SATELITNEWS.ID, LEBAK–Awal tahun 2021 Pemkab Lebak mengubah Susunan Oraganisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya Dinas Peternakan yang kini menjadi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distankeswan). Rupanya, dengan kebijakan tersebut, membuat dinas setempat antusias bisa meningkatkan PAD dengan membangun Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan).
Kepala Distankeswan Lebak, Rahmat mengatakan, gedung Labkeswan belum dimiliki karena memang bidang kesehatan hewan di dinasnya baru terbentuk di tahun 2021.
“Kalau untuk gedung lab kita belum memiliki, tetapi kalau dari segi peralatan sebagian sudah ada. Tinggal kita bangun susunan organisasi tata kerja-nya ,”ujar mantan Camat Gunungkencana ini, kemarin.
Rahmat menjelaskan, secara keorganisasian baru diusulkan pada tahun 2021. Seiring sudah dibentuknya SOTK baru atau adanya penambahan Bidang Kesehatan Hewan dari sebelumnya hanya Distanak, sekarang menjadi Disnakkeswan karena peraturan baru dari Permendagri. “Dengan SOTK baru ini mendorong kami untuk dapat segera mendirikan laboratorium pelayanan kesehatan hewan. Nanti khusus ada UPT Labkeswan,”katanya.
Sementara, pelayanan labkeswan sendiri sejauh ini baru ada di tingkat Provinsi Banten. Sedangkan di tingkat kabupaten belum ada. Hal ini, kata menurut Rahmat bisa memicu untuk bisa meningkatkan PAD. “Kita usulkan yang mudah-mudahan di- ACC. Karena diharapkan mampu menyumbang retribusi PAD,”katanya.
Saat disinggung, kapan UPT Labkeswan terbentuk, Rahmat menegaskan, menunggu perbup serta raperda-nya. Sedangkan kalau dari Disnakeswan sudah menyerahkan naskah akademik-nya.
Baca Juga: CDC Deklarasikan Sikap Tolak LGBT di Kabupaten Kab Serang
Katanya, selain karena SOTK baru, kehadiran Labkeswan juga dampak banyaknya permintaan dari pengusaha atau perorangan soal pelayanan uji lab terhadap hewan yang akan diperjual belikan ke luar daerah.
“Permintaan itu banyak datangnya dari pengusaha ayam ternak karena memang harus disertai hasil uji lab kalau ayam itu bebas flu burung. Permintaan uji lab banyak tapi untuk saat ini belum dapat kita layani sehingga belum dapat memberikan retribusi, “katanya. Selama ini, uji lab dilakukan di tempat lain yang sudah terakreditasi,” tambahnya.(mulyana/made)
























