Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Headline

Kasus Novel = Ujian Jokowi

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 11 Des 2019 09:24 WIB
Rubrik Headline, Nasional
Kasus Novel = Ujian Jokowi

novel baswedan.Istimewa

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) me­nyebut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Bas­wedan menjadi tolok ukur komitmen Presiden Joko Widodo. Mengingat, selama kurang lebih 2,5 tahun, kasus penyerangan penyidik senior KPK itu masih ‘gelap’.

Menurut dia, kasus penyerangan Novel menjadi ujian Presiden Jokowi apakah mampu mengerahkan daya yang dimiliki seorang kepala negara untuk mengungkap pelaku atau malah sebaliknya. Mengin­gat pejuang HAM sebenarnya juga mengupayakan kepentingan negara dan bangsa. Sementara Novel dalam skema Komnas HAM masuk kategori sebagai pembela HAM.

“Ini kasus yang jadi tantangan Presiden Jokowi, apakah dia mam­pu mengungkapkan dan membawa pelakunya ke pengadilan. Karena presiden memiliki semua kemam­puan yang disediakan oleh negara,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Selasa (10/12).

Komnas HAM akan segera melay­angkan surat ke Jokowi dan KPK ter­kait berlarutnya kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Komnas HAM akan mengingatkan bahwa Jokowi memiliki wewenang dan fungsi pengawasan terhadap kinerja tim kepolisian. Sedangkan surat ke KPK berisi pemberitahuan bahwa ditemukan indikasi pengha­lang-halangan proses penyidikan kasus Novel yang bisa ditindaklanjuti oleh petinggi lembaga antirasuah.

Di sisi lain laporan hasil peman­tauan tim Komnas HAM menemu­kan sejumlah indikasi, salah satunya dugaan abuse of process dalam pen­gusutan kasus penyerangan Novel. Anggota tim kuasa hukum Novel, Muhammad Isnur yang juga mener­ima salinan berkas hasil pemantau­an mengungkapkan ada sejumlah temuan, salah satunya soal aktor-ak­tor yang diduga menghambat proses pengusutan perkara.

“Apakah kepolisian juga men­gevaluasi oknum-oknum aparat yang melakukan, misalnya, kesalahan-kes­alahan proses penyidikan. Kan ada, di polres bagaimana, polda bagaimana, di Bareskrim bagaimana. Komnas HAM menemukan itu, termasuk me­nyebut nama-nama,” kata Isnur.

BeritaTerbaru

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Tangan Diikat, 275 Napi Lapas Pemuda Tangerang Dipindahkan

Tangan Diikat, 275 Napi Lapas Pemuda Tangerang Dipindahkan

Selasa, 12 Mei 2026 19:42 WIB
Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Longsor Tebing Tutup Jalur Citorek-Ciparay Lebak

Selasa, 12 Mei 2026 19:20 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, jadi tersangka dalam kasus laka lantas maut di SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Kepala DPMPTSP Pandeglang Jadi Tersangka Kasus Laka Lantas SDN Sukaratu 5 Majasari

Selasa, 12 Mei 2026 18:25 WIB

Selain itu kata dia, hasil peman­tauan yang juga diserahkan ke ke­polisian dan KPK tersebut juga menemukan dugaan pengabaian sejumlah bukti yang dianggap pent­ing dan kuat. Jika serius, mestinya temuan tersebut pun bisa ditindak­lanjuti dengan menggunakan pasal obstruction of justice atau perintan­gan penyidikan.

“Laporan [Komnas HAM] itu lebih ke proses yang secara forensik, se­cara hukum acara pidana, secara teknik penyidikan sebenarnya mu­dah dan cepat. Misalnya ada temuan, ada beberapa CCTV yang sebetulnya sangat bagus, itu nggak diambil oleh penyidik. Pertanyaannya, kenapa itu nggak diambil?” tutur Isnur lagi.

Itu sebabnya tim kuasa hukum mempertimbangkan untuk membu­ka ke publik hasil pemantauan Kom­nas HAM. Namun ia dan tim kuasa hukum akan terlebih dulu mendis­kusikan kemungkinan itu dengan Novel juga KPK. Selain juga, men­gukur untung-rugi terhadap proses pengusutan ketika dokumen terse­but dibuka ke muka umum.

“Bagi kami sebetulnya tiga tahun ini kan waktu yang sudah sangat cu­kup untuk bilang bahwa ini adalah gagal. Bahwa ini arahnya memang sengaja untuk tidak diungkapkan,” kata dia. “Kami mendorong ini di­buka ke publik, untuk bagian dari menekan agar kepolisian dan pres­iden punya perhatian serius. Sema­kin ditutup dokumen ini, semakin tidak terungkap,” ujar Isnur LAGI.

Presiden Jokowi sendiri mengaku mendapatkan laporan dari Kapolri Jenderal Idham Azis bahwa ada temuan baru dalam kasus penyiaram air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Jokowi mengatakan temuan baru ini disampaikan Idham saat bertemu dirinya kemarin di Istana. “Dijawab ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan,” kata Jokowi, di Ho­tel Mulia, Senayan, Jakarta, kemarin.

Jokowi mengaku langsung meminta Idham untuk segera mengumumkan pelaku penyerangan Novel. Ia minta kasus ini diungkap dalam hitungan hari. “Saya tidak bicara masalah bu­lan. Kalau saya bilang secepatnya be­rarti dalam waktu harian. Udah tan­yakan langsung ke sana,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Biro Peneran­gan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono men­gatakan pihaknya serius menyidik kasus ini. “Nanti kita doa bersama lah mudah mudahan penyidik nanti ada waktu akan menyampaikan penyidi­kan tersebut, sangat serius penyidik menangani kasus ini,” kata dia.

Disampaikan Argo, dalam perte­muan dengan Jokowi di Istana, Ka­polri Jenderal Idham Azis juga telah menyampaikan berbagai perkem­bangan proses pengungkapan. Ter­masuk, soal dua metode proses penyelidikan kasus tersebut, yakni induktif dan deduktif.

Dalam metode induktif, kata Argo, penyidik telah melakukan penyisiran TKP dan memeriksa 73 saksi. Reka­man CCTV di sekitar lokasi juga telah dikirimkan ke Australia sebagai bah­an perbandingan. “Tentunya partisi­pasi masyarkat yang kita tunggu ten­tunya kita sudah membuat beberapa saluran informasi yang akan kita teri­ma dari masyarakat,” tutur Argo.

Desakan agar Jokowi dan Polri le­kas mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan datang dari sejumlah pihak. Teru­tama kelompok aktivis HAM dan antikorupsi. Mereka menganggap pemerintah tidak serius dalam men­gusut kasus tersebut. (cnn/bbs/*)

Tags: hamjokowikomnashamnovelbaswedanpresiden jokowi
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

MENYAMPAIKAN ARAHAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki menyampaikan arahan saat memimpin rakor pembatasan jam operasional ODOL. (ISTIMEWA)
Banten Region

Kapolda Banten: Tindak Tegas Truk Odol Yang Melanggar

Selasa, 12 Mei 2026 16:46 WIB
ROTASI PEJABAT : Gubernur Banten melakukan rotasi pejabat untuk menutup kekosongan jabatan beberapa waktu lalu karena ditinggal pensiun. Di tahun 2026 ini, akan ada 360 ASN pensiun dan menyisakan puluhan jabatan kosong. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Puluhan Jabatan Dipastikan Kosong, Tahun Ini, 360 ASN Pemprov Banten Pensiun

Selasa, 12 Mei 2026 16:38 WIB
16.732 Perempuan Produktif di Lebak Jadi Janda, Dipicu Masalah Ekononi Hingga Judol
Banten Region

16.732 Perempuan Produktif di Lebak Jadi Janda, Mayoritas Ini Penyebabnya

Selasa, 12 Mei 2026 16:35 WIB
Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel
Headline

Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB
Laris Manis Diluncurkan, Pengurusan Roya dan Waris di BPN Kabupaten Tangerang Kini Cukup Lima Menit
Headline

Laris Manis Diluncurkan, Pengurusan Roya dan Waris di BPN Kabupaten Tangerang Kini Cukup Lima Menit

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB
Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang
Banten Region

Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Camat Mekarjaya Wildan Pratama, mengunjungi rumah TKP pembunuhan warga, di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Jumat (8/5/2026). (ISTIMEWA)

8 Tahun Berpacaran Berujung Maut, Tim Polres Pandeglang Dalami Penyebabnya

Jumat, 8 Mei 2026 14:52 WIB
Ingin Lebih Diterima Rakyat, PAN Targetkan 14 Kursi di DPRD Banten Pada Pemilu Mendatang 

Ingin Lebih Diterima Rakyat, PAN Targetkan 14 Kursi di DPRD Banten Pada Pemilu Mendatang 

Sabtu, 9 Mei 2026 11:17 WIB
Ngeriung Bareng Masyarakat Sepatan, Bupati Tangerang Beberkan Program Pertanian

Ngeriung Bareng Masyarakat Sepatan, Bupati Tangerang Beberkan Program Pertanian

Sabtu, 9 Mei 2026 10:07 WIB
MENANAM PADI : Dinas Pertanian Provinsi Banten bersama instansi terkait melakukan penanaman padi pada program LTT di Kota Cilegon. (ISTIMEWA)

Percepat Luas Tambah Tanam, Ratusan Ribu Hektare Sawah Di Banten Mulai Digarap

Minggu, 10 Mei 2026 18:15 WIB
Drama VAR Penentu Kemenangan Arsenal

Drama VAR Penentu Kemenangan Arsenal

Senin, 11 Mei 2026 16:36 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.