SATELITNEWS.ID, SERANG–Berdasarkan hasil pengamatannya, pada pelaksanaan Pilkada 2020 lalu dibeberapa daerah, ada metode dan materi sosialisasi yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki dalam pelaksanaan Pilkada.
Seperti di Tangerang Selatan, hampir semua metode sosialisasi digunakan dari mulai tatap muka, penggunaan media massa seperti media luar, spanduk, baligho, bilboard, videotron, liflet, brosur, dan ada juga yang menggunakan media elektronik radio dan televisi, termasuk media cetak.
Demikian dikatakan Komisioner KPU Provinsi Banten, Eka Satyalaksmana, dalam acara sosialisasi, Kamis (14/1). Katanya, Hal itu dimaksudkan, agar masyarakat bisa lebih paham akan pentingnya menggunakan hak pilih dalam momentum pemilu atau pesta demokrasi.
“Di Kabupaten Serang, justru lebih banyak pada pertemuan tatap muka. Sementara, dimasa pandemi Covid-19 ada pembatasan. Kalau dulu kita bisa ngumpulin 100 sampai 300 orang, tapi sekarang maksimal hanya 50 orang,” kata Eka, Kamis (14/1).
Dengan berfokus pada sosialisasi tatap muka tambahnya, hal tersebut tentunya bisa berpengaruh terhadap definisi informasi. Sehingga mempengaruhi tingkat pengetahuan, tingkat informasi yang bisa diperoleh masyarakat.
“Jadi kedepan, metode dan materi pelaksanaan sosialisasi pemilu harus lebih variatif,” tandasnya.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Mulai Sosialisasikan E-Ijazah SD
Jika melihat persentase capaian tingkat partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2020 lalu ujarnya, ada peningkatan dibanding dengan Pilkada di tahun 2015. Namun ia tetap meminta kepada KPU dan jajaran adhoc kabupaten/kota, untuk menganalisis capaian target tingkat partisipasi pemilih.
“Target kita kan 75 persen, target lokalnya. Tapi capaian kita, diangka sekitar 62 persen. Jadi masih ada sekitar 10 sampai 12 persen, yang belum tercapai,” pungkasnya.
Sementara, Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, setiap gelaran apapun tidak ada yang sempurna dan tidak akan utuh. Oleh karena itu menurutnya, penting fungsi evaluasi. Untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan yang sudah dilakukan.
“Kalau kemarin kita banyak melakukan metode tatap muka dianggap kurang efektif dan tidak berhasil, maka metode lain yang kurang kita manfaatkan. Sehingga ini menjadi kritik yang membangun buat kita semua,” ujar Abidin.
Ia pun mengaku, kedepan akan memanfaatkan media-media lain untuk memaksimalkan sosialisasi tersebut. “Saya kira, ini kritik luar biasa dari KPU Provinsi, untuk kita lebih mengembangkan dan lebih memperbaiki lagi metode lain,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
