SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Banjir menerjang wilayah Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kamis (4/2). Air yang merendam pemukiman warga berasal dari luapan Sungai Cidurian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, 14 rumah di Kampung Seupang Kidul RT 04, RW 1, Desa Koper, Kecamatan Kresek terendam banjir. Ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai 60 hingga 100 cm.
“Di Kecamatan Kresek ada tiga lokasi.. Terowongan penghubung Kampung Seupang dan Seupang Kidul, Kampung Juwet, dan Kampung Seupang Kidul, ” kata Kosrudin kepada Satelit News, Kamis (4/2).
Menurut Kosrudin, saat ini debit air masih cukup tinggi karena karena terus diguyur hujan yang tidak kunjung berhenti. Masyarakat yang terdampak, masih mengungsi di rumah-rumah saudaranya.
“Masih tinggi, mereka mengungsi di rumah saudaranya, ” jelasnya.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah mensiagakan perahu karet di trowongan penghubung Kampung Seupang dan Seupang Kidul. Hal tersebut dilakukan untuk evakuasi atau berjaga-jaga bila ada masyarakat yang terjebak.
“Perahu karet sudah disiagakan, ” katanya.
Lanjutnya, debit air yang selalu naik, dikhawatirkan akan membuat banjir meluas. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Dia mengatakan, kemungkinan akan dibuatkan posko pengungsian jika banjir bertambah tinggi dan meluas.
“Banjir masih siaga, debit air masih naik, curah hujan di wilayah Kresek, Balaraja dan Jayanti masih tinggi,”katanya. (alfian/gatot)