Selasa, 8 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Warga Kampung Baru Setop Pengerjaan Proyek JORR II

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 17 Des 2020 12:20 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Warga Kampung Baru Setop Pengerjaan Proyek JORR II

HENTIKAN PROYEK: Para warga yang sebagian besar perempuan mendatangi proyek JORR II di Kampung Baru, Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, Rabu, (16/12). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, BENDA—Pengerjaan proyek Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR) ruas jalan tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dihentikan oleh warga Kampung Baru, Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu (16/12). Belasan warga terdampak penggusuran “menggeruduk” lokasi pembangunan yang masih dalam proses mediasi di Pengadilan Negeri Tangerang.

“Maksud mereka apa ingin mengerjakan ini. Proses ganti rugi belum selesai. Jadi ini masih tanah kami. Kenapa tega sekali,”ujar salah satu warga, Ria Liani, Rabu (16/12).

Proses pengerjaan proyek ini sebenarnya telah terhenti sejak lama. Namun, dikerjakan kembali saat warga tidak berada di lokasi. Kemarin, sebagian warga berada di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang untuk melakukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pihak pengembang.

“Mereka memanfaatkan kelengahan kami. Saat kami sedang di Pemkot, mereka datang. Tapi sebagian dari kami ibu-ibu masih berada di posko dan langsung kami usir dengan kemampuan kami,”kata Ria.

Kejadian ini berlangsung sekira pukul 11.00 WIB. Beruntung, tak terjadi kontak fisik antara warga dengan aparat yang mengawal pelaksanaan proyek. Warga hanya terlibat cekcok dengan aparat.

“Kita dibenturkan dengan aparat. Alhamdulilah tidak ada ada serangan fisik. Kita terlibat cekcok saja. Akhirnya mereka pergi,” tutur Ria.

Baca Juga: Anggota DPRD Tangsel Desak Pembebasan Lahan Warga Cipeucang Dihargai Layak

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Kiki. Kata dia membuat mereka kembali trauma dengan kejadian penggusuran yang dialami pada 1 September lalu. Terutama anak-anak. Mereka histeris.

“Kami trauma. Kok tega? Anak-anak ini trauma mereka nangis inget penggusuran yang dulu (1 September). Inget rumahnya dihancurin,” kata Ria.

BeritaTerbaru

Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang

Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam

Selasa, 8 Sep 2026 19:53 WIB
Gubernur Banten Andra Soni. (ISTIMEWA)

Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 18:41 WIB
Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun

Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun

Selasa, 8 Sep 2026 17:54 WIB

Antisipasi Sisa Abu Vulkanik, PJJ di Tangsel Diperpanjang hingga 9 September

Selasa, 8 Sep 2026 11:09 WIB

“Bahkan tadi ada anak-anak yang berusaha untuk mematikan mesin alat beratnya tapi dihalangi oleh TNI. Bukannya melindungi anak-anak malah dia disuruh masuk ke kolong alat berat saat mesin masih hidup. Kalau terlindas bagaimana?,” tambah Kiki.

Kiki mengatakan warga tidak akan menghalangi pengerjaan PSN ini kalau proses kompensasinya berjalan dengan benar dan adil. “Yang kita minta kan hanya ganti rugi, ini proyek nasional kita juga nggak mau menghalangi,” kata Kiki.

Sementara itu, DPRD Kota Tangerang mendorong pihak pengembang untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut karena sudah berlarut-larut. DPRD juga melakukan pertemuan yang dihadiri oleh warga Jurumudi terdampak JORR 2 serta pihak tergugat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pertanahanan Nasional dan PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) yang diwakili oleh petugasnya. Selain itu hadir pula Anggota DPR RI Komisi III, Rano Al-Fath.

“Bahwa ini kan keputusan pusat kami sudah membantu dengan membentuk tim advokasi warga. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Pengadilan juga diberikan untuk mediasi diharapkan ada titik temu,” ujar Wakil DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, kemarin.

Baca Juga: Puluhan Tahun, Empat Keluarga di Tangsel Menanti Ganti Rugi Pembebasan Tol

Dalam pertemuan tersebut, DPRD mendorong penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan Appraisal yang disepakati bersama.

“Kita berharap ada apprasial bersama yang disepakati kedua belah pihak sehingga harganya jelas,” pungkasnya.

Sementara itu, juru bicara PT Jasa Marga Kunciran Cengkareng (JKC) Rishi Wahab selaku operator JORR II menyerahkan seluruh proses hukum kepada pengadilan baik mediasi maupun putusan hakim.

“Kalau ada warga yang menyampaikan memblokir atau melarang warga kerja, kalau saran saya jangan dilakukan, sebab itu sudah menjadi tanah negara,”terangnya usai mengikuti pertemuan di Gedung DPRD Kota Tangerang, Rabu (16/12) siang. Ia khawatir dari aksi menghalangi proyek tersebut bakal timbul masalah baru buat warga.

“Tadi juga ada mengenai permintaan kontrakan dan uang dapur, sebetulnya setiap kali kita melakukan pengosongan kita pasti kita menyiapkan kontrakan buat warga. Tapi di kasus ini kita sudah berikan kontrakan dan mereka ternyata melakukan gugatan dan meminta lagi (uang kontrakan),” jelasnya.

Dia menyatakan, rasanya tidak wajar apabila warga terus meminta support dari PT JKC sampai proses gugatan selesai. “Apalagi kalau menurut saya PT JKC sudah luar biasa, mereka minta dapur umum kita support. Padahal di tempat lain tidak ada,” terangnya.

Dia mengaku dari sekian banyak proses pengosongan, baru kali ini terjadinya gugatan. “Ya pokoknya yang saya katakan selama eksekusi hampir 200 bidang tanah, itu nggak masalah warga menerima. Perusahaan besar pun terima. Karena kan ini PSN (Proyek Strategis Nasional), justru kita harus support. Kalau harga itu ya bolehlah hak gugat. Tapi kita lihat dulu gugatan seperti apa?” jelasnya. (irfan/made/gatot)

Tags: ganti rugipenggusuranproyek jorr 2
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Headline

Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari

Selasa, 8 Sep 2026 11:03 WIB
Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik
Kabupaten Tangerang

Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik

Selasa, 8 Sep 2026 08:27 WIB
Perumda Tirta Benteng Butuh Pengawasan Internal
Kota Tangerang

Perumda Tirta Benteng Butuh Pengawasan Internal

Selasa, 8 Sep 2026 08:24 WIB
Sehari PJJ, Siswa di Tangerang Selatan Berharap Pembelajaran Tatap Muka
Edukasi

Sehari PJJ, Siswa di Tangerang Selatan Berharap Pembelajaran Tatap Muka

Selasa, 8 Sep 2026 08:16 WIB
Sekolah PJJ, 316 SPPG Kabupaten Tangerang Ubah Distribusi MBG
Kabupaten Tangerang

Sekolah PJJ, 316 SPPG Kabupaten Tangerang Ubah Distribusi MBG

Selasa, 8 Sep 2026 08:14 WIB
SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya
Kota Tangsel

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Selasa 8 September 2026: Lokasi, Syarat dan Biayanya

Selasa, 8 Sep 2026 08:12 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
GAK Level III, Abu Vulkanik Terjang 7 Kecamatan di Kabupaten Serang

GAK Level III, Abu Vulkanik Terjang 7 Kecamatan di Kabupaten Serang

Minggu, 6 Sep 2026 16:29 WIB
CKG Digencarkan, Muhibbin : Bentuk Kehadiran Negara Jaga Kesehatan Rakyat

CKG Digencarkan, Muhibbin : Bentuk Kehadiran Negara Jaga Kesehatan Rakyat

Senin, 7 Sep 2026 17:07 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 8 September, Cek Lokasinya

Selasa, 8 Sep 2026 07:50 WIB
Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Jumat, 4 Sep 2026 07:44 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.