SATELITNEWS.ID, SERANG–Sekeluarga di Kampung Tipar Gede, RT 04 RW 02, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, nyaris tewas tertimpa reruntuhan rumahnya, saat roboh akibat diguyur hujan deras, Minggu (20/12). Tidak ada korban luka – luka dan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, rumah milik Ani Dahlani ambruk sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, pemilik rumah mendengar suara patahan bambu dari atap rumahnya, kemudian ia-pun segera menyuruh istri dan anaknya keluar dari rumah.
Tak berselang lama pemilik rumah dan keluarganya keluar (menyelematkan diri), seketika rumah tersebut ambruk dengan kerusakan yang cukup parah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma, membenarkanya kejadian tersebut. Ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan pelapor. “Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang sejak semalam kemarin, mengakibatkan 1 rumah warga di Kampung Tipar Gede, RT 04 RW 02 Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, rusak parah,” kata Nana, Minggu (20/12).
Menurutnya, untuk sementara sekarang pemilik rumah dan keluarganya tinggal di rumah saudaranya. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Korban terdampak sekeluarga, terdiri 6 jiwa,” tandasnya.
Selain satu rumah ambruk tambahnya, akibat cuaca buruk (eksrtim) puluhan Kepala Keluarga (KK) juga terendam banjir di Desa Mekarsari, Kecamatan Anyer. Banjir mulai terjadi Sabtu (19/12), sekitar pukul 05.00 WIB.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Saat ini warga terdampak masih bertahan di rumah masing – masing, dan tidak ada korban jiwa. Ketinggian air antara 5 centimeter sampai 40 centimeter. “Akibat intensitas hujan tinggi dan cukup lama, debit air sungai naik dan menggenang di pemukiman warga. Data korban terdampak, di Kampung Kubar RT 001 RW 001 sebanyak 11 KK dan Cerlang 10 KK,” ujar Nana.
Ditambahkannya, prediksi cuaca ekstrim masih akan terjadi hingga bulan Februari mendatang. Dengan demikian, pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati – hati, khususnya bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan dataran tinggi.
“Rawan banjir dan longsor, warga tetap berhati – hati dan tingkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.
Korban rumah ambruk, hingga kini berharap bantuan dan perhatian dari pemerintah atau para dermawan, untuk dapat membangun rumahnya kembali agar layak ditempati dan dihuni seperti sediakala. (sidik/mardiana)
























