SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Dua orang wisatawan asal Kabupaten Tangerang ditelan ombak besar saat berenang di pantai Lipo Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (20/12), sekitar pukul 07.30 WIB. Satu orang berhasil diselamatkan sementara seorang lainnya masih hilang.
Kedua wisatawan tersebut masing-masing bernama Azmy Syafiin (16) dan Andra (16) warga Kampung Onyam RT/RW 05/06, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Andra berhasil menyelamatkan diri setelah dibantu salah satu warga yang menyewakan papan selancar di wilayah Lipo Carita. Sementara Azmy terbawa ombak. Hingga kemarin sore, Azmy masih pencarian tim gabungan dari Balawista Banten, Basarnas, Kampung Siaga Bencana (KSB), Polri dan TNI.
Azmy dan Andra merupakan bagian dari rombongan 15 orang wisatawan dari Tangerang yang datang ke destinasi wisata itu sejak Sabtu (19/12). Rombongan itu menginap.
Pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, 6 orang dari rombongan itu memaksakan berenang di lautan lepas walau kondisi cuaca pada saat itu sedang tidak bersahabat. Ombakpun sedang besar. Pada saat berenang, Azmy dan Andra terseret gelombang ombak besar itu.
Ketua Balawista Banten, Ade Ervin membenarkan kejadian tersebut. Ia mendapatkan laporan peristiwa itu pada pukul 08.00 WIB dan langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian.
“Ya, awal mula dari 6 orang yang berenang, dua orang yang terseret ombak. Namun satu orangnya dapat diselamatkan oleh masyarakat yang sedang menyewakan selancar. Satu orangnya lagi, dari pagi hingga sore ini (Minggu) belum ditemukan,” kata Ervin, Minggu (20/12).
Baca Juga: Basarnas: 61 Korban Masih Tertimbun Longsor, 29 Jenazah Dievakuasi
Ia mengungkapkan lagi, saat ini timnya sudah mendapatkan bantuan dari Basarnas dan para pihaknya lainnya untuk melakukan pencarian terhadap korban yang ditelan ombak tersebut.
Namun semua upaya yang dilalukan tim gabungan, walau pencariannya menggunakan perahu karet, belum juga membuahkan hasil.
“Kami sudah membagi tim pencarian, namun upaya kami belum membuahkan hasil. Apalagi cuaca saat ini masih ekstrem, itu yang menyulitkan kami melakukan pencarian,” katanya.
Ervin juga mengimbau kepada seluruh wisatawan agar memperhatikan cuaca dan ketinggian ombak serta pembatas, jika hendak berenang di laut. Sebab kata Erwin, kondisi cuaca saat ini masih ekstrim.
“Kami selalu berupaya mengingatkan para pengujung menggunakan pengeras suara di semua titik tempat wisata di Carita, supaya berhati-hati dan jangan berenang jika cuaca sedang ekstrem,” tandasnya.
Senada, Humas Basarnas Banten, Sito Warsito membenarkan musibah tersebut. Pihaknya juga langsung mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk melakukan pencarian.
Baca Juga: Basarnas Berharap Ada Mukjizat dari Pesawat ATR 42-500
“Ya, tim saat ini masih melakukan pencarian. Kami belum bisa memastikan dapat diketemukan, yang pasti kami bakal berupaya sampai satu pekan mencari korban tenggelam tersebut,” katanya. (nipal/gatot)
