SATELITNEWS.ID, JAKARTA–Dalam sepekan terakhir, pertambahan kasus Covid-19 terus menurun. Di hari Senin (15/2) kasus Covid-19 hanya bertambah 6.462 kasus. Lebih rendah dari kemarin, Minggu (14/2) yakni 6.765 dalam sehari. Kini total sudah 1.223.930 orang terinfeksi Covid-19.
Penurunan angka itu hanya yang terlihat di atas kertas. Itu karena jumlah tes yang dilakukan semakin sedikit dibanding kemarin. Kemarin hanya ada 26.378 spesimen dan 19.626 orang dites. Berkurang dibanding hari kemarin, Minggu (14/2) yakni 35.894 spesimen dan 24.250 orang.
Dalam data terbaru itu, DKI Jakarta tetap menempati posisi teratas dalam kasus harian tertinggi. Yakni 1.879 kasus baru dalam sehari di DKI Jakarta. Artinya hampir sepertiga dari pertambahan kasus nasional harian.
Lalu disusul oleh Jawa Barat 947 kasus. Jawa Tengah 881 kasus. Jawa Timur 432 kasus. Dan Kalimantan Timur 362 kasus.
Angka positivity rate nasional yakni 18,3 persen naik dari kemarin yaitu 18,2 persen. Sedangkan angka positivity harian yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100 melonjak di angka 32 persen, naik dari kemarin yakni 27 persen. Sedangkan kasus aktif atau jumlah orang yang sakit turun 514 kasus.
Angka kesembuhan harian bertambah 6.792 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di DKI Jakarta yakni 2.082 orang. Sudah 1.032.065 orang sembuh dari Covid-19.
Angka kematian bertambah 184 jiwa dalam sehari. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di DKI Jakarta sebanyak 55 jiwa. Sudah 33.367 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19. Sudah 510 kabupaten kota terinfeksi Covid-19. Ada 9 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan 3 provinsi dengan nol kasus.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menargetkan Indonesia dapat mengendalikan pandemi virus corona (Covid-19) pada 17 Agustus 2021 mendatang atau saat peringatan kemerdekaan Indonesia. Target tersebut, menurut Doni akan diiringi kebijakan yang tepat dan kepatuhan masyarakat.
“Target kita adalah pada 17 Agustus yang akan datang kita harus betul-betul terbebas dari Covid. Artinya Covid betul-betul pada posisi yang dapat dikendalikan,” kata Doni dalam rapat koordinasi yang digelar secara virtual di kanal Youtube Pusdalops BNPB, Senin (15/2).
Doni mengatakan pemerintah daerah juga harus melibatkan masyarakat dalam menangani Covid-19. Menurut dia, masyarakat bisa bersama-sama mencari cara terbaik dalam menanggulangi pandemi.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, semua pihak harus menyadari bahwa salah satu kunci utama dalam penanggulangan wabah Covid-19 adalah kedisiplinan dan kepatuhan warga dalam menjalani protokol kesehatan.
Oleh sebab itu, Doni meminta agar warga tetap menaati semua ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk soal aturan-aturan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Pulau Jawa yang sudah berlangsung sejak 8 Februari hingga 22 Februari mendatang.
“Lewat komando Presiden Jokowi kita lebih fokus pada pendekatan berbasis mikro, RT/RW,” ujarnya.
“Kita berharap setiap daerah yang padat penduduknya, terutama perkotaan yang memiliki pemukiman padat seperti rusun bahkan apartemen hendaknya bisa didapatkan cara terbaik bagaimana meredam kasus harian maupun aktif,” kata Doni. (jpg/gatot)