SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Atlet Catur Banten, Banten Danny Juswanto menjalani latihan fisik rutin akhir-akhir ini. Dampaknya cukup positif. Latihan fisik yang dilakoni sebelum berlatih teknik membuat kemampuan bermain catur kilat Danny meningkat.
Manajer catur Banten, Dudi Permana kemampuan catur kilat yang pada awal Pelatda menjadi titik kelemahan pecatur veteran tersebut saat ini sudah menjadi lebih baik. Hal ini setidaknya terlihat pada latihan dan uji tanding yang digelar di Sekretariat Percasi Kabupaten Tangerang, dimana Danny saat ini kerap mencatat kemenangan.
“Pada awal Pelatda saat dihadapkan dengan tiga pecatur veteran, pak Danny sulit meraih kemenangan. Tapi sekarang dengan lawan yang sama pada awal Pelatda, pak Danny selalu mencatat kemenangan,” ungkap Dudi.
“Reflek tangan pak Danny sudah terlihat, sebelumnya masalah reflek tangan menjadi kendala dalam nomor catur kilat karena tangan beliau selalu bergetar. Sekarang, walau masih terlihat tapi refleknya jauh lebih bagus. Ini (reflek) penting dalam catur kilat,” imbuhnya.
Perkembangan ini tidak lepas dari program latihan fisik yang dijalankan dalam latihan rutin. Danny ungkap Dudi, diminta menjalani latihan lari minimal 5 menit sampai 15 menit setiap kali latihan. Ini berbeda dengan sebelumnya yang hanya menjalani latihan fisik dua kali dalam seminggu.
Dengan latihan fisik rutin sebelum latihan, diharapkan kemampuan fisik Danny mengalami peningkatan. Minimal bisa mendekati standar VO2 maks atlet catur yang ada dikisaran angka 45.
“Dari tes fisik KONI Banten pak Danny VO2 maks-nya masih diangka 35, kita akan genjot latihan fisik sampai Maret atau April sehingga kita harapkan VO2 maks-nya bisa mendekati standar,” ungkap Dudi. “Sehingga saat tes fisik ketiga yang akan dilaksanakan bulat Maret atau April kami yakin ada peningkatan,” tambahnya.
Sementara untuk memacu kemampuan teknik Danny, Dudi mengungkapkan pihaknya saat ini memfokuskan latihan pada dua nomor yakni catur cepat dan catur kilat. Kedua nomor ini diharapkan bisa menjadi andalan lain Danny pada PON selain di nomor klasik.
“Kalau di catur klasik pak Danny hanya mendalami teknik tidak terlalu jauh, karena nomor ini spesialisasi beliau. Yang kita genjot di nomor catur cepat dan catur kilat untuk melihat potensi medali emasnya, dan Alhamdulillah di catur cepat dan kilat perkembangannya cukup baik,” tutur Dudi. (jpg/gatot)