tidak segera diperbaiki akan memakan korban lagi. Selain itu, dia juga meminta agar adanya penerangan jalan di sekitar wilayahnya.
Baca Juga: Marak Balap Liar, Polda Banten Ajak Masyarakat Turut Lakukan Pengawasan
“Kami minta pemerintah segera memperbaiki kembali jalan itu, karena jika tidak secepatnya ditangani, bakal ada korban lagi yang terperosok. Penerangan juga kami harapkan menjadi perhatian,” harapnya.
Seorang pengendara roda dua, Samsul (33) mengaku was-was ketika melintas di jalur tersebut, karena kerusakan pada jalan itu cukup membahayakan. Bahkan katanya, lubang-lubang jalan dan batu kerikil itu tepat pada belokan yang mau masuk Jembatan Dua.
“Kalau masih warga sekitaran sini mungkin sudah banyak yang tahu kondisi jalan berlubang itu, sehingga bisa lebih berhati-hati saat melintas. Tapi kalau pengguna jalan dari luar daerah, mereka kan belum tahu, sehingga membuat pengendara terperosok dan jatuh. Kami harap segera diperbaiki lagi,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan, bahwa perbaikan jalan itu kewenangannya ada di DPU Banten. Namun pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan DPUPR Pandeglang.
“Saya akan koordinasikan dengan DPUPR Pandeglang, sehingga nanti pihak DPUPR bisa cepat berkoordinasi dengan DPU Banten agar segera diperbaiki kembali,” katanya.
Dia juga meminta agar pihak DPU Banten jangan melakukan perbaikan secara asal-asalan. Namun ditegaskannya harus memperhatikan kualitas.
Baca Juga: Kedepankan Kualitas, Perbaikan Jalan di Pandeglang Jangan Asal-asalan
“Jalan ini lintas wisata dan perekonomian di Pandeglang, maka kami minta jangan asal-asalan memperbaikinya. Akan tetapi harus benar-benar berkualitas, supaya tidak rusak kembali seperti saat ini,” tandasnya. (nipal/aditya)
