SATELITNEWS.ID, KOSAMBI—Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly menghadiri kegiatan bakti sosial dalam rangka hari jadi PDI Perjuangan ke- 48, Minggu (10/01). Bakti sosial tersebut dilakukan dengan cara membersihkan sampah yang menumpuk di aliran Sungai Ciliwung, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi.
Yasonna menuturkan, untuk memperingati hari jadi partai berlambang banteng mocong putih tersebut tersebut, pihaknya ingin memberikan dampak baik pada lingkungan. Mengingat saat ini pandemik Covid-19 pun masih melanda Indonesia.
“Jadi kami memilih tema ‘Cinta Kebersihan’, di mana salah satunya yakni kebersihan DAS (Daerah Aliran Sungai) Ciliwung,” ujar Yasonna kepada Satelit News di lokasi.
Yasonna menuturkan, dipilihnya kawasan Dadap ini, lantaran dilihat dari kondisinya yang cukup memprihatinkan. “Kita survei, ternyata di wilayah Kali Dadap ini sangat parah sekali pencemaran lingkungannya, saat ini keruk kalinya kita temukan ada kasur, sofa, bahkan lemari di dalam kali ini,” ungkap Yasonna.
Yasonna menuturkan, kegiatan ini juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk ikut peduli terhadap kebersihan lingkungan, agar tercipta taraf hidup yang laik dan baik.
“Makanya kita harapkan ini bukan hanya sebagai kegiatan celebration, tapi juga mengajak masyarakat sekitar Kali untuk merawat dan menjaga lingkungan, agar ada yang bisa kita wariskan untuk generasi berikutnya,” jelasnya.
Baca Juga: Kemenkum HAM Banten Ikuti Kuliah Umum Pemberantasan Tipikor dan Serah Terima Barang Rampasan
Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea mengaku prihatin dengan adanya kondisi aliran Sungai Ciliwung. Kumuhnya wilayah Kali ini dikhawatirkan dapat menyebarkan virus Covid-19 semakin cepat.
“Tentu kita prihatin dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat. Apalagi di kondisi Covid-19 ini agak lebih mudah menambah penyakit lain selain Covid-19, dan ini juga bisa mempercepat penyebaran Covid-19 yang luar biasa karena bisa menambah virus lain,” ujar Marinus.
Marinus juga meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih serius dalam melakukan pembersihan kali tersebut. “Kemudian urusan ini ada info dari Pak Camat, ini perairan irigasi Angkasa Pura II, supaya bangunan liar dipinggir kali ini bisa ditertibkan sehingga bisa dilakukan normalisasi. Karena bangunan liar ini yang menambah beban sungai,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang, Irvansyah mengatakan, kegiatan HUT PDIP kali ini, akan difokuskan untuk menyerukan kepada masyarakat agar bisa mencintai dan menjaga lingkungan. Katanya, kali ini DPC PDIP Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah dalam agenda bertajuk, “Cinta Ciliwung Bersih”.
Hal itu dikarenakan secara geografis, hilir Sungai Ciliwung berada di wilayah Kabupaten Tangerang yang lebih dikenal Sungai Prancis-Dadap. Menurutnya, jika ingin membersihkan seluruh sampah yang menumpuk di Sungai Pranci Dadap, maka dibutuhkan sedikitnya 30 unit mobil armada dan 4 unit alat berat belco, untuk mengangkut sampah di sepanjang sungai tersebut.
“Dengan tindakan yang kita lakukan yaitu membersihkan sampah-sampah sepanjang sungai Prancis Dadap Kecamatan Kosambi, dan dalam waktu dekat kita juga akan membuat gerakan menanam 1.000 pohon,” ujar Irvan.
Baca Juga: Fraksi PDIP Pertanyakan Urgensi Pemindahtanganan 11 Aset
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Fraksi PDIP, Holid Ismail menambahkan, bahwa banyaknya sampah disebabkan oleh kebiasan masyarakat yang membuang sampah di sungai. Selain itu, ulah faktor perubahan iklim dan zona perbatasan wilayah.
“Kita juga tidak melihat dari sisi partai tapi pure bekerja bakti, agar lingkungan kita sehat dan bersih. Masyarakat mari jaga sungai kita, jaga lingkungan kita, jangan membuang sampah sembarangan, apalagi dibuang ke dalam sungai,” tutur Bendahara DPC PDIP Kabupaten Tangerang ini. (alfian/made/aditya)
